Berita Geothermal — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memberikan sejumlah rekomendasi strategis kepada para pengembang proyek panas bumi (PLTP) di Flores dalam pertemuan langsung yang digelar Senin (28/7).
Pertemuan ini dilakukan sebagai tindak lanjut kunjungan lapangan Gubernur ke sejumlah lokasi proyek geothermal di Flores.
Pertemuan dihadiri oleh manajemen PLN serta perwakilan pengembang seperti PT Sokoria Geothermal Indonesia (SGI), PT Daya Mas Nage Geothermal (DMNG), dan PT Geo Dipa Energi (GDE).
Berikut ini sejumlah rekomendasi Gubenur NTT terhadap pengembang sebagai bentuk dukungannya terhadap pemanfaatan panas bumi di Flores:
- Komunikasi Terbuka yang Masif
Gubernur NTT Melki meminta agar berbagai pihak mengintensifkan komunikasi terbuka secara masif antara pemangku kepentingan—termasuk pemerintah daerah, masyarakat desa, pengembang, serta kelompok kontra proyek geothermal.
Ia menyarankan agar dialog dilakukan langsung di lokasi dan dijaga dari pengaruh pihak-pihak yang tidak berkepentingan.
“Dialog antara pemprov, pemkab, desa, pengembang, dan masyarakat—baik yang pro maupun kontra—harus masif, terukur, dan dilakukan langsung di lokasi,” ujar Gubernur Melki.
- Rekomendasi untuk PLTP Mataloko
Terkait pengembangan PLTP Mataloko, Melki menyoroti fenomena retakan yang kini muncul di lokasi. Dalam hal ini meminta agar ada pemetaan teradap fenomena keretakan tersebut dengan menggunakan teknologi presisi tinggi. Selain itu Melki juga mendorong adanya edukasi publik mengenai manfaat geothermal sebagai energi bersih.
- Rekomendasi untuk PLTP Ulumbu
Khusus untuk proyek PLTP Ulumbu unit 5–6 di Poco Leok, Gubernur menekankan perlunya mempertahankan kapasitas pasokan listrik untuk Manggarai, disertai edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.
Gubernur juga memuji PLTP Ulumbu yang sudah menjalankan program CSR-nya dengan bagus sehingga asas kebermanfaatan dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
- Rekomendasi untuk PLTP Atadei
Terkait pembangunan PLTP Atedai di Kabupaten Lembata, Melki meminta agar ada penyesuaian harga ganti rugi tanah melalui pendekatan intensif.
- Rekomendasi untuk PLTP Sokoria
Sedangkan rekomendasi untuk proyek Sokoria di Kabupaten Ende, Gubernur mendorong adanya sistem pengaduan partisipatif serta program CSR yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Komitmen PLN
Merespon rekomendasi GUbernur Melki, pihak PLN menyampaikan komitmen penuh untuk menindaklanjutinya.
EVP Panas Bumi PT PLN (Persero), John Y.S. Rembet, menyatakan bahwa pelaksanaan aktivitas di Poco Leok akan dimulai di zona hijau (green area) usai pelaksanaan FPIC (Free, Prior, and Informed Consent).
Di sisi lain, PLN juga akan melakukan studi risiko terhadap manifestasi baru di PLTP Mataloko dan merancang pembangunan geopark sebagai bagian dari remediasi lingkungan.
General Manager PLN UIP Nusra, Yasir, memastikan bahwa pengawasan lingkungan terus diperkuat, termasuk kualitas air, udara, dan getaran. Ia juga mengungkapkan bahwa proses pembebasan lahan PLTP Atadei tengah berjalan, disertai pelaksanaan program CSR berupa penyediaan air bersih.
“Dukungan gubernur menjadi bukti hadirnya negara dalam proyek strategis ini,” tutup Yasir.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















