Garut, Berita Geothermal – Konsolidasi pembangunan berbasis aspirasi masyarakat terus diperkuat di wilayah Jawa Barat. Hal ini ditandai dengan deklarasi Forum Masyarakat Masagi Peduli Panas Bumi Papandayan yang digelar di Kecamatan Cisurupan, sebagai wadah kolaborasi lintas desa dalam mengawal pembangunan daerah.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Dede Kusdinar ini, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pembentukan forum tersebut.

Ia menilai kehadiran Forum Masagi menjadi langkah strategis dalam menyatukan kekuatan tokoh masyarakat dan 18 kepala desa se-Kecamatan Cisurupan. Sebagai putra daerah Cisurupan, Dede menegaskan pentingnya forum ini sebagai jembatan aspirasi masyarakat.
Deklarasi Perkuat Sinergi Berbasis Kerakyatan
Deklarasi turut dihadiri ulama, tokoh pemuda, Ketua APDESI Kecamatan Cisurupan, serta para kepala desa yang berkomitmen memperkuat sinergi pembangunan berbasis kebutuhan warga.
“Forum ini harus menjadi agen perubahan yang mampu menjembatani kepentingan antar-desa. Dengan 18 desa di Cisurupan, diperlukan wadah strategis untuk mengawal kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Dede. Sabtu (25/4/2026).
Lebih jauh, Dede menyoroti besarnya potensi energi panas bumi di kawasan Gunung Papandayan. Ia menilai pengembangan sektor geothermal di wilayah tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional, termasuk program prioritas di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Menurutnya, potensi panas bumi Papandayan tidak hanya penting sebagai sumber energi, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi lokal jika dikembangkan secara terintegrasi dengan sektor pariwisata, pertanian, dan kehutanan.
Pengembangan Panas Bumi Perkuat Ekonomi Kerakyatan
“Ini bukan sekadar proyek energi. Pengembangan panas bumi harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kerakyatan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Cisurupan,” tegasnya.
Dukungan dari legislator tingkat provinsi tersebut menjadi dorongan moral bagi para deklarator Forum Masagi. Kolaborasi antara tokoh masyarakat, ulama, dan pemerintah desa diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang transparan, inklusif, dan tetap berpijak pada kearifan lokal.
Dede juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat di Cisurupan, agar potensi sumber daya alam di kawasan Papandayan dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan demi kesejahteraan warga.*
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















