Magelang, Berita Geothermal – Di tengah lembah Sungai Elo yang tenang di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, berdiri sebuah situs kuno yang menyimpan jejak sejarah panjang peradaban Jawa. Candi Umbul dikenal sebagai pemandian air panas bersejarah yang diyakini telah ada sejak masa Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-9 Masehi.
Situs ini terletak di Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Selain menjadi tempat wisata, kawasan ini juga menjadi bukti bahwa praktik pemandian suci telah menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual masyarakat Jawa kuno.
Sejarah Pemandian Air Panas di Masa Jawa Kuno
Dalam tradisi Hindu di Jawa kuno, sumber mata air alami sering dijadikan patirtan atau tempat pemandian suci. Air dipercaya sebagai unsur penyucian diri sebelum melakukan ritual keagamaan atau meditasi.
Candi Umbul merupakan salah satu contoh patirtan yang dibangun di sekitar mata air alami yang muncul dari perut bumi. Mata air tersebut memancarkan gelembung gas yang terlihat menyembul dari dasar kolam.
Fenomena ini dalam bahasa Jawa disebut mumbul, yang berarti muncul atau menyembur ke atas. Dari kata inilah nama “Umbul” kemudian berasal.
Air hangat tersebut diyakini berasal dari aktivitas geologi purba yang sudah berlangsung sejak jutaan tahun lalu. Meskipun mengandung belerang, air di kolam ini tidak memiliki bau menyengat seperti sumber air panas lainnya.
Hingga kini, air hangat di kolam Candi Umbul dipercaya memiliki manfaat kesehatan, seperti membantu meredakan penyakit kulit, rematik, serta melancarkan peredaran darah.
Dibangun pada Era Kerajaan Mataram Kuno
Para arkeolog memperkirakan Candi Umbul dibangun sekitar tahun 800–850 Masehi, ketika wilayah Jawa Tengah menjadi pusat pemerintahan dan kebudayaan Kerajaan Mataram Kuno.
Pada masa itu, kerajaan dipimpin oleh dua dinasti besar yang silih berganti berkuasa, yaitu Wangsa Syailendra yang bercorak Buddha dan Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu.
Berdasarkan temuan arkeologis berupa batu lingga dan yoni di area situs, para peneliti menduga Candi Umbul memiliki corak Hindu sehingga kemungkinan besar dibangun pada masa Dinasti Sanjaya.
Pada periode ini, banyak kompleks candi dan tempat ritual didirikan di wilayah Jawa Tengah. Beberapa situs yang berasal dari era yang sama antara lain Candi Selogriyo, Candi Gedong Songo, dan kompleks Candi Dieng.
Keberadaan Candi Umbul menunjukkan bahwa kawasan Magelang pada masa itu merupakan wilayah penting dalam jaringan spiritual dan budaya kerajaan.
Pemandian Raja dan Putri Kerajaan
Dalam tradisi kerajaan Jawa kuno, pemandian air suci tidak hanya berfungsi sebagai tempat mandi biasa, tetapi juga sebagai lokasi ritual spiritual.
Sejumlah sejarawan meyakini bahwa Candi Umbul dahulu menjadi pemandian bagi para putri kerajaan dan raja-raja Mataram Kuno. Para bangsawan diyakini melakukan ritual mandi sebelum menjalankan upacara keagamaan atau meditasi.
Di dalam kolam ditemukan batu umpak berbentuk lingga datar yang diduga menjadi tempat duduk para ksatria atau pertapa ketika melakukan ritual kungkum atau bertapa dengan cara berendam di dalam air.
Selain itu, di beberapa titik juga ditemukan fondasi batu yang diperkirakan merupakan tiang penyangga bangunan atap yang dahulu melindungi area pemandian.
Struktur dan Arsitektur Situs
Kompleks pemandian Candi Umbul terdiri dari dua kolam utama yang dibangun dari batu andesit.
Kolam pertama berukuran sekitar 12,5 x 7,15 meter dan berisi air hangat yang berasal dari mata air alami di dasar kolam. Di bagian dasar kolam inilah gelembung air terus muncul ke permukaan.
Kolam kedua memiliki ukuran sekitar 8,5 x 7 meter dengan suhu air yang lebih dingin.
Di sekitar kolam juga ditemukan sejumlah batu dengan relief tumbuhan, hewan, serta fragmen stupa yang menjadi bagian dari struktur candi pada masa lampau.
Cerita Rakyat yang Berkembang di Masyarakat
Selain catatan sejarah dan penelitian arkeologis, masyarakat sekitar juga memiliki sejumlah cerita rakyat yang berkaitan dengan Candi Umbul.
Salah satu cerita yang berkembang menyebutkan bahwa pemandian ini dahulu menjadi tempat para putri kerajaan membersihkan diri sebelum mengikuti ritual di candi.
Ada pula kisah yang menyebutkan bahwa beberapa ksatria kerajaan melakukan tapa atau meditasi di kolam ini untuk memperoleh kekuatan spiritual.
Cerita rakyat tersebut diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat sekitar sebagai bagian dari tradisi lisan yang memperkaya nilai sejarah situs ini.
Lokasi dan Akses ke Candi Umbul
Secara geografis, Candi Umbul berada di Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Lokasinya berada di kawasan lembah yang dialiri Sungai Elo, sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Magelang.
Untuk mencapai lokasi ini:
- Dari arah Semarang, pengunjung dapat mengambil jalur menuju Temanggung dan berbelok sebelum Kecamatan Pringsurat.
- Dari arah Yogyakarta, perjalanan dapat ditempuh melalui Secang menuju Grabag dan mengikuti papan petunjuk menuju Candi Umbul.
Warisan Sejarah yang Tetap Hidup
Kini Candi Umbul tidak hanya dilindungi sebagai situs purbakala, tetapi juga menjadi destinasi wisata sejarah yang populer di Magelang.
Pengunjung dapat menikmati pengalaman unik berendam di kolam air hangat yang sama yang diyakini pernah digunakan oleh para bangsawan kerajaan lebih dari seribu tahun lalu.
Keberadaan situs ini menjadi bukti bahwa peradaban Jawa kuno tidak hanya meninggalkan bangunan candi megah, tetapi juga tradisi spiritual yang erat kaitannya dengan alam dan sumber air.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















