Berita Geothermal — Project InnerSpace, sebuah organisasi nirlaba internasional yang fokus pada pengembangan energi panas bumi skala besar, bekerja sama dengan Institute for Essential Services Reform (IESR), lembaga riset energi terkemuka di Indonesia, meluncurkan program kolaboratif untuk lompatan besar pemanfaatan potensi panas bumi Indonesia.
Untuk membahas langkah konkret pengembangan sektor panas bumi ini, Project InnerSpace dan IESR menggelar pertemuan di Jakarta, Selasa (3/6), yang menghadirkan berbagai tokoh industri, pengambil kebijakan, dan pakar energi. Pertemuan ini bertujuan menghimpun ide dan masukan guna merumuskan strategi percepatan pemanfaatan panas bumi di Tanah Air.
Dari kolaborasi ini, Project InnerSpace dan IESR akan menerbitkan laporan dan peta jalan komprehensif bertajuk Masa Depan Panas Bumi di Indonesia. Laporan aka dibuat dalam dua bahasa yaitu versi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Dokumen laporan ini akan memuat kajian mendalam terhadap potensi panas bumi di berbagai aplikasi dan teknologi, serta merekomendasikan kebijakan, strategi investasi, dan langkah konkret untuk mengatasi hambatan pengembangan.
Beberapa institusi yang terlibat sebagai kontributor antara lain Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Enerka, dan Purnomo Yusgiantoro Center.
“Indonesia telah lama menempatkan panas bumi sebagai bagian penting dalam strategi energi nasional,” ujar Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif IESR dikutip dari PRNewswire, Rabu (4/6).
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat mendorong percepatan pembangunan dan benar-benar memanfaatkan kekayaan panas bumi yang tersedia di bawah tanah kita,” tambah Fabby.
Senada dengan itu, Jamie Beard, Direktur Eksekutif Project InnerSpace, menambahkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya panas bumi yang sangat besar.
“Dengan menyatukan para pemimpin energi dan pembuat kebijakan, kita bisa mempercepat kolaborasi, mempercepat jadwal implementasi, dan mengubah potensi ini menjadi aksi nyata. Panas bumi adalah solusi kunci bagi masa depan energi Indonesia,” katanya.
Panas bumi Indonesia
Indonesia merupakan produsen energi panas bumi terbesar kedua di dunia untuk sektor pembangkit listrik. The Future of Geothermal Energy dari Badan Energi Internasional, melaporkan, dalam satu dekade terakhir (2013–2023), Indonesia telah menambah lebih dari 1 gigawatt kapasitas listrik panas bumi dan kini terus mengembangkan berbagai proyek berskala besar. Namun di sisi lain, potensi panas bumi nasional ini masih jauh dari tergarap secara maksimal.
Potensi super besar
Berdasarkan analisis awal dari GeoMap™ milik Project InnerSpace, Indonesia memiliki potensi panas bumi super besar hingga 3.000 gigawatt. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 gigawatt — setara setengah dari total kebutuhan energi nasional — dinilai bisa dikembangkan dengan biaya produksi kurang dari $150 per megawatt-jam.
Kemudian selain untuk pembangkitan listrik, potensi paas bumi yang sangat besar ini bisa diolah untuk pemanfaatan langsung seperti untuk kebutuhan industri, pertanian, maupun pemanasan.
Sekedar informasi, Project InnerSpace adalah organisasi global yang menggandeng para ilmuwan, ahli geologi, teknisi pengeboran, serta inovator industri untuk mewujudkan masa depan energi bersih yang melimpah, terjangkau, dan berkelanjutan melalui pengembangan panas bumi di seluruh dunia.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini





















