Berita Geothermal — Energi panas bumi semakin menjadi pilihan perusahaan teknologi besar untuk mendukung operasional mereka yang intensif energi. Setelah Google, kini giliran Meta, perusahaan induk Facebook, yang menggandeng XGS Energy untuk membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di New Mexico, Amerika Serikat, dengan kapasitas rencana mencapai 150 megawatt (MW).
Proyek ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan listrik pusat data Meta, khususnya dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Permintaan energi dari pusat data diperkirakan akan melonjak tajam pada 2025 dan 2026, menjadikan sektor ini sebagai salah satu konsumen listrik terbesar.
XGS Energy merupakan perusahaan rintisan yang mengembangkan teknologi geothermal generasi berikutnya. Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan panas bumi di lokasi-lokasi yang sebelumnya dianggap tidak layak, berkat metode pengelolaan yang lebih fleksibel dan efisien.
Kesepakatan antara Meta dan XGS ini akan direalisasikan dalam dua fase dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2030. Proyek ini akan menambahkan pasokan listrik bebas emisi karbon sebesar 150 MW ke jaringan listrik yang terhubung langsung dengan pusat data Meta di wilayah tersebut.
“Dengan teknologi yang dikembangkan XGS, panas bumi dapat menjadi pemain utama dalam mendukung kemajuan teknologi seperti AI serta pengembangan pusat data domestik,” ujar Kepala Energi Global Meta, Urvi Parekh, seperti dikutip Antara dari Merge.
Langkah Meta ini bukan yang pertama dalam menjajaki energi panas bumi. Tahun lalu, perusahaan tersebut juga menandatangani kesepakatan terpisah untuk proyek PLTP 150 MW bersama Sage Geosystems. Sage mengembangkan teknologi dengan mengebor formasi batuan panas dan kering, lalu memompa air ke dalam tanah untuk menciptakan waduk panas buatan yang bisa menghasilkan energi.
Pilihan terhadap energi panas bumi semakin menarik bagi perusahaan teknologi karena sumber ini bersifat andal, bebas karbon, dan tidak bergantung pada sumber air alami. Investasi pada sektor ini juga sejalan dengan target pengurangan emisi yang diusung banyak perusahaan teknologi global.
Sebelumnya, Google juga membentuk kemitraan dengan Fervo Energy, perusahaan yang mengembangkan teknologi panas bumi serupa, untuk mendukung komitmennya terhadap energi bersih.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini





















