Bandung, Berita Geothermal – Upaya mempercepat transisi energi nasional terus didorong. Komisi XII DPR RI menegaskan pentingnya optimalisasi energi panas bumi (geothermal) sebagai sumber listrik base load atau penopang utama sistem kelistrikan nasional.
Dalam kunjungan kerja reses ke Jawa Barat, Komisi XII meninjau capaian bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) yang pada 2024 telah menyentuh 24,46 persen. Angka ini melampaui target Rencana Umum Energi Daerah (RUED) sebesar 20 persen yang dipatok untuk 2025.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, menilai geothermal menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Apalagi, konsumsi energi fosil diproyeksikan masih akan meningkat hingga 69,43 juta ton pada 2050.
“Kalau bicara geothermal, persiapannya memang lebih lama dibandingkan tenaga surya, bisa memakan waktu hampir 10 tahun. Namun kita akui bahwa energi geothermal ini bertindak sebagai base load, sehingga aliran listriknya bisa hadir 24 jam penuh,” ujar Dony di sela Rapat Kunjungan Kerja Reses bersama PT PLN (Persero) UID Jawa Barat, sebagaimana dilansir dari laman DPR RI, Kamis, (26/02).
Menurut Dony, berbeda dengan pembangkit listrik tenaga surya dan angin yang bersifat intermiten atau bergantung pada kondisi cuaca, panas bumi mampu memasok listrik secara stabil sepanjang waktu. Karakter ini membuat geothermal sangat vital dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.
Dalam rangkaian agenda tersebut, Komisi XII juga dijadwalkan berdialog dengan sejumlah operator panas bumi besar di Jawa Barat, antara lain PT Star Energy Geothermal dan PT Geo Dipa Energi (Persero).
Indonesia sendiri dikenal sebagai negara dengan potensi geothermal terbesar di dunia. Khusus di Jawa Barat, potensi panas bumi diperkirakan mencapai 192 gigawatt (GW). Namun hingga kini, pemanfaatannya baru sekitar 2 persen dari total potensi tersebut.
Melihat kondisi itu, Dony meminta pemerintah daerah bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk lebih aktif menyosialisasikan manfaat energi panas bumi kepada masyarakat, baik dari sisi keberlanjutan lingkungan maupun penguatan ketahanan energi nasional.
Dorongan ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan geothermal sebagai tulang punggung listrik bersih Indonesia, sekaligus menjawab tantangan peningkatan kebutuhan energi dalam beberapa dekade mendatang.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















