Berita Geothermal — BUMN energi panas bumi PT Geo Dipa Energi (Persero) menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Belanda, PT Witteveen Bos Indonesia, untuk mengembangkan proyek percontohan ekstraksi lithium dari fluida panas bumi di wilayah Dieng, Jawa Tengah. Inisiatif ini berpotensi menjadi terobosan baru dalam pemanfaatan sumber daya alam untuk mendukung transisi energi bersih di Indonesia.
Proyek ini bertujuan mengkaji kemungkinan mengekstraksi lithium secara langsung dari air panas bumi, sebuah metode yang dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan penambangan konvensional. Lithium sendiri merupakan komponen penting dalam pembuatan baterai, terutama baterai lithium-ion yang digunakan di berbagai sektor energi dan teknologi.
Direktur Utama Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI pada November 2024 lalu, mengungkapkan bahwa fluida panas bumi dari sumur-sumur di Dieng mengandung kadar lithium yang cukup signifikan. Ia menyebutkan, kandungan tersebut membuka peluang bagi Geo Dipa untuk memproduksi baterai listrik dengan kapasitas mencapai 3,5 gigawatt hour (GWh) per tahun, setara dengan sekitar 2.200 ton lithium.
“Kurang lebih hampir 3,5 GWh kapasitas baterai per tahun yang bisa kami produksi, dengan total lithium sebesar 2.200 ton per tahun,” jelas Yudistian.
Kerja sama dengan PT Witteveen Bos Indonesia menjadi bagian dari komitmen Geo Dipa dalam mendukung transformasi energi nasional menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. PT Witteveen Bos sendiri merupakan perusahaan konsultan teknik asal Belanda yang telah beroperasi secara internasional, dengan kantor perwakilan di Jakarta Selatan.
Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia turut memberikan dukungan terhadap proyek ini. Dalam unggahan di akun Instagram resminya, @nlinindonesia, Kedutaan Belanda menyatakan bahwa proyek percontohan ekstraksi lithium ini dibiayai oleh pemerintah Belanda dan menjadi kerja sama pertama antara Indonesia dan Belanda di bidang bahan baku penting.
“Jika berhasil, metode ini dapat menjadi cara yang lebih ramah lingkungan untuk mendapatkan lithium, yaitu bahan penting dalam transisi menuju energi bersih,” tulis pihak Kedutaan.
Mengapa Lithium Penting?
Lithium memainkan peran vital dalam era energi terbarukan. Bahan ini merupakan komponen utama dalam pembuatan baterai isi ulang, khususnya baterai lithium-ion (Li-ion). Beberapa penggunaan utamanya meliputi:
- Baterai Kendaraan Listrik (EV)
Lithium memungkinkan kendaraan listrik menyimpan dan memanfaatkan energi secara efisien. - Penyimpanan Energi Terbarukan
Energi dari matahari dan angin yang bersifat fluktuatif dapat disimpan dalam baterai lithium untuk digunakan saat diperlukan. - Perangkat Elektronik
Smartphone, laptop, tablet, hingga kamera digital mengandalkan baterai berbasis lithium. - Grid Storage Skala Besar
Digunakan oleh perusahaan listrik untuk menyimpan kelebihan energi dan menjaga stabilitas pasokan listrik nasional.
Dengan bobot yang ringan, daya tahan tinggi, serta kapasitas penyimpanan energi yang besar, lithium telah menjadi bahan strategis dalam mendukung transformasi energi dunia.
Geo Dipa berharap proyek ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok bahan baku energi, tetapi juga membawa manfaat lingkungan dan ekonomi jangka panjang.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















