Berita Geothermal — Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha Unit 2 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, membuka peluang besar bagi penyerapan tenaga kerja lokal. PT Geo Dipa Energi (Persero), selaku pengembang proyek, mengumumkan kebutuhan sekitar 500 tenaga kerja yang akan direkrut selama masa puncak pembangunan pada 2026 hingga awal 2027.
Direktur Utama Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis, menjelaskan bahwa perusahaan akan mengutamakan tenaga kerja lokal, terutama dari desa-desa sekitar wilayah kerja panas bumi (WKP) Patuha. Dari total kebutuhan tersebut, 150 posisi akan diperuntukkan bagi tenaga kerja non-terampil (unskilled) yang akan mendapatkan pelatihan langsung dari para kontraktor mitra.
“Kami akan bekerjasama dengan seluruh desa sekitar lokasi proyek untuk merekrut 150 tenaga kerja unskilled. Mereka akan mendapat pelatihan dari kontraktor kami sebelum mulai bekerja,” ungkap Yudistian dalam acara sosialisasi, Sabtu (14/6/2025).
Selain tenaga kerja non-terampil, Geo Dipa juga membuka peluang bagi lulusan SMK, D3, hingga S1 untuk berbagai posisi teknis dan administrasi. Kesempatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat sekitar dan menciptakan dampak ekonomi positif di wilayah Kabupaten Bandung.
Saat ini, sekitar 60 persen tenaga kerja yang sudah direkrut berasal dari Kabupaten Bandung. Dari jumlah itu, 20 persen merupakan warga sekitar WKP Patuha atau kawasan Pacira. Jika diperluas ke tingkat provinsi, persentasenya mencapai 80 persen berasal dari Jawa Barat, dan hanya 20 persen yang berasal dari luar provinsi.
“Komposisi ini menunjukkan komitmen kami dalam mengutamakan tenaga kerja lokal. Kami ingin masyarakat sekitar juga merasakan manfaat langsung dari proyek strategis nasional ini,” tambah Yudistian.
Sebelumnya, Geo Dipa telah menuntaskan pengeboran 12 sumur dengan tingkat keberhasilan tinggi dan tanpa kecelakaan kerja (zero fatality), sebuah capaian penting dalam proyek geothermal berskala besar ini.
Dukungan terhadap proyek ini juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Bupati Dadang Supriatna menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pembangunan PLTP Patuha 2, dengan syarat proyek tersebut memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Proyek strategis nasional ini saya dukung 100 persen. Tapi harus ada keseimbangan, pemerintah daerah juga harus mendapat benefit untuk pembangunan Kabupaten Bandung,” tegasnya.
Saat ini, proyek PLTP Patuha Unit 2 telah memasuki tahap Engineering, Procurement, and Construction (EPC), yang dikerjakan oleh konsorsium PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) dan PT Wasa Mitra Engineering (WME). Penandatanganan kontrak EPC berlangsung pada 12 Desember 2024 di Jakarta dan disaksikan oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Daerah, PLN, Asian Development Bank (ADB), serta JETP Indonesia.
Dengan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, proyek PLTP Patuha Unit 2 diharapkan tak hanya menjadi solusi ketahanan energi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja yang masif dan inklusif.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















