Berita Geothermal — Di kawasan berkabut yang membentang di perbatasan Kabupaten Garut dan Bandung, tepatnya di kaki gunung Kamojang, hamparan ladang sayur tampak begitu subur. Daun-daun segar membentang dalam barisan rapi, dikelola oleh tangan-tangan petani yang telah mewarisi tanah ini sejak puluhan tahun silam.
Dan kesuburan tanah Kamojang kini mendapat suntikan energi baru berkat kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang milik Pertamina Geothermal Energy (PGE).
Alih-alih mengganggu, PLTP justru menjadi motor penggerak pertanian modern yang berkelanjutan di kawasan ini. PGE Kamojang membawa konsep pertanian masa depan melalui integrasi teknologi energi bersih panas bumi dalam aktivitas bertani. Salah satu buktinya adalah pembangunan greenhouse geothermal—rumah tanam modern berbasis panas bumi yang sangat penting untuk pembibitan.
Kini greenhouse geothermal ini pun dipadukan dengan pemasangan listrik panel surya yang diberikan pihak PGE Kamojang. Dengan keberadaan listrik ini, suhu ideal untuk tanaman dijaga sepanjang hari, sistem penyiraman berjalan 24 jam nonstop, dan proses pembibitan berlangsung jauh lebih cepat dan efisien.
“Greenhouse ini luar biasa. Tanaman kami tumbuh lebih cepat, sehat, dan panennya lebih banyak. Ini masa depan pertanian!” ujar seorang petani lokal dengan bangga.
Tak hanya itu, PGE Kamojang juga meluncurkan inovasi lain yang tak kalah berdampak: Geo-Fert, pupuk organik yang dibuat dari limbah pertanian dan diproses menggunakan mesin berbasis panas bumi.
Dengan teknologi ini, waktu pengomposan yang biasanya memakan waktu dua bulan kini bisa dipersingkat secara signifikan. Mesin tersebut mampu mengolah hingga 25 ton limbah organik menjadi pupuk alami berkualitas tinggi.
Geo-Fert bukan sekadar pupuk—ia adalah simbol kemandirian dan keberlanjutan. Petani tidak perlu lagi membeli pupuk kimia yang mahal dan berisiko terhadap tanah. Mereka bisa mengolah limbah sendiri, menghasilkan pupuk yang lebih murah, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan kualitas hasil pertanian mereka.
“Geo-Fert ini luar biasa. Kami bisa hemat biaya, hasil panen lebih bagus, dan lingkungan pun tetap terjaga,” ungkap M. Ramdan Reza dari PGE.
Kini, lebih dari 700 petani di Kecamatan Ibun dan sekitarnya telah memanfaatkan Geo-Fert.
Sekedar untuk diketahui, lapangan panas bumi Kamojang adalah salah satu sentra sayuran penting di Jawa Barat. Ttidak hanya menyuplai pasar lokal Garut dan Kabupaten Bandung, tapi juga menjangkau Tasikmalaya, Kota Bandung hingga Jakarta.
Di balik semua inovasi itu, PGE Kamojang tak lupa menanamkan nilai pelestarian lingkungan melalui berbagai kegiatan edukasi. Prinsip yang mereka pegang teguh adalah: “Leuweung Hejo, Rahayat Ngejo”—hutan lestari, rakyat sejahtera.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini





















