Jakarta, Berita Geothermal – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) resmi menerima surat pengunduran diri Direktur Utama, Julfi Hadi, yang disampaikan pada 25 November 2025. Informasi tersebut tercantum dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Corporate Secretary PGE, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa surat pengunduran diri tersebut telah diterima dan akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan Pasal 9 POJK 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
“Mengacu pada Pasal 8 ayat (3) POJK 33/2014, perusahaan wajib menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) paling lambat 90 hari kalender sejak diterimanya surat pengunduran diri,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Pengunduran diri Julfi Hadi menjadi dinamika penting di tubuh manajemen PGE, terlebih saat perusahaan tengah memperkuat portofolio pengembangan energi panas bumi untuk mendukung transisi energi nasional.
Hingga kini, PGE belum mengungkap alasan pengunduran diri maupun kandidat yang akan dibahas dalam RUPS mendatang.
Julfi Hadi dan Proyek Strategis Geotermal
Julfi Hadi menjabat sebagai Direktur Utama PGE selama 2,5 tahun, setelah diangkat pada Juni 2023.
Penunjukan tersebut dilakukan dalam rangka mendorong PGE menjadi perusahaan energi hijau kelas dunia dengan kapasitas terpasang geothermal terbesar secara global.
Julfi Hadi menggantikan Ahmad Yuniarto, yang sebelumnya memimpin PGE pada Februari 2021-Juni 2023 dan membawa perusahaan sukses melantai di Bursa Efek Indonesia pada 24 Februari 2023 melalui IPO senilai Rp9,05 triliun.
Sebagai profesional dengan pengalaman lebih dari 35 tahun di industri panas bumi, Julfi Hadi memiliki rekam jejak panjang. Lulusan University of Texas, El Paso, Amerika Serikat, tersebut meraih gelar Master of Science in Geology sekaligus Bachelor of Science in Geology.
Ia juga memperoleh penghargaan dari Geological Society of America South Central Section atas prestasi tesis pascasarjananya.
Dalam kariernya, Julfi terlibat di berbagai proyek geotermal strategis, termasuk pengembangan Wayang Windu Unit-2 berkapasitas 110 MW dan Darajat Unit-3 110 MWe.
RUPS yang akan digelar dalam 90 hari mendatang menjadi penentu arah baru kepemimpinan PGE di tengah komitmen perusahaan memperluas kontribusi energi bersih untuk Indonesia.***
Baca juga :
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















