• About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy
Minggu, Juni 7, 2026
  • Login
Berita Geothermal
No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
Home Info Daerah Penghasil

Uap Panas Bumi Disulap Jadi Pupuk dan Pangan, Inovasi PGE Kamojang Tembus Pasar Ekspor

Irfan Ardhiyanto by Irfan Ardhiyanto
23 April 2026
in Info Daerah Penghasil
A A
0
Uap Panas Bumi Disulap Jadi Pupuk dan Pangan, Inovasi PGE Kamojang Tembus Pasar Ekspor

Program Kanyaah PGE Kamojang memanfaatkan panas bumi untuk pertanian, perikanan, dan pangan. (Foto:Irfan/BeritaGeothermal.com)

Share Share ShareShareShare

Jakarta, Berita Geothermal – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Kamojang mengembangkan pendekatan baru dalam pemanfaatan energi panas bumi melalui program bertajuk Kamojang Agri-Aquaculture Energized by Geothermal for All’s Harmony (Kanyaah). Program ini tak hanya berfokus pada energi, tetapi juga menyasar penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Berada di kawasan dataran tinggi, Kamojang menghadapi tantangan iklim yang tidak sederhana. Suhu udara yang rendah dan kerap berubah-ubah membuat sektor pertanian dan perikanan sulit berkembang optimal.

Kondisi air yang dingin, misalnya, menyebabkan pertumbuhan ikan melambat karena metabolisme yang tidak maksimal. Di sisi lain, petani masih mengandalkan metode tradisional dengan dukungan sarana produksi yang terbatas, termasuk pupuk berkualitas.

RelatedPosts

Akademisi Unpad Prof Nana Pastikan Geothermal Jawa Barat Tak Ganggu Sumber Air Warga

Pemkab Bondowoso Bidik PAD dari PLTP Ijen, Bonus Produksi Panas Bumi Jadi Andalan

Bupati Garut Tinjau PLTP Darajat, Dorong Energi Panas Bumi dan Pemberdayaan Warga Pasirwangi

Masalah lain muncul saat pascapanen. Proses pengeringan hasil pertanian yang bergantung pada cuaca kerap berujung pada penurunan kualitas. Tingginya kelembapan udara di Kamojang memperbesar risiko kehilangan hasil panen.

Melihat persoalan tersebut, PGE Kamojang menghadirkan solusi berbasis energi panas bumi yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Melalui program Kanyaah, panas bumi diolah menjadi berbagai inovasi untuk menunjang sektor pertanian, perikanan, hingga pengolahan pangan.

Pada tahap awal, program ini berhasil mengoptimalkan lahan seluas 12,34 hektare. Dari pengelolaan tersebut, dihasilkan 193,8 ton pupuk GeO-Fert serta pemanfaatan limbah organik mencapai 230 ton per tahun.

Di sektor pertanian, konsep geothermal farming diterapkan dengan memanfaatkan pupuk organik dan material limbah non-B3 sebagai media tanam. Hasilnya cukup signifikan, dengan produksi 35.310 bibit dan total panen mencapai 30 ton.

Komoditas kopi menjadi salah satu unggulan yang berhasil menembus pasar internasional. Tercatat sekitar 20 ton kopi dari Kamojang telah diekspor ke Jepang, Jerman, dan Afrika.

Tak berhenti di budidaya, PGE juga mengembangkan pengolahan hasil panen melalui inovasi Geothermal Foodies. Teknologi Geothermal Dehydrator memungkinkan proses pengeringan berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan cara konvensional.

Jika sebelumnya pengeringan pupuk membutuhkan waktu hingga dua pekan, kini hanya memakan waktu sekitar 12 jam. Sementara hasil pertanian dapat dikeringkan dalam waktu 5 jam dari sebelumnya sekitar 7 hari.

Efisiensi ini berdampak langsung pada pengurangan kehilangan hasil panen. Sebanyak 1.085 kilogram produk yang sebelumnya berpotensi terbuang kini dapat diolah menjadi makanan siap konsumsi. Total 5.500 produk berhasil dipasarkan.

Sementara itu, di sektor perikanan, teknologi Geothermal Heater dimanfaatkan untuk menjaga suhu air kolam tetap stabil. Hasilnya, pertumbuhan ikan meningkat signifikan dengan tambahan bobot hingga 330 gram per ekor dan tingkat kelangsungan hidup mencapai 85-90%.

Program ini juga memberikan dampak sosial yang luas. Sebanyak 2.111 masyarakat dari berbagai kelompok rentan ikut merasakan manfaatnya, mulai dari petani, pemuda, hingga masyarakat adat.

Dari sisi lingkungan, kontribusi program ini juga cukup besar. Emisi karbon berhasil ditekan hingga 146,283 tCO2e per tahun. Selain itu, lebih dari 232,424 ton sampah organik dan 18,2 ton sampah anorganik berhasil dikelola.

Atas capaian tersebut, PGE Area Kamojang meraih penghargaan PROPER 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dengan peringkat Emas.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), Ahmad Yani, menyebut capaian ini merupakan hasil kerja berkelanjutan perusahaan bersama para pemangku kepentingan.

“Inilah basis ekonomi sekuler yang kami luncurkan di dalam program proper ini itu bagaimana memanfaatkan energi geothermal untuk pemberdayaan masyarakat. Inilah berbagai macam kegiatan yang secara terintegrasi ya seperti di area Kamojang itu Kanyaah (Kamojang Agri-Aquaculture, Energized by Geothermal for All’s Harmony),” ungkap Ahmad Yani kepada CNBC Indonesia di sela acara Anugerah Lingkungan PROPER di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sebagai catatan, PROPER telah berjalan selama lebih dari 30 tahun sebagai instrumen pemerintah dalam mendorong perusahaan menjaga kinerja lingkungan sekaligus meningkatkan tata kelola berkelanjutan.

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

Tags: ekonomi sirkularenergi panas bumi Indonesiageothermal farminginovasi lingkunganpengolahan hasil panenPertamina Geothermal EnergyPGE Kamojangprogram KanyaahPROPER Emas 2025
ShareSendSharePinSend
Previous Post

Perusahaan Prajogo Pangestu Raih PROPER Emas, Star Energy Tekan Emisi 1,75 Juta Ton CO2 per Tahun

Next Post

PNM Terancam Lepas dari Danantara, Geo Dipa Disiapkan sebagai Pengganti, Rosan Irit Bicara

Related Posts

Akademisi Unpad Prof Nana Pastikan Geothermal Jawa Barat Tak Ganggu Sumber Air Warga

Akademisi Unpad Prof Nana Pastikan Geothermal Jawa Barat Tak Ganggu Sumber Air Warga

28 Mei 2026
Pemkab Bondowoso Bidik PAD dari PLTP Ijen, Bonus Produksi Panas Bumi Jadi Andalan

Pemkab Bondowoso Bidik PAD dari PLTP Ijen, Bonus Produksi Panas Bumi Jadi Andalan

26 Mei 2026
Bupati Garut Tinjau PLTP Darajat, Dorong Energi Panas Bumi dan Pemberdayaan Warga Pasirwangi

Bupati Garut Tinjau PLTP Darajat, Dorong Energi Panas Bumi dan Pemberdayaan Warga Pasirwangi

21 Mei 2026
PLTP Lahendong 15 MW Segera Dikembangkan, PGEO dan PLN Sepakati Tarif Listrik

PLTP Lahendong 15 MW Segera Dikembangkan, PGEO dan PLN Sepakati Tarif Listrik

14 Mei 2026
Geothermal Flores Tak Cukup Andalkan Teknologi, Pendekatan Sosial Jadi Penentu Keberhasilan

Geothermal Flores Tak Cukup Andalkan Teknologi, Pendekatan Sosial Jadi Penentu Keberhasilan

13 Mei 2026
Garut Siapkan Tiga Kawasan Panas Bumi Baru, Kamojang hingga Cisurupan Jadi Andalan Energi

Garut Siapkan Tiga Kawasan Panas Bumi Baru, Kamojang hingga Cisurupan Jadi Andalan Energi

12 Mei 2026
Next Post
PNM Terancam Lepas dari Danantara, Geo Dipa Disiapkan sebagai Pengganti, Rosan Irit Bicara

PNM Terancam Lepas dari Danantara, Geo Dipa Disiapkan sebagai Pengganti, Rosan Irit Bicara

Dede Kusdinar Dukung Forum Masagi, Dorong Pengembangan Panas Bumi Papandayan Berbasis Kerakyatan

Dede Kusdinar Dukung Forum Masagi, Dorong Pengembangan Panas Bumi Papandayan Berbasis Kerakyatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

16 Februari 2025
Babak Baru Proyek Panas Bumi Baturaden, Futura Energi Masuk Lewat Ardhantara

Babak Baru Proyek Panas Bumi Baturaden, Futura Energi Masuk Lewat Ardhantara

22 Agustus 2025
Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

7 Februari 2025
PLTP Patuha Membangun Indonesia dengan Energi Hijau

Daftar Lengkap 11 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Jawa Barat Serta Detilnya

5 Maret 2025
PT Supreme Energy

PT Supreme Energy Genjot Pengembangan PLTP Muara Laboh di Lampung Selatan

Pertamina Geothermal Energi berhasil optimalkan panas bumi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

PGE Berhasil Optimalkan Energi Panas Bumi, Menjaga Ekosistem dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Lima Perusahaan Panas Bumi Peroleh Proper Emas 2024 KLH, Berikut Ini Daftarnya

Lima Perusahaan Panas Bumi Peroleh Proper Emas 2024 KLH, Berikut Ini Daftarnya

Direktur Utama PGE, Julfi Hadi saat menerima Penghargaan Proper Emas dari KLH untuk PGE Area Kamojang dan Ulubelu

PGE Raih PROPER Emas ke-14 Berturut-turut, Pengelolaan Green Ecosystem Berdampak Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat

JICA dan Bank Dunia Kucurkan Rp8,6 Triliun untuk Tiga Proyek Panas Bumi PGE

JICA dan Bank Dunia Kucurkan Rp8,6 Triliun untuk Tiga Proyek Panas Bumi PGE

6 Juni 2026
Kepala Pusat Riset Geologi BRIN Iwan Setiawan: Hidrogeokimia Percepat Eksplorasi Panas Bumi Indonesia

Kepala Pusat Riset Geologi BRIN Iwan Setiawan: Hidrogeokimia Percepat Eksplorasi Panas Bumi Indonesia

5 Juni 2026
Pakar ITB Retno Gumilang Dewi: Panas Bumi Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia.

Pakar ITB Retno Gumilang Dewi: Panas Bumi Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia.

5 Juni 2026
Adrian Tawakal: Indonesia Miliki Potensi Panas Bumi 23,76 GW, Baru 2,13 GW Dimanfaatkan.

Adrian Tawakal: Indonesia Miliki Potensi Panas Bumi 23,76 GW, Baru 2,13 GW Dimanfaatkan.

3 Juni 2026

Recent News

JICA dan Bank Dunia Kucurkan Rp8,6 Triliun untuk Tiga Proyek Panas Bumi PGE

JICA dan Bank Dunia Kucurkan Rp8,6 Triliun untuk Tiga Proyek Panas Bumi PGE

6 Juni 2026
Kepala Pusat Riset Geologi BRIN Iwan Setiawan: Hidrogeokimia Percepat Eksplorasi Panas Bumi Indonesia

Kepala Pusat Riset Geologi BRIN Iwan Setiawan: Hidrogeokimia Percepat Eksplorasi Panas Bumi Indonesia

5 Juni 2026
Pakar ITB Retno Gumilang Dewi: Panas Bumi Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia.

Pakar ITB Retno Gumilang Dewi: Panas Bumi Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia.

5 Juni 2026
Adrian Tawakal: Indonesia Miliki Potensi Panas Bumi 23,76 GW, Baru 2,13 GW Dimanfaatkan.

Adrian Tawakal: Indonesia Miliki Potensi Panas Bumi 23,76 GW, Baru 2,13 GW Dimanfaatkan.

3 Juni 2026
Berita Geothermal

beritageothermal.com merupakan media yang berfokus pada peliputan, analisis, dan kajian potensi panas bumi (geothermal) berbasis data dan kebijakan.

Alamat:
Jalan Proklamasi No. 68 2 Pegangsaan, Menteng Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | Email: redaksi@beritageothermal.com

Follow Us

Berita Geothermal

kabariku.com | sorotmerahputih.com

  • About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In