Jakarta, Berita Geothermal – Perusahaan produsen listrik independen Bakrie Power terus memperluas portofolio bisnis energi di Indonesia dengan mengembangkan sejumlah proyek pembangkit listrik, mulai dari berbasis batu bara hingga energi terbarukan seperti panas bumi dan tenaga surya.
Dikutip dari laman Resmi, Senin (09/03) perusahaan yang merupakan bagian dari grup usaha Bakrie & Brothers ini telah beroperasi sejak 1994 dan fokus pada pengembangan proyek pembangkit listrik melalui berbagai skema, termasuk Independent Power Producer (IPP), pembangunan pembangkit captive power, hingga kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk proyek pembangkit listrik tenaga surya.
Seiring meningkatnya kebutuhan listrik nasional, perusahaan ini mengembangkan berbagai proyek strategis yang jika digabungkan memiliki potensi kapasitas pembangkit hingga sekitar 1,6 gigawatt (GW).
Di jajaran manajemen, perusahaan dipimpin oleh Direktur Utama Ronald Nehemia Sinaga bersama Direktur A. Amri Aswono Putra. Sementara posisi komisaris dijabat oleh Anindra Ardiansyah Bakrie.
Proyek PLTU untuk Industri dan Sistem Kelistrikan
Salah satu proyek yang telah beroperasi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Bara di Sangatta, Kalimantan Timur. Pembangkit ini memiliki kapasitas 3 x 18 megawatt (MW) dan dikelola oleh perusahaan proyek PT Citra Kusuma Perdana.
Proyek tersebut dikembangkan bersama Trust Energy Resources Pte Ltd dengan skema Captive Power Plant (CPP), di mana listrik yang dihasilkan digunakan untuk mendukung operasional perusahaan tambang batu bara Kaltim Prima Coal.
PLTU ini mulai beroperasi secara komersial pada 2016 dan menjadi salah satu pembangkit yang menopang kebutuhan energi industri di kawasan tambang batu bara di Kalimantan Timur.
Selain pembangkit skala industri, Bakrie Power juga terlibat dalam proyek pembangkit besar yang memasok listrik ke jaringan nasional milik PLN.
Salah satu proyek tersebut adalah PLTU Tanjung Jati A atau Jawa-3 yang berlokasi di Cirebon, Jawa Barat. Pembangkit ini memiliki kapasitas 2 x 660 MW dan dikembangkan oleh PT Tanjung Jati Power Company melalui kemitraan dengan YTL Jawa Energy B.V.
Proyek ini menggunakan skema IPP (Independent Power Producer), di mana listrik yang dihasilkan dijual ke PLN sebagai offtaker utama. Pembangkit ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2024 dan menjadi bagian dari penguatan sistem kelistrikan di Pulau Jawa.
Perkuat Portofolio Energi Panas Bumi
Selain pembangkit berbasis batu bara, Bakrie Power juga mulai memperkuat pengembangan energi bersih melalui proyek panas bumi.
Salah satu proyek strategisnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ngebel di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur dengan kapasitas 3 x 55 MW.
Proyek ini dikembangkan oleh PT Bakrie Darmakarya Energi dengan sejumlah mitra, di antaranya PT Manajemen Energi Indonesia, PT Bangun Infrastruktur Nusantara, serta PT Gaia Energi Baik. Listrik yang dihasilkan nantinya akan disalurkan ke jaringan nasional PLN melalui skema IPP.
Proyek tersebut saat ini masih berada dalam tahap eksplorasi untuk memastikan potensi sumber daya panas bumi di kawasan tersebut.
Selain Ngebel, perusahaan juga terlibat dalam proyek PLTP Sokoria di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur dengan kapasitas 30 MW.
Pembangkit ini dikelola oleh PT Sokoria Geothermal Indonesia melalui kerja sama dengan KS Orka Energi Terbarukan Pte Ltd dan PT Manajemen Energi Indonesia. Proyek ini menjadi salah satu pengembangan energi panas bumi di kawasan Indonesia Timur.
Kembangkan Proyek Tenaga Surya di Wilayah Terpencil
Selain pembangkit skala besar, Bakrie Power juga mengerjakan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung elektrifikasi di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
Melalui peran sebagai kontraktor EPC, perusahaan mengembangkan proyek PLTS Off-Grid Hybrid berkapasitas 275 kWp di Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Proyek serupa juga dibangun di Desa Nule, Pantar Timur, Kabupaten Alor dengan kapasitas 250 kWp untuk memperkuat pasokan listrik di wilayah kepulauan yang sebelumnya masih terbatas.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan sistem PLTS hybrid diesel on-grid berkapasitas 200 kWp di Pulau Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara yang terhubung dengan sistem kelistrikan PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara.
Di sektor komersial, Bakrie Power membangun PLTS atap berkapasitas 10 kWp di kawasan Elite Club Epicentrum, Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan sebagai bagian dari pemanfaatan energi surya di kawasan perkotaan.
Bidik Peluang Energi Baru di Indonesia
Dengan meningkatnya kebutuhan listrik nasional, Bakrie Power melihat masih adanya kesenjangan antara pasokan dan permintaan listrik di berbagai wilayah Indonesia.
Perusahaan menilai kondisi tersebut membuka peluang bagi pengembangan pembangkit listrik baru, baik berbasis energi konvensional maupun energi terbarukan.
Melalui kombinasi investasi, kemitraan strategis, dan penerapan teknologi digital di sektor energi, Bakrie Power menargetkan dapat terus memperluas portofolio pembangkit listrik sekaligus mendukung penguatan infrastruktur kelistrikan nasional.
Sumber Website: https://bakriepower.co.id
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















