• About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy
Minggu, Oktober 11, 2026
  • Login
Berita Geothermal
No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
Home Geothermal

Direktur IRESS Marwan Batubara: Panas Bumi 27 GW Bisa Jadi Andalan Indonesia Capai NZE 2060.

Irfan Ardhiyanto by Irfan Ardhiyanto
8 Juni 2026
in Geothermal
A A
0
Direktur IRESS Marwan Batubara: Panas Bumi 27 GW Bisa Jadi Andalan Indonesia Capai NZE 2060.

Potensi panas bumi Indonesia mencapai 27 GW dan menjadi modal besar menuju Net Zero Emission 2060.(Istimewa)

Share Share ShareShareShare

Jakarta, Beritageothermal.com – Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemimpin energi bersih dunia berkat potensi panas bumi (geothermal) yang mencapai sekitar 27 gigawatt (GW). Dengan cadangan terbesar di dunia tersebut, energi panas bumi dinilai dapat menjadi pilar penting dalam mendukung transisi energi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Saat ini, pemanfaatan panas bumi di Indonesia masih berada pada kisaran 2 hingga 3 GW. Kondisi tersebut justru menunjukkan masih terbukanya ruang pengembangan yang sangat besar untuk meningkatkan pasokan listrik bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, menilai panas bumi merupakan salah satu sumber energi yang memiliki keunggulan kompetitif karena mampu menghasilkan listrik secara stabil dan ramah lingkungan.

RelatedPosts

UNTR Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, Proyek Panas Bumi SERD Berpeluang Capai 220 MW

PGE Cetak Laba US$79,6 Juta di Semester I 2026, Produksi Panas Bumi Tembus Rekor

Indonesia Peringkat 2 Dunia Produsen Listrik Panas Bumi, Potensinya Baru Dimanfaatkan 10%

“Kalau kita bicara biaya pembangkitan listrik, PLTP sebenarnya termasuk murah. Memang bukan yang paling murah karena PLTA masih lebih rendah, tetapi panas bumi sangat kompetitif dan ramah lingkungan,” kata Marwan, Jumat (5/6).

Peluang Besar Mendorong Investasi Energi Bersih

Menurut Marwan, salah satu tantangan utama dalam pengembangan panas bumi adalah tingginya biaya investasi awal dan risiko eksplorasi. Namun, tantangan tersebut dapat menjadi peluang bagi pemerintah untuk memperkuat perannya dalam menciptakan iklim investasi yang lebih menarik.

Ia menilai dukungan negara pada tahap eksplorasi akan mampu mempercepat pengembangan proyek-proyek panas bumi yang selama ini belum tergarap optimal.

“Risiko eksplorasi inilah yang selama ini menjadi hambatan. Seharusnya negara bisa mengambil peran lebih besar untuk menanggung sebagian risiko tersebut agar investasi dapat bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, sektor panas bumi berpotensi menarik investasi jangka panjang sekaligus menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional.

Energi Panas Bumi Dinilai Mampu Memperkuat Transisi Energi

Di tengah upaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, panas bumi dinilai memiliki posisi strategis karena mampu menyediakan listrik bersih secara berkelanjutan selama 24 jam.

Marwan menilai pengembangan geothermal perlu menjadi prioritas nasional mengingat Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah dan tersebar di berbagai wilayah.

Menurutnya, pengembangan energi bersih harus didukung tata kelola yang baik agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Transparansi Jadi Kunci Kepercayaan Investor

Marwan menekankan pentingnya transparansi dalam setiap tahapan pengembangan proyek energi. Penggunaan standar internasional dinilai dapat meningkatkan kepercayaan investor sekaligus memastikan biaya proyek tetap efisien.

Salah satu instrumen yang dapat digunakan adalah Levelized Cost of Energy (LCOE), yaitu metode yang lazim digunakan secara global untuk menghitung biaya produksi listrik sepanjang umur proyek.

“Kalau biaya proyek jauh di atas standar internasional, tentu harus dipertanyakan. Di sinilah pentingnya transparansi dan pengawasan publik,” ujarnya.

Menurut dia, tata kelola yang akuntabel akan menjadi fondasi penting bagi percepatan investasi energi bersih di Indonesia.

BUMN dan Danantara Berpeluang Menjadi Motor Pengembangan

Marwan optimistis Indonesia memiliki kapasitas yang cukup untuk mempercepat pengembangan panas bumi melalui perusahaan-perusahaan milik negara.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut Pertamina Geothermal Energy, PLN, dan Geo Dipa Energi sebagai perusahaan yang memiliki pengalaman dan kemampuan untuk menjadi ujung tombak pengembangan geothermal nasional.

Selain itu, keberadaan Danantara dinilai dapat menjadi instrumen strategis dalam memperkuat pembiayaan proyek-proyek energi bersih.

“Kalau negara memiliki instrumen pembiayaan yang kuat, biaya modal bisa ditekan sehingga listrik yang dihasilkan menjadi lebih murah dan manfaatnya kembali kepada masyarakat,” ujarnya.

Buka Lapangan Kerja dan Dorong Ekonomi Daerah

Tidak hanya berkontribusi terhadap penyediaan energi bersih, pengembangan panas bumi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

Marwan menilai proyek geothermal dapat membuka lapangan kerja baru, memperkuat usaha mikro dan koperasi lokal, serta menciptakan berbagai aktivitas ekonomi produktif di daerah.

Karena itu, keterlibatan masyarakat sejak tahap awal pengembangan menjadi faktor penting untuk memastikan manfaat proyek dapat dirasakan secara langsung.

“Seharusnya masyarakat dipersiapkan sejak awal, diberikan pemahaman, dilibatkan dalam kegiatan ekonomi, dan memperoleh manfaat langsung dari proyek yang dibangun,” katanya.

Momentum Besar Menuju Masa Depan Energi Bersih

Dengan potensi mencapai 27 GW, panas bumi dinilai dapat menjadi salah satu aset strategis Indonesia dalam membangun sistem energi yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan.

Marwan menegaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah komitmen kuat untuk menjadikan panas bumi sebagai prioritas pembangunan energi nasional.

“Potensinya sangat besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian politik untuk menjadikan panas bumi sebagai prioritas energi nasional sekaligus memastikan pengelolaannya bersih dari kepentingan sempit,” pungkasnya.

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

Tags: Danantaraenergi bersihEnergi TerbarukanGeo Dipa Energigeothermal IndonesiaNZE 2060panas bumi IndonesiaPertamina Geothermal EnergyPLNPLTPtransisi energi
ShareSendSharePinSend
Previous Post

JICA dan Bank Dunia Kucurkan Rp8,6 Triliun untuk Tiga Proyek Panas Bumi PGE

Next Post

Dedi Mulyadi Buka Ruang Dialog Geotermal, Pastikan Aspirasi Warga Didengar

Related Posts

UNTR Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, Proyek Panas Bumi SERD Berpeluang Capai 220 MW

UNTR Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, Proyek Panas Bumi SERD Berpeluang Capai 220 MW

9 Oktober 2026
PGE Cetak Laba US$79,6 Juta di Semester I 2026, Produksi Panas Bumi Tembus Rekor

PGE Cetak Laba US$79,6 Juta di Semester I 2026, Produksi Panas Bumi Tembus Rekor

7 Oktober 2026
Indonesia Peringkat 2 Dunia Produsen Listrik Panas Bumi, Potensinya Baru Dimanfaatkan 10%

Indonesia Peringkat 2 Dunia Produsen Listrik Panas Bumi, Potensinya Baru Dimanfaatkan 10%

5 Oktober 2026
Geo Dipa Ungkap Investasi Hijau US$60 Miliar, Panas Bumi Jadi Mesin Ekonomi

Geo Dipa Ungkap Investasi Hijau US$60 Miliar, Panas Bumi Jadi Mesin Ekonomi

5 Oktober 2026
PGE Mulai Bor Sumur Kedua untuk PLTP Lumut Balai Unit 3

PGE Mulai Bor Sumur Kedua untuk PLTP Lumut Balai Unit 3

24 September 2026
100 Tahun Panas Bumi Nasional, PGE Bidik Peran Strategis Energi Baseload di Era Data Center dan AI

100 Tahun Panas Bumi Nasional, PGE Bidik Peran Strategis Energi Baseload di Era Data Center dan AI

12 September 2026
Next Post
Dedi Mulyadi Buka Ruang Dialog Geotermal, Pastikan Aspirasi Warga Didengar

Dedi Mulyadi Buka Ruang Dialog Geotermal, Pastikan Aspirasi Warga Didengar

ESDM Buka Suara! Geotermal Disebut Tak Bikin Sumur Warga Kering, Ini Penjelasannya

ESDM Buka Suara! Geotermal Disebut Tak Bikin Sumur Warga Kering, Ini Penjelasannya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Geothermal

beritageothermal.com merupakan media yang berfokus pada peliputan, analisis, dan kajian potensi panas bumi (geothermal) berbasis data dan kebijakan.

Alamat:
Jalan Proklamasi No. 68 2 Pegangsaan, Menteng Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | Email: redaksi@beritageothermal.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

7 Februari 2025
Geothermal Ciremai Jadi Sorotan, DPRD Kuningan Minta Pemda Tak Gegabah

Geothermal Ciremai Jadi Sorotan, DPRD Kuningan Minta Pemda Tak Gegabah

29 September 2026
Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

16 Februari 2025
Daftar Lengkap 13 Titik Potensi Panas Bumi di Provinsi Jawa Timur

Daftar Lengkap 13 Titik Potensi Panas Bumi di Provinsi Jawa Timur

25 Februari 2025
PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

9 Oktober 2026
UNTR Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, Proyek Panas Bumi SERD Berpeluang Capai 220 MW

UNTR Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, Proyek Panas Bumi SERD Berpeluang Capai 220 MW

9 Oktober 2026
Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

7 Oktober 2026
PGE Cetak Laba US$79,6 Juta di Semester I 2026, Produksi Panas Bumi Tembus Rekor

PGE Cetak Laba US$79,6 Juta di Semester I 2026, Produksi Panas Bumi Tembus Rekor

7 Oktober 2026

Recent News

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

9 Oktober 2026
UNTR Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, Proyek Panas Bumi SERD Berpeluang Capai 220 MW

UNTR Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, Proyek Panas Bumi SERD Berpeluang Capai 220 MW

9 Oktober 2026
Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

7 Oktober 2026
PGE Cetak Laba US$79,6 Juta di Semester I 2026, Produksi Panas Bumi Tembus Rekor

PGE Cetak Laba US$79,6 Juta di Semester I 2026, Produksi Panas Bumi Tembus Rekor

7 Oktober 2026

Follow Us

Berita Geothermal

kabariku.com | sorotmerahputih.com | DJITUBERITA.COM

  • About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In