Muara Enim, Beritageothermal.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lumut Balai mengisi peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan cara berbeda. Sejumlah siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, diajak mengenal secara langsung proses pembangkitan listrik berbasis energi panas bumi sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan dan membangun budaya integritas sejak usia dini.
Program edukasi yang digelar pada Jumat (24/7/2026) itu memberikan pengalaman belajar di luar ruang kelas. Para siswa bersama guru berkesempatan melihat langsung aktivitas operasional panas bumi, mulai dari proses bisnis hingga pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak berkeliling area operasional PGE Area Lumut Balai untuk memahami bagaimana sumber panas bumi diolah menjadi energi listrik bersih yang berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional.
Tak hanya mengenalkan teknologi energi hijau, PGE juga menyisipkan edukasi mengenai pentingnya integritas melalui materi pencegahan fraud atau kecurangan. Materi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab kepada generasi muda sejak dini.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2. Di lokasi tersebut, para siswa menyaksikan secara langsung proses pembangkitan listrik dari energi panas bumi serta melihat bagaimana kegiatan industri dapat berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian lingkungan.
General Manager PGE Area Lumut Balai, Catur Hendro Utomo, menegaskan bahwa pengenalan energi bersih kepada anak-anak merupakan investasi penting bagi masa depan Indonesia.
“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Penting bagi mereka menjaga lingkungan di sekitarnya, serta memahami bagaimana energi panas bumi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Catur Hendro Utomo dalam keterangan tertulis (28/7/2026).
Menurutnya, pengalaman belajar secara langsung di lapangan akan lebih efektif dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan dibandingkan hanya melalui pembelajaran teori di sekolah.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan pemahaman bahwa energi panas bumi merupakan salah satu sumber energi yang ramah lingkungan, sekaligus menumbuhkan kepedulian untuk menjaga lingkungan,” tambahnya.
Sebagai penutup kegiatan, para siswa dan guru melakukan aksi penghijauan di kawasan Cluster 3 dengan menanam sebanyak 50 bibit pohon. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mengajak generasi muda berperan aktif menghadapi tantangan perubahan iklim.
PGE Perkuat Komitmen Dukung Transisi Energi Bersih
Edukasi kepada pelajar ini sejalan dengan komitmen PT Pertamina Geothermal Energy Tbk dalam mendukung percepatan transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Saat ini, PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.932 megawatt (MW). Kapasitas tersebut menyumbang sekitar 70 persen dari total kapasitas pembangkit listrik panas bumi nasional serta berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 10 juta ton CO₂ setiap tahun.
Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan industri energi hijau, PGE berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya energi terbarukan, menjaga lingkungan, serta berkontribusi mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















