Jakarta, Berita Geothermal – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) bersama PT PLN Indonesia Power melangkah lebih jauh dalam pengembangan energi panas bumi nasional. Kedua pihak kini resmi mengantongi kesepakatan tarif listrik dengan PT PLN (Persero) untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Bottoming Unit berkapasitas 15 megawatt (MW).
Kesepakatan itu dituangkan melalui penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Tarif yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat. Penetapan tarif menjadi salah satu syarat utama sebelum proyek memasuki tahap pengembangan lanjutan melalui skema Independent Power Producer (IPP).
Proyek Lahendong Bottoming Unit mengusung teknologi binary atau bottoming cycle, yakni teknologi yang memanfaatkan panas sisa dari pembangkit panas bumi yang sudah beroperasi untuk menghasilkan tambahan energi listrik.
Lewat teknologi tersebut, energi panas yang sebelumnya belum termanfaatkan dapat diolah kembali sehingga meningkatkan efisiensi produksi listrik dari sumber panas bumi.
Direktur Utama PGEO Ahmad Yani menyebut kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pengembangan energi bersih sekaligus memaksimalkan potensi panas bumi nasional.
“Melalui teknologi ini, panas sisa yang sebelumnya belum termanfaatkan dapat dikonversi kembali menjadi listrik, sehingga meningkatkan efisiensi pembangkitan sekaligus memperkuat kontribusi panas bumi dalam bauran energi bersih nasional,” kata Ahmad Yani.
Setelah tarif listrik disepakati, proyek akan masuk ke tahapan berikutnya, mulai dari pembentukan perusahaan patungan atau joint venture, pengerjaan Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC), hingga penyusunan perjanjian jual beli listrik atau Power Purchase Agreement (PPA).
PLTP Lahendong Bottoming Unit ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2028.
Sebelumnya, PGEO dan PLN Indonesia Power juga telah mencapai kesepakatan tarif listrik untuk proyek PLTP Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 MW pada akhir 2025.
Dua proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan 19 proyek panas bumi eksisting dengan total kapasitas sekitar 530 MW yang tengah dipersiapkan PGEO.
Saat ini PGEO mengelola kapasitas terpasang panas bumi sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi. Perseroan juga terus memperluas pengembangan proyek panas bumi guna mendukung peningkatan pasokan energi hijau nasional.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

















