• About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Berita Geothermal
No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
Home Berita

JICA dan Bank Dunia Kucurkan Rp8,6 Triliun untuk Tiga Proyek Panas Bumi PGE

Irfan Ardhiyanto by Irfan Ardhiyanto
6 Juni 2026
in Berita
A A
0
JICA dan Bank Dunia Kucurkan Rp8,6 Triliun untuk Tiga Proyek Panas Bumi PGE

PGE memperoleh pendanaan internasional Rp8,6 triliun untuk tiga proyek panas bumi berkapasitas 160 MW(Istimewa)

Share Share ShareShareShare

Jakarta, Beritageothermal.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mendapatkan komitmen pendanaan internasional senilai 477,87 juta dollar AS atau sekitar Rp8,6 triliun untuk mengembangkan tiga proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan total kapasitas 160 megawatt (MW).

Tambahan kapasitas tersebut setara dengan kemampuan memasok kebutuhan listrik ratusan ribu rumah tangga dan menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional.

Pendanaan yang berasal dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Bank Dunia itu akan digunakan untuk mengembangkan PLTP Lumut Balai Unit 3 dan Unit 4 di Sumatera Selatan serta PLTP Lahendong Unit 7-8 di Sulawesi Utara.

RelatedPosts

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

PGE Manfaatkan Panas Bumi untuk Pupuk Organik, Petani Kamojang Panen 70 Ton Kubis

Ketiga proyek tersebut terdiri atas PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW dengan pendanaan 158,86 juta dollar AS, PLTP Lumut Balai Unit 4 berkapasitas 55 MW dengan dukungan dana 148,97 juta dollar AS, serta PLTP Lahendong Unit 7-8 berkapasitas 50 MW yang memperoleh pembiayaan 170,04 juta dollar AS dari Bank Dunia.

Secara total, nilai investasi yang diperoleh PGE setara sekitar Rp53,7 miliar untuk setiap megawatt kapasitas listrik yang akan dibangun. Angka ini menunjukkan besarnya kebutuhan investasi pada sektor panas bumi yang selama ini dikenal sebagai salah satu sumber energi bersih paling stabil, tetapi memerlukan biaya eksplorasi dan pengembangan yang tinggi.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan ketiga proyek tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperbesar kapasitas panas bumi nasional hingga mencapai 3 gigawatt (GW).

“Ketiga proyek tersebut merupakan bagian dari roadmap PGE untuk mengembangkan potensi panas bumi hingga tiga gigawatt (GW). Setelah beroperasi, proyek-proyek ini akan menambah pasokan listrik rendah emisi dan memperkuat peran panas bumi dalam bauran energi nasional,” ujar Ahmad Yani.

Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih

Indonesia saat ini merupakan salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia. Potensi sumber daya panas bumi nasional diperkirakan mencapai lebih dari 23 GW, namun yang telah dimanfaatkan masih sebagian kecil dari total potensi yang tersedia.

Karena itu, pengembangan proyek-proyek baru menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbasis bahan bakar fosil sekaligus mendukung target penurunan emisi karbon.

Berbeda dengan energi surya atau angin yang bergantung pada kondisi cuaca, panas bumi mampu menghasilkan listrik selama 24 jam penuh sehingga menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang paling stabil untuk menopang sistem kelistrikan nasional.

Masuk Green Book 2026

Keberhasilan memperoleh pendanaan internasional tidak terlepas dari masuknya ketiga proyek tersebut ke dalam Green Book 2026 yang diterbitkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas.

Green Book merupakan daftar proyek prioritas nasional yang telah memperoleh komitmen pendanaan luar negeri dan dinilai memenuhi berbagai persyaratan teknis, finansial, lingkungan, serta kelembagaan.

Sebelum masuk Green Book, proyek-proyek tersebut juga telah tercantum dalam Blue Book Bappenas atau Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah Tahun 2025-2029.

Menurut Ahmad Yani, pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa proyek telah siap memasuki tahap pengembangan berikutnya.

“Capaian ini mencerminkan kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya, seiring dengan kinerja bisnis dan operasional perseroan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif,” katanya.

Kinerja PGE Tumbuh Signifikan

Di tengah ekspansi bisnis yang terus berjalan, PGE juga membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang cukup kuat pada awal 2026.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, perusahaan mencatat laba bersih sebesar 43,90 juta dollar AS atau melonjak 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 31,35 juta dollar AS.

ADVERTISEMENT

Pendapatan perusahaan juga meningkat dari sekitar 101,5 juta dollar AS menjadi 116,56 juta dollar AS atau tumbuh 14,8 persen secara tahunan.

Kinerja tersebut didukung oleh peningkatan produksi listrik yang terus mencatat tren positif. Pada 2025, PGE membukukan produksi listrik tertinggi sepanjang sejarah perusahaan dengan total output mencapai 5.095 gigawatt hour (GWh).

Rekor tersebut berlanjut pada kuartal pertama 2026 ketika produksi listrik meningkat 15,22 persen secara tahunan menjadi 1.370 GWh.

Dengan capaian tersebut, PGE tidak hanya memperkuat posisi sebagai produsen listrik panas bumi terbesar di Indonesia, tetapi juga menunjukkan meningkatnya kontribusi energi panas bumi dalam mendukung ketahanan energi nasional.

“Masuknya proyek ke dalam green book menjadi tonggak penting menuju implementasi dan pengembangan lanjutan,” ujar Ahmad Yani.

Jika seluruh proyek berjalan sesuai target, kapasitas tambahan 160 MW yang mulai beroperasi pada periode 2030-2032 akan menjadi bagian penting dalam mempercepat transisi energi Indonesia menuju sistem kelistrikan yang lebih bersih, berkelanjutan, dan rendah emisi karbon.

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

ShareSendSharePinSend
Previous Post

Kepala Pusat Riset Geologi BRIN Iwan Setiawan: Hidrogeokimia Percepat Eksplorasi Panas Bumi Indonesia

Next Post

Direktur IRESS Marwan Batubara: Panas Bumi 27 GW Bisa Jadi Andalan Indonesia Capai NZE 2060.

Related Posts

PLTP Lumut Balai Unit 2 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

13 Oktober 2026
Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

7 Oktober 2026
PGE Manfaatkan Panas Bumi untuk Pupuk Organik, Petani Kamojang Panen 70 Ton Kubis

PGE Manfaatkan Panas Bumi untuk Pupuk Organik, Petani Kamojang Panen 70 Ton Kubis

5 Oktober 2026
3 Lulusan Magister Geotermal ITB Torehkan Prestasi, IPK Tertinggi 3,94

3 Lulusan Magister Geotermal ITB Torehkan Prestasi, IPK Tertinggi 3,94

21 September 2026
MCI Group Perkuat Bisnis Berkelanjutan, dari Tambang hingga Energi Panas Bumi

MCI Group Perkuat Bisnis Berkelanjutan, dari Tambang hingga Energi Panas Bumi

26 Agustus 2026
Bupati Madina Saipullah Nasution Raih Penghargaan IIGCE 2026, Dukung Panas Bumi dan UMKM Lokal

Bupati Madina Saipullah Nasution Raih Penghargaan IIGCE 2026, Dukung Panas Bumi dan UMKM Lokal

23 Agustus 2026
Next Post
Direktur IRESS Marwan Batubara: Panas Bumi 27 GW Bisa Jadi Andalan Indonesia Capai NZE 2060.

Direktur IRESS Marwan Batubara: Panas Bumi 27 GW Bisa Jadi Andalan Indonesia Capai NZE 2060.

Dedi Mulyadi Buka Ruang Dialog Geotermal, Pastikan Aspirasi Warga Didengar

Dedi Mulyadi Buka Ruang Dialog Geotermal, Pastikan Aspirasi Warga Didengar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Geothermal

beritageothermal.com merupakan media yang berfokus pada peliputan, analisis, dan kajian potensi panas bumi (geothermal) berbasis data dan kebijakan.

Alamat:
Jalan Proklamasi No. 68 2 Pegangsaan, Menteng Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | Email: redaksi@beritageothermal.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Flores Timur Minta Pengembangan Geothermal Oka Ile Ange Tak Abaikan Lingkungan

Bupati Flores Timur Minta Pengembangan Geothermal Oka Ile Ange Tak Abaikan Lingkungan

24 September 2026
Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

7 Februari 2025
Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

16 Februari 2025
PLTP Patuha Membangun Indonesia dengan Energi Hijau

Daftar Lengkap 11 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Jawa Barat Serta Detilnya

5 Maret 2025
PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

19 Oktober 2026
Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

19 Oktober 2026
PLTP Lumut Balai Unit 2 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

13 Oktober 2026
PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

9 Oktober 2026

Recent News

PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

19 Oktober 2026
Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

19 Oktober 2026
PLTP Lumut Balai Unit 2 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

13 Oktober 2026
PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

9 Oktober 2026

Follow Us

Berita Geothermal

kabariku.com | sorotmerahputih.com | DJITUBERITA.COM

  • About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In