• About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy
Selasa, September 1, 2026
  • Login
Berita Geothermal
No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
Home Geothermal

ADPPI Dorong Pengembangan Geothermal, Ungkap 3 Tantangan Menuju Energi Berkelanjutan

Bulan Tresyana by Bulan Tresyana
1 September 2026
in Geothermal
A A
0
ADPPI Dorong Pengembangan Geothermal, Ungkap 3 Tantangan Menuju Energi Berkelanjutan
Share Share ShareShareShare

Jakarta, Kabariku.com – Pengembangan energi panas bumi atau geothermal dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung transisi energi Indonesia menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Namun, percepatan pengembangannya perlu diiringi perencanaan yang matang, kepastian regulasi, serta keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan sejak tahap awal.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Panasbumi Indonesia (ADPPI) Hasanuddin, dalam diskusi publik bertajuk “Geothermal, Lahan, dan HAM: Mengurai Konflik, Mendorong Solusi Berkelanjutan” yang diselenggarakan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Tjokronesia.

RelatedPosts

PGE dan PLN IP Kembangkan Pembangkit Panas Bumi 45 MW, Potensi Proyek Capai 230 MW

Menjelang 100 Tahun Panas Bumi Indonesia, PGEO Optimistis Jadi Kekuatan Utama Energi Bersih Nasional

Indonesia Punya Potensi Panas Bumi 23,2 GW, Bahlil Minta Konsesi Tak Ditahan

Ia menilai Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar dan perlu dimanfaatkan secara optimal, tetapi pengembangannya harus dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan energi, investasi, lingkungan dan masyarakat.

“Panas bumi ini seperti halnya air, PLTA, energi bersih. Kita harus dorong dan bisa berkelanjutan,” kata Hasanuddin, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).

Menurut Hasanuddin, pemanfaatan panas bumi sebenarnya bukan sesuatu yang baru bagi masyarakat Indonesia. Di sejumlah daerah, energi panas bumi telah dimanfaatkan secara langsung melalui pemandian air panas yang berkembang menjadi kegiatan wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Kalau ada pemandian air panas itu bagian dari pemanfaatan langsung panas bumi. Seperti di Baturraden, Ciater dan sebagainya. Bahkan ekonomi di sana juga sudah tumbuh dengan adanya wisata pemandian air panas,” ujarnya.

Pengalaman tersebut, kata Hasanuddin, menunjukkan bahwa pemanfaatan panas bumi dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat apabila direncanakan dan dikelola dengan baik.

Pengembangan Geothermal Perlu Perencanaan Sejak Awal

Hasanuddin menyatakan ADPPI termasuk pihak yang terus mendorong pemanfaatan panas bumi sebagai salah satu sumber energi bersih. Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) tidak cukup hanya didasarkan pada besarnya potensi sumber daya.

Menurut dia, lokasi pengembangan harus diverifikasi secara menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek teknis, administrasi, finansial, sosial dan lingkungan.

Hal itu penting karena sebagian potensi panas bumi berada di wilayah yang memiliki sensitivitas ekologis, termasuk kawasan hutan lindung maupun kawasan konservasi.

“Harus hati-hati, harus dirancang sejak awal, baik teknis, administrasi hingga keuangannya. Verifikasi lokasi juga penting. Jangan sampai semua gunung digunakan geothermal, yang ada nanti yang kasihan pengembang,” katanya.

Hasanuddin menilai kehati-hatian sejak awal justru diperlukan untuk memberikan kepastian bagi seluruh pihak. Kesalahan dalam menentukan lokasi atau kurangnya kajian dapat menimbulkan persoalan ketika proyek telah memasuki tahap investasi.

Investor, misalnya, dapat telah mengeluarkan biaya besar untuk eksplorasi dan pembangunan, tetapi kemudian menghadapi persoalan lingkungan maupun penolakan masyarakat yang membuat kegiatan usaha tidak dapat berjalan sebagaimana direncanakan.

“Banyak yang jadi korban malah investor. Setelah mereka sudah investasi banyak ternyata tidak bisa melakukan usaha karena ada pertentangan. Inilah yang kita concern-kan,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai survei, studi kelayakan, perizinan, pemetaan sosial hingga identifikasi potensi konflik perlu dilakukan secara komprehensif sebelum suatu proyek panas bumi dikembangkan.

Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat Perlu Diperkuat

Selain aspek teknis, Hasanuddin menempatkan komunikasi sebagai bagian penting dalam pembangunan geothermal.

Menurut dia, keterlibatan masyarakat dan kelompok masyarakat sipil sejak awal dapat membantu mengidentifikasi berbagai persoalan yang mungkin muncul ketika proyek mulai berjalan.

Ia mendorong pemerintah membuka ruang dialog dengan pegiat sosial, pemerhati lingkungan, mahasiswa, lembaga bantuan hukum dan organisasi masyarakat untuk membicarakan pengembangan panas bumi secara terbuka.

ADVERTISEMENT

“Sudah saatnya pemerintah duduk satu meja untuk bicara dengan para pegiat sosial dan pegiat lingkungan. Kalau memang boleh, ayo kita bicara solusinya,” tegasnya.

Hasanuddin mengatakan perbedaan pandangan mengenai pengembangan geothermal seharusnya tidak selalu ditempatkan sebagai pertentangan antara pembangunan dan lingkungan.

Menurut dia, kritik yang disampaikan kelompok seperti WALHI, LBH maupun organisasi masyarakat lainnya dapat menjadi bagian dari proses untuk memastikan pengembangan energi bersih tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Teman-teman LBH, WALHI dan lain-lain wajar menentang karena komunikasi dari teman-teman penggerak panas bumi masih buruk. Tapi saya yakin teman-teman WALHI dan sebagainya setuju dan mendukung energi hijau,” katanya.

Ia menilai persoalan yang muncul selama ini antara lain berkaitan dengan minimnya komunikasi dan koordinasi antara pelaku pengembangan panas bumi dengan pemangku kepentingan di daerah.

Pada tahap awal, konflik dapat berkaitan dengan status dan fungsi kawasan, mulai dari hutan, hutan lindung, kawasan konservasi hingga perkebunan. Persoalan lain dapat muncul ketika aktivitas proyek bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, termasuk mobilisasi peralatan berat melalui akses jalan di sekitar permukiman.

Menurut Hasanuddin, berbagai potensi persoalan tersebut semestinya dapat dipetakan sejak awal melalui komunikasi yang terbuka dan pelibatan masyarakat secara memadai.

Kepastian Regulasi Jadi Kunci Investasi

Di samping persoalan lingkungan dan sosial, kepastian regulasi menjadi perhatian ADPPI.

Hasanuddin menyebut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi sebagai salah satu landasan hukum penting dalam pengembangan sektor tersebut. Namun, ia menilai masih diperlukan aturan pelaksana yang lebih jelas agar masyarakat maupun pelaku usaha memperoleh kepastian dalam menjalankan kegiatan pemanfaatan panas bumi.

Menurut dia, kepastian regulasi juga berkaitan langsung dengan keberanian investor menanamkan modal. Proses perizinan yang panjang dapat meningkatkan biaya dan membuat pengembangan proyek menjadi kurang efisien.

“Tak sedikit pengusaha yang untuk urus izin saja sampai bertahun-tahun. Ini kan bikin cost membengkak,” ujarnya.

Karena itu, Hasanuddin berharap pemerintah dapat menciptakan tata kelola yang lebih sederhana, jelas dan memberikan kepastian tanpa mengurangi standar perlindungan terhadap lingkungan maupun masyarakat.

Bagi ADPPI, percepatan geothermal tidak berarti mengabaikan kehati-hatian. Justru, perencanaan yang baik sejak awal dinilai dapat mencegah konflik dan memberikan kepastian bagi investor, pemerintah daerah serta masyarakat.

Manfaat Harus Kembali ke Daerah Penghasil

Di tengah agenda transisi energi, Hasanuddin menilai panas bumi tetap menjadi salah satu sumber energi strategis bagi Indonesia. Pengembangan geothermal dapat membantu menyediakan listrik dari sumber energi terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan transisi energi tidak semata-mata diukur dari bertambahnya kapasitas pembangkit.

Menurutnya, keberadaan proyek panas bumi juga harus memberikan manfaat yang nyata bagi daerah penghasil dan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah kerja.

“Yang kita target adalah panas bumi ini bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” tegas Hasanuddin.

Ia menambahkan, ADPPI merupakan organisasi yang mandiri dan berkomitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat di daerah penghasil panas bumi.

Dalam pandangannya, masyarakat daerah penghasil tidak semestinya hanya menjadi pihak yang menerima dampak dari aktivitas proyek. Mereka juga perlu memperoleh manfaat ekonomi dan sosial dari pemanfaatan sumber daya yang berada di wilayahnya.

Edukasi Publik tentang Geothermal Perlu Diperluas

Hasanuddin juga menyoroti pentingnya memperluas edukasi publik mengenai panas bumi.

Ia menilai geothermal masih lebih banyak dibicarakan di kalangan pemerintah, akademisi dan pelaku industri sehingga pemahaman masyarakat luas mengenai manfaat, proses pengembangan serta potensi risikonya belum merata.

“Isu geothermal masih sebatas isu elitis, isu yang hanya di kalangan tertentu saja,” ujarnya.

Karena itu, pelaku industri dan praktisi geothermal didorong lebih aktif melakukan sosialisasi. Edukasi tersebut diperlukan agar masyarakat dapat memahami panas bumi secara lebih utuh, termasuk manfaatnya sebagai energi terbarukan sekaligus tantangan yang menyertai pengembangannya.

Dengan pemahaman yang lebih baik, Hasanuddin berharap diskusi mengenai geothermal tidak lagi berada pada dua kutub yang saling berhadapan, melainkan berkembang menjadi ruang untuk mencari titik temu antara kebutuhan energi, kepentingan investasi, perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Ia pun berharap forum-forum dialog mengenai panas bumi terus diperbanyak dengan menghadirkan berbagai perspektif.

“Saya harap diskusi-diskusi seperti ini terus dilakukan dan dimasifkan untuk menangkap perspektif yang lebih luas,” pungkasnya.*

Baca juga :

Diskusi Publik GMNI UIN Jakarta Bahas Geothermal, Lahan, dan HAM: “Mengurai Konflik, Mendorong Solusi Berkelanjutan”

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

Tags: Asosiasi Daerah Penghasil Panas Bumi IndonesiaDiskusi Publik GeothermalHasanuddin Ketum ADPPIMenuju Energi BerkelanjutanPanas Bumipengembangan geothermal
ShareSendSharePinSend
Previous Post

ADPPI: Transisi Energi Tak Sekadar Ganti Sumber Energi, Perlu Perubahan Komitmen dan Cara Pandang

Related Posts

PGE dan PLN IP Kembangkan Pembangkit Panas Bumi 45 MW, Potensi Proyek Capai 230 MW

PGE dan PLN IP Kembangkan Pembangkit Panas Bumi 45 MW, Potensi Proyek Capai 230 MW

28 Agustus 2026
13 PLTU Batubara Dipensiunkan, Ketua Umum ADPPI Hasanuddin Soroti Energi Panas Bumi sebagai Pengganti Ideal

Menjelang 100 Tahun Panas Bumi Indonesia, PGEO Optimistis Jadi Kekuatan Utama Energi Bersih Nasional

24 Agustus 2026
Indonesia Punya Potensi Panas Bumi 23,2 GW, Bahlil Minta Konsesi Tak Ditahan

Indonesia Punya Potensi Panas Bumi 23,2 GW, Bahlil Minta Konsesi Tak Ditahan

21 Agustus 2026
Menteri ESDM Bahlil Ungkap Tantangan Panas Bumi, ADPPI Soroti Manfaat bagi Daerah

Menteri ESDM Bahlil Ungkap Tantangan Panas Bumi, ADPPI Soroti Manfaat bagi Daerah

19 Agustus 2026
Menteri ESDM Bahlil Buka IIGCE 2026, Panas Bumi Didorong untuk Swasembada Energi

Menteri ESDM Bahlil Buka IIGCE 2026, Panas Bumi Didorong untuk Swasembada Energi

19 Agustus 2026
Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka IIGCE 2026, Proyek Panas Bumi dan Kerja Sama Energi Akan Ditandatangani

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka IIGCE 2026, Proyek Panas Bumi dan Kerja Sama Energi Akan Ditandatangani

18 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Geothermal

beritageothermal.com merupakan media yang berfokus pada peliputan, analisis, dan kajian potensi panas bumi (geothermal) berbasis data dan kebijakan.

Alamat:
Jalan Proklamasi No. 68 2 Pegangsaan, Menteng Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | Email: redaksi@beritageothermal.com

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

16 Februari 2025
Babak Baru Proyek Panas Bumi Baturaden, Futura Energi Masuk Lewat Ardhantara

Babak Baru Proyek Panas Bumi Baturaden, Futura Energi Masuk Lewat Ardhantara

22 Agustus 2025
Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

7 Februari 2025
PLTP Patuha Membangun Indonesia dengan Energi Hijau

Daftar Lengkap 11 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Jawa Barat Serta Detilnya

5 Maret 2025
PT Supreme Energy

PT Supreme Energy Genjot Pengembangan PLTP Muara Laboh di Lampung Selatan

Pertamina Geothermal Energi berhasil optimalkan panas bumi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

PGE Berhasil Optimalkan Energi Panas Bumi, Menjaga Ekosistem dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Lima Perusahaan Panas Bumi Peroleh Proper Emas 2024 KLH, Berikut Ini Daftarnya

Lima Perusahaan Panas Bumi Peroleh Proper Emas 2024 KLH, Berikut Ini Daftarnya

Direktur Utama PGE, Julfi Hadi saat menerima Penghargaan Proper Emas dari KLH untuk PGE Area Kamojang dan Ulubelu

PGE Raih PROPER Emas ke-14 Berturut-turut, Pengelolaan Green Ecosystem Berdampak Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat

ADPPI Dorong Pengembangan Geothermal, Ungkap 3 Tantangan Menuju Energi Berkelanjutan

ADPPI Dorong Pengembangan Geothermal, Ungkap 3 Tantangan Menuju Energi Berkelanjutan

1 September 2026

ADPPI: Transisi Energi Tak Sekadar Ganti Sumber Energi, Perlu Perubahan Komitmen dan Cara Pandang

30 Agustus 2026
Diskusi Publik GMNI UIN Jakarta Bahas Geothermal, Lahan, dan HAM: “Mengurai Konflik, Mendorong Solusi Berkelanjutan”

Diskusi Publik GMNI UIN Jakarta Bahas Geothermal, Lahan, dan HAM: “Mengurai Konflik, Mendorong Solusi Berkelanjutan”

30 Agustus 2026
Pusat Konservasi Elang Kamojang Raih Penghargaan HKAN 2026, Bukti Panas Bumi Bisa Selaras dengan Alam

Pusat Konservasi Elang Kamojang Raih Penghargaan HKAN 2026, Bukti Panas Bumi Bisa Selaras dengan Alam

29 Agustus 2026

Recent News

ADPPI Dorong Pengembangan Geothermal, Ungkap 3 Tantangan Menuju Energi Berkelanjutan

ADPPI Dorong Pengembangan Geothermal, Ungkap 3 Tantangan Menuju Energi Berkelanjutan

1 September 2026

ADPPI: Transisi Energi Tak Sekadar Ganti Sumber Energi, Perlu Perubahan Komitmen dan Cara Pandang

30 Agustus 2026
Diskusi Publik GMNI UIN Jakarta Bahas Geothermal, Lahan, dan HAM: “Mengurai Konflik, Mendorong Solusi Berkelanjutan”

Diskusi Publik GMNI UIN Jakarta Bahas Geothermal, Lahan, dan HAM: “Mengurai Konflik, Mendorong Solusi Berkelanjutan”

30 Agustus 2026
Pusat Konservasi Elang Kamojang Raih Penghargaan HKAN 2026, Bukti Panas Bumi Bisa Selaras dengan Alam

Pusat Konservasi Elang Kamojang Raih Penghargaan HKAN 2026, Bukti Panas Bumi Bisa Selaras dengan Alam

29 Agustus 2026

Follow Us

Berita Geothermal

kabariku.com | sorotmerahputih.com | DJITUBERITA.COM

  • About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In