Jakarta, Berita Geothermal – Hasanuddin, Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Panasbumi Indonesia (ADPPI) mendukung langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang meminta adanya kajian akademik dan ilmiah terkait rencana pengembangan panas bumi di kawasan Gunung Gede Pangrango.
Menurut Hasanuddin, kajian tersebut penting dilakukan agar seluruh proses berjalan berdasarkan data, penelitian, dan pertimbangan ilmiah yang objektif.
Ia menjelaskan, saat ini kegiatan panas bumi di kawasan tersebut masih berada pada tahap eksplorasi awal untuk menemukan titik potensi energi geothermal.
Karena itu, berbagai kajian mengenai dampak lingkungan, sosial, hingga keberlanjutan ekosistem menjadi bagian yang tidak terpisahkan sebelum proyek memasuki tahapan berikutnya.
“Seluruh proses harus didasarkan pada data, penelitian, dan pertimbangan ilmiah yang objektif agar pengembangan energi panas bumi tetap berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan,” kata Hasanuddin. Senin (11/5/2026).
Hasanuddin menilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki kemampuan anggaran untuk mendukung pelaksanaan kajian tersebut.
Menurutnya, pendanaan dapat bersumber dari dana bagi hasil maupun bonus produksi yang selama ini menjadi bagian dari pendapatan daerah di sektor energi dan sumber daya alam.
ADPPI juga berharap proses penelitian melibatkan perguruan tinggi yang memiliki pengalaman di bidang energi panas bumi dan lingkungan.
Dua kampus yang dinilai memiliki kompetensi tersebut yakni Institut Teknologi Bandung dan Universitas Padjadjaran.
“Keterlibatan akademisi dianggap penting agar hasil kajian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah serta menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa polemik panas bumi di kawasan Gunung Gede Pangrango tidak bisa diputuskan hanya berdasarkan opini maupun tekanan publik semata.
Ia menegaskan perlunya pendekatan akademik untuk memastikan keseimbangan antara kebutuhan energi terbarukan dan perlindungan lingkungan tetap terjaga.*
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

















