Berita Geothermal — Dari seluruh rangkaian ITB International Geothermal Workshop (IIGW) 2025, dua hari ke depan, yaitu Rabu dan Kamis (19–20 Juni 2025), menjadi momen yang sangat penting.
Pasalnya, akan digelar Engineering Workshop yang menjadi bagian dari post-workshop khusus untuk memperdalam penerapan ilmu rekayasa dalam industri panas bumi.
Workshop ini akan berlangsung di Hall Room, Lantai 1, Gedung Energi, Institut Teknologi Bandung, dan difokuskan pada topik-topik teknis seputar pemodelan reservoir geothermal.
Acara ini menghadirkan instruktur utama dari Seequent, Jonathon Clearwater, seorang pakar teknik reservoir (Technical Domain Expert Reservoir Engineering) yang dikenal luas di industri.
Pada hari pertama, peserta akan mempelajari materi berjudul “Using Conceptual Model to Define Region and Grid Creation”, yang membahas bagaimana membangun model konseptual untuk keperluan simulasi reservoir.
Kemudian hari kedua akan berlanjut dengan topik “Comparing Conceptual and Numerical Model” serta “Forward Scenario and Forecast Pressure Drawdown”, yang akan menggali lebih dalam perbandingan pendekatan teknis dan prediksi kinerja sistem panas bumi.
Workshop ini menggunakan perangkat lunak Volsung Software dari Seequent, dan dirancang untuk menjadi ruang belajar interaktif bagi praktisi, akademisi, hingga pengambil kebijakan.
IIGW 2025 sendiri mengusung tema besar “Harmonizing Geothermal Energy: Bridging Power Production and Direct Utilization to Empower Communities”, yang bertujuan menjembatani pemanfaatan panas bumi untuk pembangkitan listrik maupun penggunaan langsung oleh masyarakat.
Berbagai tokoh nasional dan internasional dijadwalkan hadir sebagai pembicara dalam forum ini. Antara lain:
• Suryantini, Ketua IIGW sekaligus pengurus International Geothermal Association (IGA).
• Reini Wirahadikusuma, Rektor ITB periode 2020–2025
• Eniya Listiani Dewi, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM/pakar energi terbarukan
• Katsuaki Koike dari Kyoto University
• Marrit Brommer dari International Geothermal Association
• Daniel Miller dari Asian Development Bank
• Julfi Hadi dari Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) sekaligus Dirut Pertamina Geothermal Energy
Diharapkan, IIGW 2025 bukan hanya menjadi ajang diskusi, namun juga wadah kolaborasi dan inovasi menuju masa depan energi panas bumi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















