Berita Geothermal – Muhammad Pradana Indraputra, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis ESDM, tampil dalam sesi “Ngobrol Energi dan Mineral 2025” yang digelar Kementerian ESDM bersama B Universe di Anjungan Sarinah, Jakarta, pada 23 Juli 2025. Dalam forum tersebut, pria lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu banyak ditanya soal pengembangan energi panas bumi.
Pradana, yang akrab disapa Mas Dana, menyebut panas bumi sebagai salah satu harapan terbesar dalam mendorong energi baru terbarukan (EBT). Meskipun membutuhkan investasi besar, menurutnya, efektivitas pembangkit panas bumi tidak bisa disangkal.
“Kalau sekali kerja, hasilnya bisa sangat signifikan. Bisa 110 MW, 200 MW. Minimal 50 MW,” ujar Pradana.
Ia menilai energi panas bumi sebagai pilihan logis karena efisien, berkelanjutan, dan andal. Namun, Pradana menekankan bahwa mewujudkan potensi ini tidak bisa dilakukan sendirian. Diperlukan kolaborasi lintas sektor—baik dalam hal regulasi, pembiayaan, maupun teknologi—untuk mempercepat transisinya menjadi tulang punggung pembangkit nasional.
Jejak Karier Muhammad Pradana Indraputra
Lahir di Jakarta pada 25 Juni 1992, Pradana telah menunjukkan kepemimpinan sejak muda. Saat SMA, ia aktif di OSIS dan tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Jakarta Selatan. Semangat organisasinya terus berkembang hingga masa kuliah di UI, dan pada usia 20 tahun, ia dipercaya memimpin Satuan Pelajar Mahasiswa Hanura (Sapma Hanura).
Pada 2015, Pradana mencetak sejarah sebagai pengurus termuda Partai Hanura ketika ditunjuk Wiranto menjadi Sekretaris Jenderal DPP Hanura untuk periode 2015–2020. Ia juga pernah menjadi delegasi Indonesia dalam ajang International Youth Leaders Assembly di New York dan Washington DC.
Pradana aktif dalam dunia politik dan organisasi kepemudaan. Ia menjadi Koordinator Nasional gerakan “Penerus Negeri” yang mendukung pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024.
Pada Oktober 2024, ia dipercaya menjabat sebagai Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis. Tak lama kemudian, melalui RUPS PLN Nusantara Power pada Juni 2025, Pradana ditunjuk menjadi komisaris anak usaha PT PLN (Persero) tersebut.
Tentang “Istri” dari Paskibraka
Di balik kesibukannya sebagai pejabat publik, Pradana juga membagikan sisi personalnya melalui akun Instagram @danaindraputra. Ia sempat mengenang kembali masa SMA ketika kembali bertemu dengan Vina Muliana, sosok yang disebutnya sebagai “mantan istri”.
“Bertemu kembali bersama @vinamuliana, mantan istri dulu saat di Paskibraka tahun 2008, untuk penjurian Paskibraka 2024,” tulis Pradana dikutip Minggu (3/8).
Kisah “mantan istri” itu ternyata merujuk pada tradisi unik di lingkungan Paskibraka. Setiap anggota akan dipasangkan dengan mitra lawan jenis dan disebut “suami-istri” sebagai simbol kedekatan dan tanggung jawab.
“Suami” harus mengenal pasangannya dengan baik—mulai dari alamat rumah, golongan darah, hingga memastikan “istri”-nya pulang dengan selamat setiap hari.
Kini, Mina Muliana dikenal sebagai content creator di bidang edukasi dan sumber daya manusia (HR). Pradana menutup unggahan tersebut dengan harapan:
“Semoga petualangan dari kita berdua, penuh dengan cerita bahagia dan menginspirasi ke depannya.”***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















