Jakarta, Berita Geothermal – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) memperkuat posisi dalam pengembangan energi bersih setelah empat proyek strategis panas buminya ditetapkan dalam Blue Book 2025-2029 oleh Kementerian PPN/Bappenas.
Penetapan ini menjadi pijakan penting bagi PGE dalam mendorong pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi masa depan Indonesia.
Direktur Eksplorasi & Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, menyebut keputusan tersebut sebagai momentum besar bagi perusahaan dan sektor energi bersih nasional.
“Masuknya empat proyek kami dalam Blue Book menunjukkan bahwa pemerintah melihat potensi besar pengembangan geothermal sebagai tulang punggung transisi energi. Ini sebuah penegasan bahwa panas bumi adalah energi strategis bagi masa depan Indonesia,” kata Edwil dalam keterangannya, dikutip Sabtu (06/12/2025).
Empat proyek yang masuk dalam Blue Book mencakup Lumut Balai Unit 3, Lumut Balai Unit 4, Gunung Tiga/Ulubelu Extension I, serta Lahendong Unit 7-8 & Binary.
Total nilai investasi proyek tersebut mencapai lebih dari USD 1,09 miliar, dengan kapasitas tambahan listrik rendah emisi mencapai 215 MW yang diproyeksikan beroperasi antara 2029 hingga 2032.
Edwil menegaskan bahwa pengembangan proyek-proyek ini tidak sekadar meningkatkan kapasitas energi bersih, tetapi juga memberi pengaruh langsung kepada masyarakat.
“Multiplier effects-nya sangat luas. Kita bicara penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekonomi lokal, hingga stabilitas pasokan listrik di berbagai wilayah. Kami ingin memastikan manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Potensi Pembiayaan Internasional
Keempat proyek tersebut juga berpeluang memperoleh pendanaan internasional melalui skema indicative concessional loan dari lembaga multilateral seperti World Bank, ADB, JBIC, atau JICA, dengan estimasi nilai mencapai USD 613 juta.
Menurut Edwil, peluang pembiayaan ini semakin memperkuat kelayakan proyek.
“Skema pendanaan berbunga rendah dan berjangka panjang akan meningkatkan IRR kami sebesar 1 sampai 3 persen. Ini sangat penting untuk keberlanjutan investasi jangka panjang,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa proses negosiasi pembiayaan segera dimulai.
“Kami sedang mempersiapkan seluruh dokumen teknis dan finansial. Dalam beberapa waktu ke depan kami akan bernegosiasi dengan lembaga multilateral untuk mendapatkan term pendanaan paling optimal,” jelas Edwil.
Proyek Strategis di Tiga Pulau Besar
Setiap proyek memiliki nilai strategis berbeda:
Lumut Balai Unit 3 (USD 305 juta) dan Unit 4 (USD 290 juta) memperkuat klaster geothermal di Sumatera Selatan.
Gunung Tiga/Ulubelu Extension I (USD 227 juta) di Lampung akan memanfaatkan teknologi two-phase binary untuk peningkatan efisiensi.
Lahendong Unit 7-8 & Binary (USD 274 juta) memperluas pengembangan geothermal di Sulawesi Utara, salah satu pusat cadangan panas bumi terbesar Indonesia.
Edwil menyebut teknologi baru yang diterapkan sebagai nilai tambah proyek.
“Teknologi two-phase binary akan meningkatkan efisiensi konversi energi. Kami ingin memastikan setiap investasi membawa hasil maksimal bagi negara dan masyarakat,” ujarnya.
Menuju Green Book
PGE saat ini juga tengah menyiapkan readiness criteria untuk masuk ke Green Book, yang menjadi syarat utama membuka akses pendanaan penuh dari luar negeri.
“Kami bekerja bersama Pertamina, Bappenas, dan Kementerian Keuangan untuk memastikan seluruh aspek-teknis, sosial, lingkungan, hingga finansial-siap sepenuhnya. Target kami jelas: PGE harus berada di barisan terdepan energi hijau Indonesia,” kata Edwil.
Ia menutup dengan penegasan komitmen perusahaan dalam transisi energi nasional.
“Kami ingin Indonesia menjadi pusat energi hijau dunia. Dengan inovasi teknologi dan pengembangan potensi 3 GW panas bumi, kami yakin geothermal akan menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional di masa depan,” tutupnya.
Dengan masuknya proyek-proyek tersebut ke dalam Blue Book dan langkah menuju Green Book, PGE kini berada dalam posisi strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur energi bersih sekaligus memperkuat ekonomi nasional berbasis energi berkelanjutan.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















