Jakarta, Berita Geothermal – Rencana Kementerian Keuangan mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara belum mendapat respons jelas dari pihak Danantara. CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, memilih irit bicara saat dimintai komentar.
Alih-alih menjawab tegas, Rosan justru mengarahkan pertanyaan tersebut kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
“Mungkin ditanyakan aja ya ke Kementerian Keuangan,” kata Rosan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Saat didalami apakah sudah ada komunikasi atau rapat khusus dengan Purbaya terkait rencana tersebut, Rosan kembali tidak memberikan penjelasan rinci. Ia hanya memastikan operasional PNM masih berjalan seperti biasa di bawah pengelolaan Danantara.
“Kami berjalan seperti biasa ya,” ujarnya singkat.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah mengungkap adanya opsi pertukaran aset antara PNM dengan PT Geo Dipa Energi (Persero), perusahaan milik negara yang berada di bawah Kementerian Keuangan.
Menurut Purbaya, pembahasan awal dengan pihak Geo Dipa sudah dilakukan, namun belum menghasilkan keputusan final.
“Tadi udah sempet diskusi gimana kalau tukar dengan Geo Dipa, tapi itu masih kita bicarakan lagi. Yang jelas masih fokusnya di gimana Kementerian Keuangan bisa mengambilalih PNM,” ujar Purbaya di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).
Geo Dipa sendiri dikenal sebagai BUMN dengan status Special Mission Vehicle (SMV) yang bergerak di sektor energi panas bumi untuk mendukung produksi listrik ramah lingkungan.
Lebih jauh, Purbaya memastikan rencana pengambilalihan PNM telah mendapatkan restu dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menilai langkah ini penting untuk memperkuat pembiayaan bagi sektor UMKM.
Dalam konsep yang disiapkan, PNM akan diubah menjadi bank khusus UMKM yang berada di bawah struktur Kementerian Keuangan.
“Jadi PNM akan menjadi bank yang mungkin di bawah PT SMI atau PIP, di bawah kita, dia akan menyalurkan KUR (kredit usaha rakyat),” jelas Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (6/4/2026).
Tak hanya berperan sebagai penyalur kredit, bank tersebut juga dirancang menjadi pusat ekosistem UMKM yang terintegrasi, mulai dari pendampingan hingga pemasaran.
“Nanti saya bangun juga ekosistem yang mendukung pengembangan UMKM secara integrasi, ada penasehatnya, ada pelatihannya, ada pemasarannya, ada penjamin kreditnya, dan lain-lain,” tambahnya.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















