Berita Geothermal — PT Geo Dipa Energi (Persero) resmi memulai tahapan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk proyek strategis nasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha Unit 2. Sosialisasi pelaksanaan proyek ini digelar di Gedung Moh. Toha, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Selasa (10/6/2025).
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna (Kang DS) bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung. Dari pihak Geo Dipa, hadir langsung Direktur Utama Yudistian Yunis.
PLTP Patuha Unit 2 merupakan bagian dari strategi nasional transisi energi, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, Pasal 20, yang mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan.
Dalam sambutannya, Kang DS menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Geo Dipa yang menginisiasi sosialisasi tersebut. Ia menekankan bahwa Kabupaten Bandung, khususnya wilayah Patuha, memiliki potensi panas bumi yang besar dan strategis untuk menjadi sumber energi bersih serta berkelanjutan.
“Bagi kami, pembangunan energi bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi wujud kehadiran negara yang harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, seperti tersedianya lapangan kerja, peningkatan ekonomi lokal, serta kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Kang DS juga menegaskan pentingnya prinsip kolaborasi dalam pelaksanaan proyek ini. “Pemerintah tidak bisa sendiri, Geo Dipa juga tidak bisa sendiri. Kita butuh keterlibatan masyarakat, tokoh lokal, serta komunikasi yang terbuka dan transparan,” tegasnya.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Bandung siap mendukung penuh kelancaran proyek, dengan mengedepankan keberlanjutan, keselamatan, dan pemberdayaan masyarakat. Kang DS berharap PLTP Patuha 2 menjadi model kolaborasi yang sukses antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dalam pembangunan energi masa depan.
Adapun proyek EPC PLTP Patuha 2 dikerjakan oleh konsorsium PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT) dan PT Wasa Mitra Engineering (WME). Kontrak EPC ditandatangani pada 12 Desember 2024 di Jakarta, disaksikan oleh perwakilan Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Daerah, serta jajaran direksi PT PLN, Geo Dipa Energi, JETP Indonesia, dan Asian Development Bank (ADB).
Pembangkit yang berlokasi di dekat Gunung Patuha, Jawa Barat ini, direncanakan memiliki kapasitas produksi gross sebesar 60,3 MW. Proyek ditargetkan rampung pada 2027 dan diharapkan memperkuat kontribusi energi panas bumi dalam bauran energi nasional, dengan mengedepankan efisiensi biaya serta Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















