• About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy
Sabtu, Mei 23, 2026
  • Login
Berita Geothermal
No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
Home Satwa

Maleo, Burung Purba dari Sulawesi yang Menitipkan Telurnya pada Panas Bumi

Irfan Ardhiyanto by Irfan Ardhiyanto
23 Mei 2026
in Satwa
A A
0
Maleo, Burung Purba dari Sulawesi yang Menitipkan Telurnya pada Panas Bumi

Burung maleo asal Sulawesi memiliki cara unik menetaskan telur menggunakan panas bumi dan sinar matahari. (Istimewa)

Share Share ShareShareShare

Jakarta, Beritageothermal.com – Di tengah hutan dan pesisir Sulawesi Tengah, hidup seekor burung endemik yang memiliki cara berkembang biak tidak lazim. Burung maleo tidak mengerami telurnya seperti unggas pada umumnya. Satwa langka ini justru memanfaatkan panas bumi dan terik matahari sebagai “inkubator alami” untuk menetaskan keturunannya.

Burung bernama ilmiah Macrocephalon maleo itu dikenal lewat bentuk kepalanya yang unik. Di bagian atas kepala terdapat tonjolan hitam menyerupai helm kecil dengan ujung meruncing. Tubuhnya didominasi warna gelap dengan perpaduan semburat jingga di area tertentu.

Maleo merupakan satwa khas Pulau Sulawesi yang hidup berkelompok dan aktif mencari makan di permukaan tanah pada siang hari. Namun, keistimewaan utama burung ini bukan terletak pada bentuk tubuhnya, melainkan pola reproduksi yang jarang ditemukan pada spesies burung lain di dunia.

RelatedPosts

No Content Available

Mengandalkan Geotermal untuk Menetaskan Anak

Penelitian yang dimuat dalam buku Mengenal Lebih Dekat Satwa Langka Indonesia dan Memahami Pelestariannya terbitan Badan Riset dan Inovasi Nasional mengungkap bahwa maleo tidak menetaskan telur dengan cara dierami induknya.

Saat musim bertelur tiba, maleo akan mencari kawasan berpasir yang memiliki suhu hangat alami dari sumber panas bumi atau paparan sinar matahari. Di lokasi itulah telur dikubur hingga beberapa puluh sentimeter di bawah permukaan tanah.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan menyebut tonjolan di kepala maleo diduga membantu mendeteksi suhu tanah yang cocok untuk proses penetasan.

Cara berkembang biak ini berkaitan dengan ukuran telur maleo yang tidak biasa. Dibanding ukuran tubuh induknya, telur maleo tergolong sangat besar dan disebut bisa mencapai lima kali lebih besar dibanding telur ayam dalam proporsi tubuh.

Setelah dikubur, telur dibiarkan menetas secara alami selama kurang lebih 80 hari tanpa pengawasan induk. Begitu menetas, anak maleo harus berjuang sendiri keluar dari timbunan pasir untuk bertahan hidup.

Tak sedikit anak maleo gagal mencapai permukaan karena terjebak dalam pasir yang terlalu padat atau kondisi lingkungan yang tidak mendukung.

Perubahan Iklim Mulai Mengancam

Ketergantungan terhadap suhu alami membuat maleo sangat rentan terhadap perubahan iklim.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat perubahan pola cuaca di Sulawesi Tengah berpotensi mengganggu proses penetasan telur maleo.

“Variabilitas unsur-unsur iklim tersebut berpotensi memengaruhi keberhasilan penetasan telur Maleo dan keberlanjutan populasinya,” tulis BMKG.

Curah hujan tinggi dapat meningkatkan kelembapan tanah di lokasi peneluran sehingga memengaruhi perkembangan embrio. Sebaliknya, suhu tanah yang terlalu panas juga dapat mempercepat pertumbuhan embrio dan meningkatkan risiko kematian sebelum menetas.

Tekanan akibat perubahan iklim dinilai menjadi tantangan baru bagi keberlangsungan populasi maleo yang selama ini sudah menghadapi ancaman kerusakan habitat dan perburuan telur.

Ikon Langka Kebanggaan Sulawesi Tengah

Maleo telah lama menjadi simbol kekayaan fauna Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah menetapkan burung ini sebagai maskot provinsi sejak 24 Februari 1990 melalui Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor Kep. 188.44/1067/RO/BKLH.

Meski dikenal luas sebagai identitas daerah, populasi maleo di alam liar terus diawasi karena statusnya sebagai satwa dilindungi.

Pemerintah Indonesia menetapkan perlindungan terhadap maleo melalui Keputusan Menteri Pertanian RI No. 42/Kpts/Um/8/1970. Aturan tersebut melarang perdagangan, perburuan, hingga pengambilan telur maleo dari habitat aslinya.

Salah satu habitat peneluran terbesar maleo berada di Suaka Margasatwa Bakiriang. Kawasan konservasi itu menjadi benteng penting bagi upaya menjaga kelestarian salah satu burung paling unik di Indonesia tersebut.

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

Tags: BMKG Sulawesi TengahBurung maleofauna Sulawesi Tengahkonservasi maleomaleo Sulawesipanas bumi maleosatwa endemik Sulawesisatwa langka Indonesiatelur maleo
ShareSendSharePinSend
Previous Post

Mahasiswa UGM Sabet Juara 2 PETROLIDA 2026 lewat Inovasi Panas Bumi

Related Posts

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

16 Februari 2025
Babak Baru Proyek Panas Bumi Baturaden, Futura Energi Masuk Lewat Ardhantara

Babak Baru Proyek Panas Bumi Baturaden, Futura Energi Masuk Lewat Ardhantara

22 Agustus 2025
Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

7 Februari 2025
PLTP Patuha Membangun Indonesia dengan Energi Hijau

Daftar Lengkap 11 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Jawa Barat Serta Detilnya

5 Maret 2025
PT Supreme Energy

PT Supreme Energy Genjot Pengembangan PLTP Muara Laboh di Lampung Selatan

Pertamina Geothermal Energi berhasil optimalkan panas bumi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

PGE Berhasil Optimalkan Energi Panas Bumi, Menjaga Ekosistem dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Lima Perusahaan Panas Bumi Peroleh Proper Emas 2024 KLH, Berikut Ini Daftarnya

Lima Perusahaan Panas Bumi Peroleh Proper Emas 2024 KLH, Berikut Ini Daftarnya

Direktur Utama PGE, Julfi Hadi saat menerima Penghargaan Proper Emas dari KLH untuk PGE Area Kamojang dan Ulubelu

PGE Raih PROPER Emas ke-14 Berturut-turut, Pengelolaan Green Ecosystem Berdampak Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat

Maleo, Burung Purba dari Sulawesi yang Menitipkan Telurnya pada Panas Bumi

Maleo, Burung Purba dari Sulawesi yang Menitipkan Telurnya pada Panas Bumi

23 Mei 2026
Mahasiswa UGM Sabet Juara 2 PETROLIDA 2026 lewat Inovasi Panas Bumi

Mahasiswa UGM Sabet Juara 2 PETROLIDA 2026 lewat Inovasi Panas Bumi

22 Mei 2026
Geo Dipa Pasok Listrik Panas Bumi untuk Kawasan Industri Danareksa, KITB Batang Jadi Proyek Perdana

Geo Dipa Pasok Listrik Panas Bumi untuk Kawasan Industri Danareksa, KITB Batang Jadi Proyek Perdana

22 Mei 2026
Geothermal Atadei Dinilai Strategis, DPR Minta Pengembangan Tetap Lindungi Masyarakat Adat

Geothermal Atadei Dinilai Strategis, DPR Minta Pengembangan Tetap Lindungi Masyarakat Adat

22 Mei 2026

Recent News

Maleo, Burung Purba dari Sulawesi yang Menitipkan Telurnya pada Panas Bumi

Maleo, Burung Purba dari Sulawesi yang Menitipkan Telurnya pada Panas Bumi

23 Mei 2026
Mahasiswa UGM Sabet Juara 2 PETROLIDA 2026 lewat Inovasi Panas Bumi

Mahasiswa UGM Sabet Juara 2 PETROLIDA 2026 lewat Inovasi Panas Bumi

22 Mei 2026
Geo Dipa Pasok Listrik Panas Bumi untuk Kawasan Industri Danareksa, KITB Batang Jadi Proyek Perdana

Geo Dipa Pasok Listrik Panas Bumi untuk Kawasan Industri Danareksa, KITB Batang Jadi Proyek Perdana

22 Mei 2026
Geothermal Atadei Dinilai Strategis, DPR Minta Pengembangan Tetap Lindungi Masyarakat Adat

Geothermal Atadei Dinilai Strategis, DPR Minta Pengembangan Tetap Lindungi Masyarakat Adat

22 Mei 2026
Berita Geothermal

beritageothermal.com merupakan media yang berfokus pada peliputan, analisis, dan kajian potensi panas bumi (geothermal) berbasis data dan kebijakan.

Alamat:
Jalan Proklamasi No. 68 2 Pegangsaan, Menteng Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | Email: redaksi@beritageothermal.com

Follow Us

Berita Geothermal

kabariku.com | sorotmerahputih.com

  • About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In