Jakarta, Berita Geothermal – Pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Indonesia masih jalan di tempat. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, membeberkan salah satu penyebab utamanya: biaya listriknya belum kompetitif.
Stella menjelaskan, listrik berbasis batu bara masih jauh lebih murah, yakni di kisaran 7–8 sen per kWh. Sementara listrik dari panas bumi bisa tembus sekitar 18 sen per kWh. Gap harga ini membuat geothermal kalah saing di pasar energi nasional.
“Selama harga masih tinggi, implementasinya pasti tersendat,” kata Stella dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Kondisi tersebut, lanjutnya, bukan cuma terjadi di Indonesia. Banyak negara juga menghadapi masalah serupa sehingga belum menjadikan geothermal sebagai sumber energi utama.
Padahal, Indonesia menyimpan potensi yang sangat besar. Sekitar 40 persen cadangan panas bumi dunia berada di wilayah Tanah Air. Sayangnya, pemanfaatannya masih jauh dari maksimal.
Saat ini, Indonesia baru menggarap sekitar 10 persen dari total potensi geothermal yang tersedia. Artinya, peluang pengembangan masih terbuka lebar.
Stella menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mempercepat pengembangan energi ini, mulai dari riset hingga implementasi di lapangan.
Di sisi lain, geothermal punya keunggulan yang sulit ditandingi. Energi ini bersih dan stabil karena tidak tergantung pada cuaca, berbeda dengan tenaga surya atau angin yang fluktuatif.
Pemerintah pun mulai mendorong percepatan riset energi melalui Program Riset Strategis Nasional. Targetnya jelas, meningkatkan porsi energi terbarukan hingga 23 persen dalam bauran energi nasional.
Upaya ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC) untuk menekan emisi karbon, serta ambisi mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau bahkan lebih cepat.
Dengan potensi besar di tangan, tantangan berikutnya adalah menurunkan biaya produksi agar geothermal bisa benar-benar jadi tulang punggung energi bersih Indonesia.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















