Berita Geothermal – Sumatera Utara menyimpan potensi panas bumi luar biasa, menjadikannya sebagai provinsi dengan cadangan energi hijau terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Barat.
Berdasarkan data Buku Potensi Panas Bumi Indonesia Jilid I (2017), total potensi panas bumi di Sumatera Utara mencapai 2.750 MW, berada di bawah Jawa Barat yang mencapai 5.924 MW.
Meskipun di urutan kedua, Sumatera Utara mencatatkan prestasi membanggakan sebagai rumah bagi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) terbesar di dunia, yakni PLTP Sarulla.
Berlokasi di Tapanuli, pembangkit ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 330 MW dan dioperasikan oleh PT Sarulla Operations Ltd. Konsorsium ini terdiri dari PT Medco Power Indonesia, INPEX Corporation, Ormat International Inc., ITOCHU Corporation, dan Kyushu Electric Power Co. Ltd.
Sebaran Potensi Panas Bumi di Sumatera Utara
Potensi panas bumi di Sumatera Utara tersebar di sejumlah titik strategis. Terdapat tujuh wilayah yang telah diidentifikasi, empat di antaranya telah ditetapkan sebagai Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP). Berikut rincian sebarannya:
- WKP Sorik Marapi – Roburan – Sampuraga
Ditetapkan menjad Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan SK Penetapan: No. 2963K/30/MEM/2008, tanggal 30 Desember 2008. Wilayahnya mencakup Mandailing Natal.
Panas bumi di WKP ini telah dikembangkan menjadi PLTP Sorik Marapi berkapasitas total 240 MW (lima unit)
- WKP Sipoholon – Ria Ria.
WKP ini mencakup wilayah Tapanuli Utara.
Ditetapkan menjadi WKP dengan SK Penetapan: No. 2961K/30/MEM/2008, tanggal 30 Desember 2008.
Panas bumi di WKP ini tersebar di:
o Helatoba: dengan sumber daya spekulatif 25 MW
o Sipoholon Ria Ria: cadangan terduga 147 MW
- WKP Simbolon – Samosir
Panas bumi Simbolon – Samosir mencakup wilayah Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Dairi.
Wilayah ini di ditetapkan menjadi WKP dengan SK Penetapan: No. 1827K/30/MEM/2012, tanggal 30 April 2012
Cadangan terduga: 150 MW, tersebar di Pusuk Bukit Danau Toba, Simbolon Samosir, dan Pagaran
Rencana: Pembangunan pembangkit dua tahap dimulai tahun 2025, masing-masing 55 MW
- WKP Gunung Sibual-buali
WKP ini mencakup Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan.
Ditetapkan menjadi WKP dengan SK Penetapan: No. 2067K/30/MEM/2012, tanggal 18 Juni 2012.
Besarannya terdiri Sarulla dengan cadangan hipotesis 100 MW, terduga 200 MW, spekulatif 80 MW
Kemudian Sibual-buali dan Namorailangit: total cadangan terduga 376 MW, cadangan mungkin 160 MW, dan cadangan spekulatif 230 MW
Panas bumi di WKP ini telah dimanfaatkan menjadi PLTP Sarulla 330 MW dengan operator: PT Pertamina Geothermal Energy & Sarulla Operation Ltd
- WKP Gunung Sibayak – Gunung Sinabung
WKP ini mencakup Langkat, Karo, Deli Serdang, dan Simalungun, dengan SK Penetapan: No. 2067K/30/MEM/2012, tanggal 18 Juni 2012
Panas bumi di WKP WKP Gunung Sibayak – Gunung Sinabung di antaranya di Beras Tepu & Sibayak: cadangan hipotesis 34 MW, terduga 15 MW, cadangan mungkin 20 MW, hipotesis tambahan 20 MW
Kemudian di Marike: spekulatif 25 MW
Potensi Lain di Luar WKP
Selain WKP, terdapat tiga lokasi lain yang belum ditetapkan secara resmi namun memiliki potensi panas bumi signifikan yakni:
• Dolok Marawa (Simalungun): spekulatif 36 MW, cadangan terduga 52 MW
• Pincurak (Mandailing Natal): sumber daya spekulatif 50 MW
• Sibubuhan (Tapanuli Selatan): sumber daya spekulatif 100 MW
Dengan potensi yang melimpah dan keberhasilan pembangunan PLTP Sarulla, Sumatera Utara menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















