Berita Geothermal — Lima proyek pengembangan panas bumi milik Star Energy Geothermal (SEG), anak usaha Barito Renewables Energy Tbk (BREN), resmi diluncurkan dan ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap hingga 2026.
Proyek-proyek panas bumi ini tak hanya memperkuat bauran energi bersih nasional, tetapi juga membuka peluang kerja bagi ribuan warga Jawa Barat.
Kelima proyek Star Energy Gothermal tersebut merupakan bagian dari delapan proyek energi panas bumi yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 26 Juni lalu.
Total kapasitas listrik yang akan dihasilkan mencapai 112 megawatt (MW), dengan nilai investasi keseluruhan mencapai USD365 juta atau sekitar Rp5,9 triliun.
Kelima proyek tersebut meliputi:
- Salak Binary
- Kapasitas: 16,6 MW
- Investasi: USD45,5 juta
- Target operasi: Februari 2025
- Wayang Windu Unit 3
- Kapasitas: 30 MW
- Investasi: USD106,3 juta
- Target operasi: Desember 2026
- Salak Unit 7
- Kapasitas: 40 MW
- Investasi: USD133 juta
- Target operasi: Desember 2026
- Retrofitting Salak Unit 4, 5, dan 6
- Tambahan kapasitas: 7,2 MW
- Investasi: USD23 juta
- Target operasi: Agustus 2025
- Retrofitting Wayang Windu Unit 1 dan 2
- Tambahan kapasitas: 18,4 MW
- Investasi: USD57 juta
- Target operasi: Januari 2026
Kelima proyek ini merupakan pengembangan dari pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) eksisting yang berlokasi di Salak dan Wayang Windu, Jawa Barat.
Menurut Direktur Utama Barito Renewables, Hendra Soetjipto Tan, proyek-proyek tersebut akan menyerap sekitar 3.300 tenaga kerja, dengan prioritas pemberdayaan masyarakat lokal.
“Selain berkontribusi terhadap target Net Zero Emission 2060, proyek ini membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar,” ungkap Hendra.
Proyek-proyek ini juga mengusung teknologi terbaru yang efisien dan ramah lingkungan, seperti 3D turbine blade design, power plant single flash technology, dan integrated control system.
Teknologi ini dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan uap serta meningkatkan efisiensi operasional dan lingkungan.
Manajemen SEG telah meninjau langsung progres pengerjaan proyek-proyek ini dan menyatakan komitmen kuat untuk terus mendukung transisi energi bersih Indonesia.
“Dengan semangat kolaborasi, kami terus melangkah menuju visi besar: restore the health of the Earth and live better lives,” ujar Hendra Soetjipto Tan.
Ia menegaskan, SEG menargetkan menjadi operator panas bumi kelas dunia dengan kapasitas 1.900 MW pada 2032.
Dengan hadirnya lima proyek panas bumi ini, bukan hanya energi bersih yang digenjot, tetapi juga terbuka peluang besar bagi masyarakat Jawa Barat untuk tumbuh bersama dalam era energi hijau yang berkelanjutan.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















