Berita Geothermal — Siapa bilang keberadaan pembangkit listrik tenaga panas bumi tak bisa berdampingan dengan alam dan kehidupan masyarakat? Desa Purwabakti di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, membuktikan bahwa pemanfaatan energi bersih justru bisa menghidupkan desa, melestarikan alam, dan menggerakkan roda perekonomian lokal.
Berada di lereng Gunung Salak, Desa Purwabakti menyuguhkan panorama yang menyejukkan mata dan hati. Hamparan sawah bertingkat, pepohonan rindang, udara segar pegunungan, serta suara gemericik air sungai menjadi latar alami yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari warga.
Tak heran, desa ini kini berkembang menjadi destinasi wisata tematik yang memikat, tanpa kehilangan jati dirinya sebagai desa adat dan agraris.
Wisata Tematik yang Edukatif dan Lestari
Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bhakti Kencana, Desa Purwabakti mengembangkan konsep Wisata Tematik Berbasis Budaya dan Masyarakat. Ini bukan sekadar paket liburan, melainkan pengalaman menyeluruh yang mengajak wisatawan menyelami kekayaan budaya, keanekaragaman hayati, dan cara hidup selaras dengan alam.
Dari terasering Cisalada yang ikonik bak sawah di Tegalgalang, Ubud, Bali, sejumlah curug (air terjun) alami seperti Curug Cikawah dan Curug Geleweran, hingga panorama kebun teh dan bukit Purbaya, semuanya menjadi bagian dari jalur wisata yang dikemas apik.
Tak hanya itu, pengunjung juga bisa menikmati wisata edukatif seperti belajar bertani secara organik, menanam kopi, memanen gula aren, hingga membuat kerajinan bambu bersama warga lokal.
Semua aktivitas ini dirancang tidak hanya untuk menyenangkan, tapi juga mendidik dan membangkitkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan.
Dukungan Energi Bersih yang Menggerakkan Potensi Desa
Di balik semua kemajuan ini, ada kolaborasi erat antara masyarakat, pemerintah desa, dan Star Energy Geothermal Salak — pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak. Kehadiran PLTP yang berada di kawasan rig satu desa ini justru mendorong pengembangan ekowisata dan pelestarian lingkungan.
Ketua BUMDes Bhakti Kencana, Herdiansyah atau yang akrab disapa Ayong, menyampaikan bahwa keberadaan PLTP tidak mengganggu alam sekitar. Bahkan, banyak fasilitas desa seperti akses jalan, pelatihan usaha masyarakat, hingga program konservasi lingkungan bisa berjalan berkat dukungan dari pengembang panas bumi Star Energy.
“Semua destinasi wisata di desa kami ditata dengan memperhatikan keberlanjutan alam. Kami bersyukur, Star Energy tak hanya menjadi tetangga industri, tapi juga mitra pembangunan desa,” ujar Ayong.
Desa yang Tumbuh Bersama Alam dan Energi Bersih
Kini, Desa Purwabakti dikenal sebagai salah satu desa wisata unggulan yang tak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga menjadi contoh sinergi harmonis antara manusia, alam, dan teknologi energi terbarukan. Produk lokal seperti kopi robusta, beras glikemik, hingga kerajinan bambu, menjadi oleh-oleh favorit wisatawan yang menginap di homestay bernuansa alam milik warga.
Desa ini menunjukkan bahwa keberadaan pembangkit panas bumi bukanlah ancaman, melainkan peluang. Peluang untuk tumbuh, menjaga warisan leluhur, dan merangkul masa depan yang bersih dan berkelanjutan.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















