Jakarta, Berita Geothermal – Kinerja lingkungan Star Energy Geothermal kembali mendapat pengakuan. Melalui entitasnya, Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd (SEGWWL), perusahaan ini sukses membawa pulang penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Star Energy Geothermal merupakan bagian dari PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), yang berada di bawah kendali pengusaha Prajogo Pangestu.
PROPER Emas sendiri merupakan peringkat tertinggi dalam penilaian kinerja lingkungan perusahaan, yang diberikan kepada entitas yang dinilai tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga aktif menciptakan dampak sosial berkelanjutan.
Presiden Direktur Barito Renewables sekaligus Group CEO Star Energy Geothermal, Hendra Soetjipto Tan, menegaskan arah bisnis perusahaan tetap berfokus pada praktik berkelanjutan.
“Kami akan terus melakukan inovasi untuk menjadikan operasional lebih efisien dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (20/4/2026).
Penghargaan ini tak lepas dari performa PLTP Wayang Windu di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Sejumlah terobosan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan dampak lingkungan.
Dalam aspek energi, program WW Retro yang mencakup pembaruan sistem cooling tower unit 1 dan 2 berhasil menghemat konsumsi energi hingga 31.622,4 GJ. Sementara itu, inisiatif PACE WW (pendinginan cerdas Wayang Windu) mampu menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 1.756.687 ton CO2 per tahun.
Upaya pengelolaan limbah juga diperkuat melalui program 3R Limbah B3 berbasis ASIS TURBO. Teknologi ini dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan oli pada turbin, dengan efisiensi penghematan mencapai 17,94 liter.
Selain Wayang Windu, dua fasilitas lain milik Star Energy Geothermal juga mencatatkan capaian positif. PLTP Salak di Sukabumi dan PLTP Darajat di Garut masing-masing memperoleh PROPER Hijau.
Rangkaian penghargaan ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara produksi energi dan tanggung jawab terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar.
Secara keseluruhan, tiga wilayah kerja panas bumi yang dikelola Star Energy Geothermal saat ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 926 MW. Dengan kapasitas tersebut, Barito Renewables masuk dalam jajaran perusahaan dengan portofolio geothermal terbesar di Indonesia.
Ke depan, perusahaan menargetkan kapasitas panas bumi mencapai 1 GW pada akhir 2026. Selain itu, tambahan 79 MW dari energi bayu juga disiapkan untuk memperkuat portofolio energi terbarukan.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















