Jakarta, Beritageothermal.com – Selama ini panas bumi identik dengan pembangkit listrik ramah lingkungan. Namun di sejumlah daerah penghasil energi panas bumi, manfaat yang dirasakan masyarakat ternyata jauh lebih luas dibandingkan sekadar pasokan listrik.
Dana pembangunan desa, perbaikan infrastruktur, rehabilitasi sekolah, penguatan ketahanan pangan hingga pemberdayaan ekonomi warga menjadi sebagian dampak nyata yang lahir dari pengembangan energi panas bumi di Indonesia.
Gambaran tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Panas Bumi di Jakarta, Rabu (17/6/2026), yang menyoroti kontribusi sektor geothermal terhadap pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai pemanfaatan panas bumi kini berkembang menjadi instrumen pembangunan yang mampu menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasi.
Koordinator Investasi dan Kerja Sama Panas Bumi Kementerian ESDM Mustika Delimantoro mengatakan, potensi panas bumi tidak berhenti pada produksi listrik semata.
“Panas bumi tidak hanya menghasilkan energi listrik, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara langsung untuk meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, dan menciptakan nilai tambah bagi daerah,” ujarnya.
Miliaran Rupiah Mengalir untuk Pembangunan Daerah
Kabupaten Garut menjadi salah satu contoh daerah yang merasakan dampak ekonomi dari pengembangan panas bumi.
Dalam kurun satu dekade terakhir, pemerintah daerah memperoleh bonus produksi panas bumi yang digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana menyebutkan, sepanjang 2015 hingga 2025 total bonus produksi yang diterima daerah mencapai Rp 137,84 miliar.
“Bonus produksi panas bumi telah menjadi instrumen penting yang memungkinkan pemerintah daerah mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan,” kata Nurdin.
Dana tersebut kemudian dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program prioritas.
Pada 2025 misalnya, Pemerintah Kabupaten Garut mengalokasikan Rp 14,43 miliar untuk bantuan keuangan desa, dukungan sarana keagamaan, serta pembangunan sejumlah ruas jalan yang menjadi akses vital masyarakat.
Sementara pada 2026, anggaran bonus produksi dimanfaatkan untuk pembangunan tanggul sungai, rehabilitasi irigasi, penyediaan air bersih, pembangunan fasilitas sanitasi, perbaikan jalan desa, hingga rehabilitasi sekolah.
Energi Bersih yang Menggerakkan Ekonomi Warga
Selain memberikan kontribusi fiskal bagi daerah, sektor panas bumi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Salah satu contoh datang dari Star Energy Geothermal yang mengelola wilayah kerja panas bumi Wayang Windu, Darajat, dan Salak dengan kapasitas terpasang mencapai 929,3 megawatt (MW).
Produksi energi dari ketiga wilayah tersebut setara dengan kebutuhan listrik sekitar 1,44 juta rumah tangga setiap tahun.
Namun menurut Kepala Teknik Panas Bumi Star Energy Geothermal Wayang Windu Ismail Hidayat, keberhasilan industri panas bumi tidak hanya dilihat dari angka produksi energi.
“Keberhasilan pengembangan panas bumi tidak hanya diukur dari energi yang dihasilkan, tetapi juga dari dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pemberdayaan masyarakat yang mendorong lahirnya usaha budidaya jamur berbasis komunitas.
Program yang dikenal dengan nama Tumbuh Bersama itu berkembang menjadi Genki Noko Farm dengan kapasitas produksi mencapai 40.000 baglog jamur.
Tidak hanya menciptakan aktivitas ekonomi baru, usaha tersebut juga membantu penyediaan bahan pangan untuk program pencegahan stunting di wilayah sekitar.
Dari sisi lingkungan, pemanfaatan limbah pertanian berupa jerami padi dan kulit kopi sebagai media tanam jamur turut membantu mengurangi emisi gas rumah kaca hingga sekitar 3.787 kilogram CO2 ekuivalen per tahun.
Program tersebut bahkan membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat hingga Rp 12,75 juta per tahun.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

















