Jakarta, Beritageothermal.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) melihat Sulawesi Utara memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai green province dengan memanfaatkan energi panas bumi sebagai sumber listrik utama bagi industri hijau. Salah satu sektor yang dinilai paling prospektif adalah pengembangan green data center yang membutuhkan pasokan listrik bersih, stabil, dan berkelanjutan.
Informasi tersebut disampaikan Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, dalam program Energy Corner yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta nasional dan dikutip pada Senin (27/7/2026).
Edwil menjelaskan, hasil kajian yang dilakukan PGE bersama Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (IDPRO) menunjukkan Sulawesi Utara memiliki keunggulan strategis karena telah didukung jaringan kabel bawah laut (subsea cable) yang terkoneksi langsung dengan pasar internasional.
“Lahendong ini menarik, hasil dari kajian kami dengan Asosiasi Data Center Indonesia itu sudah ada subsea cable yang ada di Sulawesi Utara. Jadi kami lagi melihat bagaimana Indonesia atau khususnya Sulawesi, North Sulawesi ini bisa menjadi Green Province di mana panas bumi menjadi penopang utamanya. Dan industri-nya apa? Ya data center itu,” kata Edwil.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur kabel bawah laut tersebut menjadi modal penting dalam menarik investasi industri pusat data karena memungkinkan konektivitas digital dengan pasar global.
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari IDPRO, jaringan kabel bawah laut di Sulawesi Utara telah terhubung hingga Guam dan Amerika Serikat, sehingga akses menuju ekosistem digital internasional sudah tersedia.
“Artinya apa? Market global itu sudah terbentuk,” ujarnya.
Edwil menambahkan, meningkatnya pembangunan pusat data oleh perusahaan-perusahaan teknologi dunia menjadi sinyal bahwa kebutuhan terhadap pasokan energi ramah lingkungan akan terus bertumbuh. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang besar bagi Indonesia, khususnya Sulawesi Utara, untuk menjadi salah satu lokasi pengembangan green data center berbasis energi panas bumi.
Ia mencontohkan ekspansi sejumlah perusahaan teknologi global yang terus memperluas jaringan pusat data di berbagai kawasan sebagai indikator meningkatnya permintaan infrastruktur digital berbasis energi bersih.
“Di sisi lain kita menyadari, mungkin kalau kita baca berita tiba-tiba data center milik Amazon di Bom, di Middle East. Tiba-tiba NVIDIA data centernya di Bom. Jadi ini yang kami lihat bahwa potensi itu ada ke arah sana dan kami PGE ingin berperan di dalam pengembangan ekosistem green data center di Indonesia,” ujarnya.
PGE menilai sinergi antara potensi energi panas bumi, infrastruktur telekomunikasi internasional, dan meningkatnya kebutuhan industri digital dapat menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pusat data hijau di Indonesia. Melalui pengembangan tersebut, perusahaan berharap pemanfaatan energi panas bumi tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan investasi dan ekonomi digital berbasis energi rendah emisi.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















