Jakarta, Berita Geothermal – KS Orka Renewables Pte. Ltd. terus memperkuat komitmennya dalam mendorong keterlibatan perempuan di industri panas bumi. Di tengah momentum Hari Kartini 2026, perusahaan menegaskan pentingnya menciptakan ekosistem kerja yang inklusif sekaligus mendukung percepatan transisi energi bersih.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi KS Orka dalam membangun sektor energi terbarukan yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga berkeadilan. Hingga Maret 2026, sekitar 18% dari total karyawan perusahaan merupakan perempuan angka yang menunjukkan progres di industri yang selama ini didominasi laki-laki.
VP Corporate Relations & Stakeholder KS Orka, Ali Sahid, menegaskan bahwa peran perempuan menjadi elemen penting dalam transformasi energi.
“Kami percaya bahwa transisi energi yang berkeadilan harus membuka ruang yang setara bagi perempuan untuk tumbuh dan berkontribusi. KS Orka tidak hanya memberikan peluang, tetapi juga memastikan adanya dukungan berkelanjutan agar perempuan dapat berkembang secara profesional, termasuk di posisi strategis,” ujarnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program konkret, mulai dari pelatihan teknis, pengembangan kepemimpinan, hingga peningkatan partisipasi perempuan di seluruh rantai nilai industri panas bumi.
Salah satu implementasi nyata terlihat di unit operasional PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Di lokasi ini, perempuan turut berperan aktif dalam menjaga hubungan perusahaan dengan masyarakat sekaligus mendukung operasional proyek energi panas bumi.
Salah satunya adalah Nurhalimah, yang telah hampir satu dekade berkarier di sektor ini. Ia menilai lingkungan kerja di KS Orka memberi ruang yang setara bagi perempuan untuk berkembang.
“Selama hampir 10 tahun bekerja di SMGP, saya merasakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan mendorong perempuan untuk terus berkembang. Berbagai kesempatan, mulai dari pelatihan hingga peluang promosi, terbuka secara setara. Dukungan ini memberi ruang bagi perempuan untuk tumbuh percaya diri dan berkontribusi lebih besar, termasuk di peran-peran strategis,” ujarnya.
Selain memperkuat peran internal, KS Orka juga memperluas dampaknya melalui program Community Development and Community Relations (CDCR). Program ini berfokus pada pemberdayaan perempuan di sekitar wilayah operasional, termasuk penguatan UMKM serta pelibatan masyarakat lokal di Mandailing Natal dan Ende, Nusa Tenggara Timur.
Sebagai bagian dari Kaishan Group, KS Orka menempatkan inklusivitas sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060.
Perusahaan meyakini, kehadiran perempuan bukan hanya memperkaya perspektif dalam pengambilan keputusan, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam mendorong inovasi dan mempercepat pengembangan energi bersih, khususnya panas bumi, di Indonesia.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

















