Berita Geothermal — Proyek pemanfaatan energi panas bumi di Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, memasuki babak baru. PT Medco Geothermal Sumatera (MGSu) secara resmi mengumumkan dimulainya pengeboran perdana pada Juni 2025. Hal ini disampaikan dalam acara sosialisasi pengeboran yang digelar di Aula Kantor Camat Bonjol, Rabu (11/6/2025).
Site Manager PT MGSu, Sigit Widiatmoko, menjelaskan bahwa perusahaan ini telah mendapat mandat Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) untuk panas bumi Bonjol.
“Sejak awal direncanakan mulai 2019, namun pandemi COVID-19 membuat kegiatan baru bisa dimulai November 2023,” ungkap Sigit.
Rangkaian kegiatan dimulai dari pengambilan data lapangan pada akhir 2023, dilanjutkan dengan sosialisasi pembebasan lahan pada Maret 2024, hingga pembangunan akses jalan menuju lokasi pengeboran pada Desember 2024. Kini, proyek tersebut masuk ke tahap ‘parklane’—yakni pengeboran tahap awal untuk mengukur tekanan uap dan suhu panas bumi di wilayah Bonjol.
Sigit memaparkan bahwa panas bumi Bonjol diperkirakan berada pada kisaran 150°C—masuk kategori tegangan menengah rendah (medium-low)—dengan potensi menghasilkan listrik hingga 35 kilovolt (kV). “Energi uap panas inilah yang akan menggerakkan turbin untuk menghasilkan listrik. Namun, proses ini butuh waktu, diperkirakan baru bisa beroperasi penuh pada 2032,” jelasnya.
Pengeboran akan dilakukan di dua titik, yaitu Bonjol 1 (Kampung Tampang) dan Bonjol 3 (Sungai Limau), dengan kedalaman awal mencapai 1.000 meter. Ia juga menambahkan bahwa pembangunan tapak sumur dan kolam pengolahan limbah lumpur telah dilakukan sejak Maret lalu.
Acara sosialisasi pengeboran panas bumi Bonjol ini turut dirangkai dengan forum diskusi yang difasilitasi oleh Pemkab Pasaman, untuk menjawab berbagai pertanyaan dan aspirasi masyarakat terkait proyek ini.
Diskusi berlangsung cukup dinamis dan dihadiri berbagai pihak, termasuk Bupati Pasaman Welly Suhery, pimpinan OPD teknis, Camat Bonjol, unsur Forkopimca, wali nagari, Ketua KAN dan Bamus, Ninik Mamak, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemuda Nagari Ganggo Mudiak.
Dalam sambutannya, Bupati Welly menegaskan pentingnya menyelesaikan berbagai persoalan secara bijak dan bertahap.
“Klasifikasikan permasalahannya, jangan digeneralisasi. Proyek ini harus berjalan, masyarakat tidak boleh dirugikan, dan semua harus tetap berpegang pada hukum,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa investasi sangat dibutuhkan demi keberlanjutan pembangunan di daerah. Pasalnya, dana transfer dari pemerintah pusat—baik Dana Alokasi Umum maupun Khusus—semakin berkurang akibat efisiensi anggaran nasional.
“Kita harus jaga agar situasi tetap kondusif. Kalau ada masalah, mari selesaikan bersama. Investor harus mendapat keuntungan, tapi masyarakat juga harus merasakan manfaatnya,” ujar Bupati.
Menutup pernyataannya, Welly Suhery menyampaikan apresiasi atas kehadiran PT Medco di Pasaman. Ia berharap perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal.
“Saya sudah sampaikan langsung pada Direktur PT Medco, tenaga kerja dari Pasaman, khususnya Bonjol, harus diprioritaskan dalam pelaksanaan proyek nanti,” pungkasnya. ***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini





















