• About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy
Sabtu, Oktober 10, 2026
  • Login
Berita Geothermal
No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
Home Geothermal

UNTR Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, Proyek Panas Bumi SERD Berpeluang Capai 220 MW

Irfan Ardhiyanto by Irfan Ardhiyanto
9 Oktober 2026
in Geothermal
A A
0
UNTR Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, Proyek Panas Bumi SERD Berpeluang Capai 220 MW

United Tractors (UNTR) mencatat impairment Rp2,75 triliun pada proyek panas bumi SERD setelah kapasitas produksi turun menjadi 50–55 MW pada Juni 2026.(Istimewa/HO)

Share Share ShareShareShare

Jakarta, Beritageothermal.com – PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan kerugian penurunan nilai atau impairment sebesar Rp2,75 triliun atas investasi dan pinjaman pemegang saham subordinasi pada PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD). Langkah ini diambil setelah kapasitas produksi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang dikelola SERD merosot akibat kendala operasional.

Corporate Secretary United Tractors, Ari Setiyawan, menjelaskan bahwa penurunan kapasitas produksi tersebut dipengaruhi faktor alam yang menyebabkan pasokan uap dari sumur produksi berkurang. Dampaknya, produksi listrik tidak mencapai ekspektasi awal perusahaan.

“UNTR membukukan kerugian penurunan nilai atau impairment sebesar Rp2,75 triliun atas investasi dan pinjaman pemegang saham subordinasi pada SERD akibat kendala operasional yang menekan kapasitas produksi,” paparnya dalam keterbukaan informasi, Jumat (9/10/2026).

RelatedPosts

PGE Cetak Laba US$79,6 Juta di Semester I 2026, Produksi Panas Bumi Tembus Rekor

Indonesia Peringkat 2 Dunia Produsen Listrik Panas Bumi, Potensinya Baru Dimanfaatkan 10%

Geo Dipa Ungkap Investasi Hijau US$60 Miliar, Panas Bumi Jadi Mesin Ekonomi

Ari menjelaskan, SERD semula diproyeksikan mampu menghasilkan listrik sekitar 90 megawatt (MW). Namun, kapasitas produksinya turun menjadi sekitar 50–55 MW pada Juni 2026.

Penurunan tersebut turut memengaruhi proyeksi arus kas perusahaan. Kondisi ini menjadi pertimbangan UNTR untuk melakukan penyesuaian nilai investasi setelah berbagai upaya pemulihan belum mampu mengembalikan kapasitas produksi sesuai target.

Investasi Rp1,47 Triliun dan Pinjaman Rp1,28 Triliun Dihapuskan

Kerugian penurunan nilai yang dibukukan UNTR terdiri atas investasi saham pada SERD senilai sekitar Rp1,47 triliun dan pinjaman pemegang saham subordinasi sebesar Rp1,28 triliun.

Setelah penyesuaian tersebut, nilai tercatat kedua instrumen keuangan itu menjadi nihil.

Dalam proses penilaian, UNTR menggunakan metode diskonto arus kas atau discounted cash flow untuk memperkirakan nilai terpulihkan investasi. Perhitungan tersebut didasarkan pada proyeksi keuangan perseroan yang ditelaah oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (PwC Indonesia).

Sejumlah asumsi utama digunakan dalam perhitungan tersebut, termasuk proyeksi kapasitas produksi neto sebesar 46–56 MW dan tingkat diskonto 6,7%.

Berdasarkan penilaian per 30 Juni 2026, nilai terpulihkan yang dapat diatribusikan kepada investasi saham UNTR mendekati nihil.

Perseroan menyatakan akan terus mengevaluasi perkembangan kondisi operasional SERD beserta dampaknya terhadap laporan keuangan pada setiap periode pelaporan.

Program Pemulihan Belum Dongkrak Produksi

Sebelum memutuskan penurunan nilai investasi, SERD telah menjalankan sejumlah langkah pemulihan operasional sepanjang 2025. Salah satunya melalui program well recovery untuk meningkatkan kemampuan sumur produksi dalam memasok uap bagi pembangkit.

Namun, hingga Juni 2026, kapasitas produksi belum kembali sesuai dengan target yang ditetapkan. Berkurangnya produksi uap dari sumur menjadi tantangan utama dalam upaya pemulihan tersebut.

Keberhasilan peningkatan kapasitas produksi SERD ke depan masih bergantung pada hasil pekerjaan teknis, ketersediaan tenaga ahli, serta faktor pendukung lainnya.

Meski demikian, UNTR menyatakan bahwa sampai dengan 30 Juni 2026, SERD masih mampu memenuhi kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman.

Dari sisi penyaluran listrik, realisasi penyerahan listrik hingga Juni 2026 disebut mendekati 100% dari kewajiban kontraktual sebesar 90%. Dengan kondisi tersebut, perseroan menyatakan tidak terdapat potensi penalti akibat penurunan kapasitas produksi saat ini.

UNTR juga menyebut tidak memiliki potensi tambahan arus kas keluar berdasarkan komitmen kontraktual yang berlaku.

Bagian dari Strategi Diversifikasi Energi Terbarukan

ADVERTISEMENT

Di tengah tantangan operasional tersebut, investasi pada SERD tetap menjadi bagian dari strategi United Tractors untuk mengembangkan dan mendiversifikasi bisnis ke sektor energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Dalam struktur kepemilikan, salah satu pemegang saham SERD adalah PT Supreme Energy Sriwijaya (SES). Sebanyak 80,2% saham SES dimiliki UNTR, sedangkan sisanya dikuasai pemegang saham nonpengendali.

SERD juga memiliki peluang meningkatkan kapasitas pembangkit pada masa mendatang hingga 2 x 110 MW atau total 220 MW, sesuai dengan perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) dengan PT PLN (Persero).

Meski demikian, potensi peningkatan kapasitas tersebut masih perlu dilihat berdasarkan perkembangan teknis dan keberhasilan pemulihan produksi. Penurunan kapasitas saat ini menjadi tantangan bagi SERD untuk mengoptimalkan kinerja pembangkit sekaligus mendukung rencana pengembangan energi panas bumi ke depan.

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

Tags: Energi TerbarukanGeothermalimpairmentPanas BumiPLNPLTPSERDSupreme Energy Rantau DedapUnited TractorsUNTR
ShareSendSharePinSend
Previous Post

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

Next Post

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

Related Posts

PGE Cetak Laba US$79,6 Juta di Semester I 2026, Produksi Panas Bumi Tembus Rekor

PGE Cetak Laba US$79,6 Juta di Semester I 2026, Produksi Panas Bumi Tembus Rekor

7 Oktober 2026
Indonesia Peringkat 2 Dunia Produsen Listrik Panas Bumi, Potensinya Baru Dimanfaatkan 10%

Indonesia Peringkat 2 Dunia Produsen Listrik Panas Bumi, Potensinya Baru Dimanfaatkan 10%

5 Oktober 2026
Geo Dipa Ungkap Investasi Hijau US$60 Miliar, Panas Bumi Jadi Mesin Ekonomi

Geo Dipa Ungkap Investasi Hijau US$60 Miliar, Panas Bumi Jadi Mesin Ekonomi

5 Oktober 2026
PGE Mulai Bor Sumur Kedua untuk PLTP Lumut Balai Unit 3

PGE Mulai Bor Sumur Kedua untuk PLTP Lumut Balai Unit 3

24 September 2026
100 Tahun Panas Bumi Nasional, PGE Bidik Peran Strategis Energi Baseload di Era Data Center dan AI

100 Tahun Panas Bumi Nasional, PGE Bidik Peran Strategis Energi Baseload di Era Data Center dan AI

12 September 2026
DEN Soroti Potensi Panas Bumi RI, Gunung Lawu Jadi Salah Satu Wilayah Prospektif

DEN Soroti Potensi Panas Bumi RI, Gunung Lawu Jadi Salah Satu Wilayah Prospektif

8 September 2026
Next Post
PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Geothermal

beritageothermal.com merupakan media yang berfokus pada peliputan, analisis, dan kajian potensi panas bumi (geothermal) berbasis data dan kebijakan.

Alamat:
Jalan Proklamasi No. 68 2 Pegangsaan, Menteng Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | Email: redaksi@beritageothermal.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Geothermal Ciremai Jadi Sorotan, DPRD Kuningan Minta Pemda Tak Gegabah

Geothermal Ciremai Jadi Sorotan, DPRD Kuningan Minta Pemda Tak Gegabah

29 September 2026
Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

7 Februari 2025
Daftar Lengkap 13 Titik Potensi Panas Bumi di Provinsi Jawa Timur

Daftar Lengkap 13 Titik Potensi Panas Bumi di Provinsi Jawa Timur

25 Februari 2025
Muhammad Pradana Indraputra: Mendorong Panas Bumi dan Cerita tentang Istri di Paskibraka

Muhammad Pradana Indraputra: Mendorong Panas Bumi dan Cerita tentang Istri di Paskibraka

3 Agustus 2025
PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

9 Oktober 2026
UNTR Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, Proyek Panas Bumi SERD Berpeluang Capai 220 MW

UNTR Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, Proyek Panas Bumi SERD Berpeluang Capai 220 MW

9 Oktober 2026
Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

7 Oktober 2026
PGE Cetak Laba US$79,6 Juta di Semester I 2026, Produksi Panas Bumi Tembus Rekor

PGE Cetak Laba US$79,6 Juta di Semester I 2026, Produksi Panas Bumi Tembus Rekor

7 Oktober 2026

Recent News

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

PLTP Rajabasa Lampung Ditargetkan Mulai Konstruksi 2027, Serap 2.000 Pekerja

9 Oktober 2026
UNTR Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, Proyek Panas Bumi SERD Berpeluang Capai 220 MW

UNTR Perkuat Bisnis Energi Terbarukan, Proyek Panas Bumi SERD Berpeluang Capai 220 MW

9 Oktober 2026
Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23 GW, Julfi Hadi Ungkap 3 Tantangan Pengembangan Geothermal

7 Oktober 2026
PGE Cetak Laba US$79,6 Juta di Semester I 2026, Produksi Panas Bumi Tembus Rekor

PGE Cetak Laba US$79,6 Juta di Semester I 2026, Produksi Panas Bumi Tembus Rekor

7 Oktober 2026

Follow Us

Berita Geothermal

kabariku.com | sorotmerahputih.com | DJITUBERITA.COM

  • About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In