• About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Berita Geothermal
No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
Home Berita

Berdiri Sejak 1850, Ini Sejarah Lengkap Badan Geologi di Bawah Kementerian ESDM

Irfan Ardhiyanto by Irfan Ardhiyanto
26 Februari 2026
in Berita
A A
0
Berdiri Sejak 1850, Ini Sejarah Lengkap Badan Geologi di Bawah Kementerian ESDM

Sejarah Badan Geologi sejak 1850 dari era kolonial hingga kini di bawah Kementerian ESDM (Foto : Badan Geologi)

Share Share ShareShareShare

Jakarta, Berita Geothermal – Perjalanan Badan Geologi tidak sekadar soal perubahan nama atau struktur organisasi. Lebih dari satu setengah abad, lembaga ini menjadi ujung tombak survei kebumian, mitigasi bencana, pemetaan geologi, serta penyedia data strategis yang menjadi dasar kebijakan nasional.

Dikutip dari laman resmi pada Kamis (26/02/2026), sejarah lembaga geologi di Indonesia bermula pada tahun 1850 ketika pemerintah kolonial Hindia Belanda mendirikan Dients van het Mijnwezen cikal bakal Badan Geologi modern. Lembaga awal ini bertugas “melakukan penyelidikan geologi dan survei tambang”, yang kemudian berkembang menjadi beberapa unit penting, termasuk:

  • Opsporingdienst (Dinas Penyelidikan Geologi)
  • Volcanologische Onderzoek (Dinas Vulkanologi atau Pengamatan Gunungapi)
  • Unit kartografi dan laboratorium kimia serta paleontologi.

Peran ini menjadi dasar awal pendalaman ilmu kebumian di Nusantara yang kaya akan keanekaragaman geologi.

RelatedPosts

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

PGE Manfaatkan Panas Bumi untuk Pupuk Organik, Petani Kamojang Panen 70 Ton Kubis

Era Pendudukan Jepang: Restrukturisasi dan Pengembangan Fungsi

Seiring bergantinya kekuasaan pada 1922–1942, struktur organisasi mengalami perubahan signifikan. Di masa pendudukan Jepang, lembaga ini dikenal sebagai Kogyo Zimusho dan kemudian Chisitsu Chosayo. Menurut catatan resmi, fungsi-fungsi kegiatan tetap mencakup pemetaan, penelitian geologi hingga pengamatan aktivitas vulkanik, disesuaikan dengan kebutuhan administrasi saat itu.

Ini menunjukkan bahwa sejak awal, kegiatan kebumian di Indonesia bukan hanya berkutat pada survei sumber daya semata, melainkan juga pada mitigasi risiko alamiah yang kini menjadi bagian penting tugas Badan Geologi.

Pasca Proklamasi: Kendali Institusi di Tangan Republik

Pasca Proklamasi Kemerdekaan, kegiatan geologi berada di bawah struktur pemerintahan baru. Lembaga ini menjadi bagian dari Pusat Jawatan Tambang dan Geologi yang sempat berpindah-pindah di bawah beberapa kementerian termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Kemakmuran mencerminkan dinamika awal pemerintahan Indonesia dalam menyusun struktur kelembagaan yang efektif.

Pada tahun-tahun berikutnya, organisasi ini berubah nama menjadi Jawatan Geologi, sebelum akhirnya di akhir 1950-an ditetapkan sebagai Direktorat Geologi. Nama ini juga mencerminkan perluasan fungsi unit survei geologi termasuk kegiatan di bidang:

  • Geologi teknik dan hidrogeologi
  • Vulkanologi
  • Kartografi geologi

1978–1992: Integrasi dengan Sumber Daya Mineral

Memasuki akhir abad ke-20, Direktorat Geologi menjadi bagian dari struktur yang lebih besar yakni Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral, ketika Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) dibentuk pada 1984. Pada masa ini, fungsi geologi tidak lagi berdiri sendiri, melainkan bergandengan dengan survei dan pengelolaan sumber daya mineral — menandai fase integrasi kelembagaan yang kuat antara geologi dan SDA.

1992–2009: Lahirnya Badan Geologi Modern

Perubahan besar terjadi pada 1992–2001 ketika DESDM melakukan restrukturisasi komprehensif. Unit-unit teknis dan riset mulai disatukan untuk memperkuat jaringan kegiatan survei dan penelitian. Dari periode ini pula, organisasi yang kini dikenal sebagai Badan Geologi mulai terbentuk, meskipun masih dalam struktur DESDM yang lebih luas.

Pada periode berikutnya (2001–2005), Badan Geologi mulai diposisikan sebagai unit tersendiri dengan sejumlah pusat kerja inti, antara lain:

  • Pusat Survei Geologi
  • Pusat Sumber Daya Geologi
  • Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Menurut data resmi, periode ini menjadi tonggak penting karena lembaga mulai menguatkan peran teknisnya dalam survei dan mitigasi yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.

Perubahan Regulasi dan Struktur (2009–2016)

Dalam upaya menyesuaikan kebutuhan pembangunan nasional, Badan Geologi mengalami penguatan melalui sejumlah peraturan, termasuk Peraturan Presiden (Perpres) serta Peraturan Menteri ESDM. Contohnya:

  • Perpres 47 Tahun 2009
  • Permen ESDM 18 Tahun 2010
  • Perpres 68 Tahun 2015
  • Permen ESDM 13 Tahun 2016

Aturan-aturan ini memperluas cakupan tugas, fungsi, dan unit organisasi yang mencakup survei:

  • Air tanah
  • Geologi lingkungan
  • Pemetaan geologi terkini

Peran Strategis Badan Geologi saat Ini

Hingga periode 2016 – sekarang, Badan Geologi terus memantapkan perannya sebagai institusi yang strategis dalam:

ADVERTISEMENT
  • Pemetaan dan survei geologi nasional
  • Pengamatan gunung berapi dan mitigasi bencana geologi
  • Survei sumber daya mineral, batubara, dan panas bumi
  • Penyediaan data ilmiah bagi kebijakan nasional

Data dan rekomendasi yang dihasilkan menjadi dasar bagi perumusan kebijakan strategis pemerintah, terutama di bidang energi, pertambangan, tata ruang wilayah, dan mitigasi bencana.

Lebih dari 170 tahun sejak awal berdirinya, perjalanan Badan Geologi menunjukkan evolusi yang tak terpisahkan dari tantangan alam dan kebutuhan pembangunan Indonesia. Dari lembaga survei pemetaan masa kolonial hingga menjadi pilar mitigasi kebumian modern, lembaga ini terus memainkan peran penting bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat nasional.

Sumber Website: geologi.esdm.go.id

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

Tags: Badan Geologi IndonesiaDients van het Mijnwezen 1850Direktorat GeologiKementerian ESDMPusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologiregulasi ESDMSejarah Badan Geologistruktur Badan Geologisurvei geologi nasional
ShareSendSharePinSend
Previous Post

Indonesia Peringkat Kedua Dunia Energi Panas Bumi, Kapasitas PLTP Capai 2,71 GW

Next Post

Komisi XII DPR Dorong Geothermal Jadi Base Load Nasional, Potensi Jabar 192 GW Baru Dimanfaatkan 2%

Related Posts

PLTP Lumut Balai Unit 2 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

13 Oktober 2026
Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

7 Oktober 2026
PGE Manfaatkan Panas Bumi untuk Pupuk Organik, Petani Kamojang Panen 70 Ton Kubis

PGE Manfaatkan Panas Bumi untuk Pupuk Organik, Petani Kamojang Panen 70 Ton Kubis

5 Oktober 2026
3 Lulusan Magister Geotermal ITB Torehkan Prestasi, IPK Tertinggi 3,94

3 Lulusan Magister Geotermal ITB Torehkan Prestasi, IPK Tertinggi 3,94

21 September 2026
MCI Group Perkuat Bisnis Berkelanjutan, dari Tambang hingga Energi Panas Bumi

MCI Group Perkuat Bisnis Berkelanjutan, dari Tambang hingga Energi Panas Bumi

26 Agustus 2026
Bupati Madina Saipullah Nasution Raih Penghargaan IIGCE 2026, Dukung Panas Bumi dan UMKM Lokal

Bupati Madina Saipullah Nasution Raih Penghargaan IIGCE 2026, Dukung Panas Bumi dan UMKM Lokal

23 Agustus 2026
Next Post
Komisi XII DPR Dorong Geothermal Jadi Base Load Nasional, Potensi Jabar 192 GW Baru Dimanfaatkan 2%

Komisi XII DPR Dorong Geothermal Jadi Base Load Nasional, Potensi Jabar 192 GW Baru Dimanfaatkan 2%

Resmi Berlaku! PP 40/2025 Pasang Target EBT 72% di 2060, Panas Bumi Jadi Bagian Strategis Transisi Energi

Resmi Berlaku! PP 40/2025 Pasang Target EBT 72% di 2060, Panas Bumi Jadi Bagian Strategis Transisi Energi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Geothermal

beritageothermal.com merupakan media yang berfokus pada peliputan, analisis, dan kajian potensi panas bumi (geothermal) berbasis data dan kebijakan.

Alamat:
Jalan Proklamasi No. 68 2 Pegangsaan, Menteng Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | Email: redaksi@beritageothermal.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Flores Timur Minta Pengembangan Geothermal Oka Ile Ange Tak Abaikan Lingkungan

Bupati Flores Timur Minta Pengembangan Geothermal Oka Ile Ange Tak Abaikan Lingkungan

24 September 2026
Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

7 Februari 2025
Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

16 Februari 2025
PLTP Patuha Membangun Indonesia dengan Energi Hijau

Daftar Lengkap 11 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Jawa Barat Serta Detilnya

5 Maret 2025
PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

19 Oktober 2026
Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

19 Oktober 2026
PLTP Lumut Balai Unit 2 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

13 Oktober 2026
PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

9 Oktober 2026

Recent News

PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

19 Oktober 2026
Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

19 Oktober 2026
PLTP Lumut Balai Unit 2 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

13 Oktober 2026
PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

9 Oktober 2026

Follow Us

Berita Geothermal

kabariku.com | sorotmerahputih.com | DJITUBERITA.COM

  • About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In