Jakarta, Berita Geothermal – Perjalanan Badan Geologi tidak sekadar soal perubahan nama atau struktur organisasi. Lebih dari satu setengah abad, lembaga ini menjadi ujung tombak survei kebumian, mitigasi bencana, pemetaan geologi, serta penyedia data strategis yang menjadi dasar kebijakan nasional.
Dikutip dari laman resmi pada Kamis (26/02/2026), sejarah lembaga geologi di Indonesia bermula pada tahun 1850 ketika pemerintah kolonial Hindia Belanda mendirikan Dients van het Mijnwezen cikal bakal Badan Geologi modern. Lembaga awal ini bertugas “melakukan penyelidikan geologi dan survei tambang”, yang kemudian berkembang menjadi beberapa unit penting, termasuk:
- Opsporingdienst (Dinas Penyelidikan Geologi)
- Volcanologische Onderzoek (Dinas Vulkanologi atau Pengamatan Gunungapi)
- Unit kartografi dan laboratorium kimia serta paleontologi.
Peran ini menjadi dasar awal pendalaman ilmu kebumian di Nusantara yang kaya akan keanekaragaman geologi.
Era Pendudukan Jepang: Restrukturisasi dan Pengembangan Fungsi
Seiring bergantinya kekuasaan pada 1922–1942, struktur organisasi mengalami perubahan signifikan. Di masa pendudukan Jepang, lembaga ini dikenal sebagai Kogyo Zimusho dan kemudian Chisitsu Chosayo. Menurut catatan resmi, fungsi-fungsi kegiatan tetap mencakup pemetaan, penelitian geologi hingga pengamatan aktivitas vulkanik, disesuaikan dengan kebutuhan administrasi saat itu.
Ini menunjukkan bahwa sejak awal, kegiatan kebumian di Indonesia bukan hanya berkutat pada survei sumber daya semata, melainkan juga pada mitigasi risiko alamiah yang kini menjadi bagian penting tugas Badan Geologi.
Pasca Proklamasi: Kendali Institusi di Tangan Republik
Pasca Proklamasi Kemerdekaan, kegiatan geologi berada di bawah struktur pemerintahan baru. Lembaga ini menjadi bagian dari Pusat Jawatan Tambang dan Geologi yang sempat berpindah-pindah di bawah beberapa kementerian termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Kemakmuran mencerminkan dinamika awal pemerintahan Indonesia dalam menyusun struktur kelembagaan yang efektif.
Pada tahun-tahun berikutnya, organisasi ini berubah nama menjadi Jawatan Geologi, sebelum akhirnya di akhir 1950-an ditetapkan sebagai Direktorat Geologi. Nama ini juga mencerminkan perluasan fungsi unit survei geologi termasuk kegiatan di bidang:
- Geologi teknik dan hidrogeologi
- Vulkanologi
- Kartografi geologi
1978–1992: Integrasi dengan Sumber Daya Mineral
Memasuki akhir abad ke-20, Direktorat Geologi menjadi bagian dari struktur yang lebih besar yakni Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral, ketika Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) dibentuk pada 1984. Pada masa ini, fungsi geologi tidak lagi berdiri sendiri, melainkan bergandengan dengan survei dan pengelolaan sumber daya mineral — menandai fase integrasi kelembagaan yang kuat antara geologi dan SDA.
1992–2009: Lahirnya Badan Geologi Modern
Perubahan besar terjadi pada 1992–2001 ketika DESDM melakukan restrukturisasi komprehensif. Unit-unit teknis dan riset mulai disatukan untuk memperkuat jaringan kegiatan survei dan penelitian. Dari periode ini pula, organisasi yang kini dikenal sebagai Badan Geologi mulai terbentuk, meskipun masih dalam struktur DESDM yang lebih luas.
Pada periode berikutnya (2001–2005), Badan Geologi mulai diposisikan sebagai unit tersendiri dengan sejumlah pusat kerja inti, antara lain:
- Pusat Survei Geologi
- Pusat Sumber Daya Geologi
- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Menurut data resmi, periode ini menjadi tonggak penting karena lembaga mulai menguatkan peran teknisnya dalam survei dan mitigasi yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
Perubahan Regulasi dan Struktur (2009–2016)
Dalam upaya menyesuaikan kebutuhan pembangunan nasional, Badan Geologi mengalami penguatan melalui sejumlah peraturan, termasuk Peraturan Presiden (Perpres) serta Peraturan Menteri ESDM. Contohnya:
- Perpres 47 Tahun 2009
- Permen ESDM 18 Tahun 2010
- Perpres 68 Tahun 2015
- Permen ESDM 13 Tahun 2016
Aturan-aturan ini memperluas cakupan tugas, fungsi, dan unit organisasi yang mencakup survei:
- Air tanah
- Geologi lingkungan
- Pemetaan geologi terkini
Peran Strategis Badan Geologi saat Ini
Hingga periode 2016 – sekarang, Badan Geologi terus memantapkan perannya sebagai institusi yang strategis dalam:
- Pemetaan dan survei geologi nasional
- Pengamatan gunung berapi dan mitigasi bencana geologi
- Survei sumber daya mineral, batubara, dan panas bumi
- Penyediaan data ilmiah bagi kebijakan nasional
Data dan rekomendasi yang dihasilkan menjadi dasar bagi perumusan kebijakan strategis pemerintah, terutama di bidang energi, pertambangan, tata ruang wilayah, dan mitigasi bencana.
Lebih dari 170 tahun sejak awal berdirinya, perjalanan Badan Geologi menunjukkan evolusi yang tak terpisahkan dari tantangan alam dan kebutuhan pembangunan Indonesia. Dari lembaga survei pemetaan masa kolonial hingga menjadi pilar mitigasi kebumian modern, lembaga ini terus memainkan peran penting bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat nasional.
Sumber Website: geologi.esdm.go.id
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















