Yogyakarta, Beritageothermal.com – Di tengah dorongan pemerintah mempercepat transisi energi bersih, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) mengambil langkah strategis dengan memperkuat kolaborasi bersama PT Geo Dipa Energi. Keduanya resmi menghadirkan co-working space dan ruang riset geotermal di kawasan Gedung ERIC dan SGLC FT UGM sebagai pusat pengembangan inovasi panas bumi berbasis kolaborasi industri dan akademisi.
Peresmian fasilitas tersebut bukan sekadar penambahan ruang kerja bersama. Kehadiran pusat riset ini menjadi simbol upaya serius mempercepat pemanfaatan energi panas bumi Indonesia yang selama ini dinilai masih jauh dari potensi sebenarnya.
Padahal, Indonesia dikenal sebagai negara dengan cadangan geotermal terbesar di dunia. Namun hingga kini, tingkat konsumsi listrik nasional masih berada di kisaran 1.500 kWh per kapita. Angka itu menunjukkan kebutuhan energi nasional diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Melalui ruang kolaboratif baru ini, mahasiswa, dosen, peneliti, hingga pelaku industri diharapkan dapat bekerja dalam satu ekosistem untuk menghasilkan inovasi energi yang lebih aplikatif dan siap diterapkan di lapangan.
Kepala Pusat Penelitian Panas Bumi FT UGM, Pri Utami, mengatakan pengembangan energi panas bumi tidak bisa hanya dilihat dari sisi eksplorasi dan pengeboran semata. Menurutnya, tantangan geotermal menyentuh banyak sektor, mulai dari lingkungan hingga kesejahteraan masyarakat.
FT UGM saat ini mengembangkan delapan fokus penelitian geotermal secara bersamaan. Klaster tersebut mencakup Geothermal Everywhere, Geothermal Environment, Geothermal Industrial Material, Geothermal Energy Extraction and Utilization Technology, Geothermal-Food-Water Nexus, Geothermal Social Engineering, Geothermal Economics, hingga Geothermal Regulations.
Melalui pendekatan multidisiplin itu, riset panas bumi diarahkan tidak hanya menghasilkan energi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar wilayah geotermal.
“Besar harapan saya agar perusahaan-perusahaan geotermal dapat saling bekerja sama,” ujar Pri Utami, dikutip dari laman resmi FT.UGM, Rabu (19/05).
Selain penguatan riset, FT UGM juga memperluas edukasi publik terkait energi panas bumi melalui pelibatan guru dan jurnalis. Langkah tersebut dilakukan agar pemahaman masyarakat mengenai potensi geotermal Indonesia semakin meningkat.
Sementara itu, PT Geo Dipa Energi dinilai menjadi mitra strategis karena memiliki rekam jejak panjang dalam industri panas bumi nasional. Perusahaan BUMN yang beroperasi di kawasan Dieng itu dikenal sebagai pelopor pengeboran geotermal pertama di Indonesia.
Direktur Utama PT Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis, menegaskan pihaknya membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi akademisi maupun peneliti yang ingin mengembangkan energi baru dan terbarukan di Indonesia.
“Mudah-mudahan ini menjadi kerja sama yang berkelanjutan agar kita bisa bersama-sama mencapai transisi energi yang direncanakan pemerintah,” kata Yudistian.
Ketua Engineering Research and Innovation Center (ERIC) FT UGM, Tumiran, menilai panas bumi menjadi salah satu solusi paling realistis untuk memenuhi kebutuhan energi nasional di masa depan.
Berbeda dengan energi berbasis cuaca seperti surya atau angin, geotermal mampu menghasilkan listrik secara stabil selama 24 jam penuh dengan emisi karbon yang relatif rendah.
Menurut Tumiran, keberadaan perusahaan energi di lingkungan kampus akan mempercepat proses hilirisasi riset. Mahasiswa memperoleh akses langsung terhadap pengalaman industri, sedangkan inovasi kampus dapat segera diuji dalam kondisi operasional nyata.
Wakil Dekan FT UGM, Sugeng Sapto Surjono, menyebut kolaborasi antara FT UGM dan PT Geo Dipa Energi sejatinya telah berlangsung selama puluhan tahun dan kini memasuki fase penguatan yang lebih konkret.
“Semoga kegiatan ini menjadi awal babak baru dalam studi geotermal ke depannya. Kolaborasi yang telah berlangsung selama 30 tahun ini dapat menjadi landasan kuat untuk akselerasi yang lebih besar di masa mendatang,” ujarnya.
Peresmian pusat kolaborasi tersebut turut ditandai dengan penyerahan simbolis co-working space, penyerahan paten inovasi geotermal, serta peluncuran buku The Future of Geothermal Indonesia karya Pri Utami.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini





















