• About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Login
Berita Geothermal
No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
Home Geothermal

Mengubah Paradigma Panas Bumi: Dari Komoditas Menuju Aset Energi Nasional

Enjang by Enjang
13 September 2025
in Geothermal
A A
0
Daftar Lengkap 13 Titik Potensi Panas Bumi di Provinsi Jawa Timur

PLTP Ijen di Jawa Timur yang dioperasikan PT Medco Cahaya Geothermal/Medco Energy

Share Share ShareShareShare

Berita Geothermal —  Indonesia memiliki cadangan energi panas bumi terbesar kedua di dunia, sekitar 23–29 gigawatt (GW). Namun, kapasitas terpasang baru sekitar 2,7 GW atau tak lebih dari 12 persen dari total potensi. Kesenjangan ini menandakan bahwa pemanfaatan panas bumi masih jauh dari optimal.

Pakar panas bumi Universitas Gadjah Mada, Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D., menilai keterlambatan pemanfaatan ini tak hanya karena faktor teknis dan biaya eksplorasi, melainkan juga cara pandang.

“Panas bumi bukan komoditas seperti migas atau batubara, melainkan aset energi yang sangat strategis,” tegasnya dikutip dari laman UGM, Sabtu (13/9).

RelatedPosts

Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

UNTR Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, Proyek Panas Bumi SERD Berpeluang Capai 220 MW

PGE Cetak Laba US$79,6 Juta di Semester I 2026, Produksi Panas Bumi Tembus Rekor

Potensi Besar, Realisasi Terbatas

Pernyataan Pri Utami bahwa panas bumi harus dipandang sebagai aset energi, bukan komoditas, sangat menarik dan banyak hal yang mendasarinya.

Pertama, potensi panas bumi Indonesia sangat melimpah sehingga 40 persen cadangan panas bumi dunia ada di Indonesia. Namun di balik sumbernya yang melimpah, pemanfaatannya baru sekitar 12 persen saja.

Kedua, dibanding sumber energi terbarukan lain, panas bumi memiliki keunggulan utama sebagai base-load energy: bisa memasok listrik stabil sepanjang waktu, tidak bergantung cuaca.

Studi akademik juga menunjukkan keekonomian jangka panjang yang kuat. Dewi et al. (2022) dari Universitas Indonesia menganalisis investasi panas bumi dengan pendekatan real options. Hasilnya, proyek panas bumi bernilai strategis bila dikelola dengan manajemen risiko yang tepat—biaya eksplorasi memang besar, tetapi return jangka panjangnya stabil dan mengurangi ketergantungan pada energi impor.

Melihat panas bumi sebagai aset strategis berarti menempatkannya dalam konteks lebih luas:

• Keamanan energi – Mengurangi ketergantungan pada impor BBM dan batubara, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

• Penghematan devisa – Menurut kajian Bisnis Indonesia (2025), substitusi energi fosil dengan panas bumi berpotensi menghemat devisa hingga Rp100 triliun per tahun.

• Kontribusi iklim – Panas bumi rendah emisi, mendukung target net zero emission Indonesia 2060.

• Dampak sosial-ekonomi – Proyek panas bumi membuka ribuan lapangan kerja lokal, serta peluang usaha jasa pendukung di daerah.

“Pelaksanaan proyek pengembangan panas bumi mulai dari eksplorasi hingga pengembangan lapangan membutuhkan tenaga kerja lokal yang sangat banyak, serta membuka peluang usaha pendukung seperti catering, akomodasi, transportasi, jasa dan lain-lain,” jelas Pri Utami.

Lebih dari itu, Pri menjelaskan, beberapa lapangan panas bumi menghasilkan produk samping berupa mineral yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk—menjadi pintu masuk bagi kontribusi pada ketahanan pangan.

Belajar dari Praktik Global

Negara lain sudah menempatkan panas bumi dalam strategi energi nasional. China, misalnya, melakukan analisis SWOT dan PEST untuk mengintegrasikan panas bumi dalam bauran energi mereka (H. Gong et al., 2021). Dukungan fiskal, insentif regulasi, dan investasi teknologi membuat panas bumi tumbuh pesat.

Kajian global (Islam et al., 2022) juga menegaskan bahwa panas bumi bukan sekadar sumber listrik, melainkan instrumen strategis untuk keamanan energi, pembangunan hijau, dan reputasi internasional melalui investasi ramah lingkungan.

Perubahan Paradigma: Apa yang Diperlukan?

Untuk menjadikan panas bumi sebagai aset strategis energi nasional, ada beberapa langkah kebijakan yang mendesak:

ADVERTISEMENT
  1. Skema harga yang adil dan kompetitif – Tarif listrik panas bumi harus mencerminkan keekonomian jangka panjang, bukan hanya perbandingan harga jangka pendek dengan energi fosil.
  2. Mitigasi risiko eksplorasi – Skema government drilling atau pembiayaan eksplorasi oleh pemerintah perlu diperluas agar investor lebih percaya diri.
  3. Investasi SDM dan teknologi – Seperti ditegaskan Pri Utami, peningkatan kualitas penelitian geosains, teknologi pengeboran, dan tenaga ahli sangat penting untuk menekan biaya eksplorasi.
  4. Edukasi publik – Literasi masyarakat tentang manfaat panas bumi perlu diperkuat agar penerimaan sosial proyek lebih baik, sekaligus membedakan panas bumi dari sektor tambang konvensional.
  5. Integrasi dengan agenda pembangunan nasional – Panas bumi harus ditempatkan dalam kerangka transisi energi, pengurangan emisi, hingga pembangunan ekonomi daerah.

Mengubah cara pandang inilah yang menjadi kunci agar “harta karun hijau” Indonesia benar-benar bisa diolah untuk kepentingan bangsa, bukan hanya dinilai dari kacamata pasar jangka pendek.***

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

Tags: aset energi nasionalGeothermalPanas BumiPri Utami
ShareSendSharePinSend
Previous Post

PLTP Salak Unit 7 40 MW Ditargetkan COD 2026, Dua Perusahaan Nasional Jadi Mitra Strategis Barito Renewable

Next Post

Forum Panas Bumi Terbesar di Dunia IIGCE 2025 Tinggal 4 Hari Lagi, Dibuka Presiden, Ini Para Menteri yang akan Hadir

Related Posts

Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

19 Oktober 2026
UNTR Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, Proyek Panas Bumi SERD Berpeluang Capai 220 MW

UNTR Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, Proyek Panas Bumi SERD Berpeluang Capai 220 MW

9 Oktober 2026
PGE Cetak Laba US$79,6 Juta di Semester I 2026, Produksi Panas Bumi Tembus Rekor

PGE Cetak Laba US$79,6 Juta di Semester I 2026, Produksi Panas Bumi Tembus Rekor

7 Oktober 2026
Indonesia Peringkat 2 Dunia Produsen Listrik Panas Bumi, Potensinya Baru Dimanfaatkan 10%

Indonesia Peringkat 2 Dunia Produsen Listrik Panas Bumi, Potensinya Baru Dimanfaatkan 10%

5 Oktober 2026
Geo Dipa Ungkap Investasi Hijau US$60 Miliar, Panas Bumi Jadi Mesin Ekonomi

Geo Dipa Ungkap Investasi Hijau US$60 Miliar, Panas Bumi Jadi Mesin Ekonomi

5 Oktober 2026
PGE Mulai Bor Sumur Kedua untuk PLTP Lumut Balai Unit 3

PGE Mulai Bor Sumur Kedua untuk PLTP Lumut Balai Unit 3

24 September 2026
Next Post
Rp402,4 Triliun Digelontorkan, Prabowo Prioritaskan EBT untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Forum Panas Bumi Terbesar di Dunia IIGCE 2025 Tinggal 4 Hari Lagi, Dibuka Presiden, Ini Para Menteri yang akan Hadir

EBT dan Hilirisasi Fokus Utama Investasi Lima Tahun ke Depan, Rosan: Panas Bumi Prioritas

Menanti Arah dan Gagasan Rosan Roeslani di IIGCE 2025, Figur Kunci Investasi Panas Bumi Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Geothermal

beritageothermal.com merupakan media yang berfokus pada peliputan, analisis, dan kajian potensi panas bumi (geothermal) berbasis data dan kebijakan.

Alamat:
Jalan Proklamasi No. 68 2 Pegangsaan, Menteng Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | Email: redaksi@beritageothermal.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Bupati Flores Timur Minta Pengembangan Geothermal Oka Ile Ange Tak Abaikan Lingkungan

Bupati Flores Timur Minta Pengembangan Geothermal Oka Ile Ange Tak Abaikan Lingkungan

24 September 2026
Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

7 Februari 2025
Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

16 Februari 2025
PLTP Patuha Membangun Indonesia dengan Energi Hijau

Daftar Lengkap 11 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Jawa Barat Serta Detilnya

5 Maret 2025
PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

19 Oktober 2026
Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

19 Oktober 2026
PLTP Lumut Balai Unit 2 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

13 Oktober 2026
PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

9 Oktober 2026

Recent News

PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

PGE Lahendong Ajak Jurnalis Manado dan Tomohon Ikuti AJP 2026, Ini Fokusnya

19 Oktober 2026
Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

Benarkah PLTP Mengancam Air Tanah? Lambok M. Hutasoit Ungkap Faktanya

19 Oktober 2026
PLTP Lumut Balai Unit 2 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

PGE Bor Lima Sumur Sepanjang 2026, Perkuat Keandalan Aset dan Pengembangan Potensi Panas Bumi

13 Oktober 2026
PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

9 Oktober 2026

Follow Us

Berita Geothermal

kabariku.com | sorotmerahputih.com | DJITUBERITA.COM

  • About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In