Jakarta, Berita Geothermal – Percepatan program transisi energi yang dijalankan Indonesia mulai menarik minat banyak perusahaan global. Salah satunya adalah SS Valve Co., Ltd., produsen katup industri asal Korea Selatan yang menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam proyek energi terbarukan di Indonesia dalam jangka panjang.
Perusahaan tersebut bahkan menargetkan partisipasi dalam pengembangan proyek energi bersih di Tanah Air hingga tahun 2034, terutama pada sektor panas bumi yang dinilai memiliki potensi sangat besar.
President Director SS Valve, Ju Young Lee, mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki peluang besar dalam pengembangan energi geothermal. Menurutnya, kerja sama dengan mitra lokal menjadi faktor penting untuk memaksimalkan potensi tersebut.
“Indonesia adalah pasar dan mitra penting bagi kami dalam mendorong transisi energi bersih. Kolaborasi dengan perusahaan lokal menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi panas bumi di negara ini,” ujar Lee, seperti dikutip, Sabtu (14/03/2026).
Peran Katup dalam Sistem Geothermal
Di balik operasional pembangkit listrik panas bumi, terdapat sejumlah komponen penting yang memastikan sistem dapat berjalan dengan aman. Salah satu di antaranya adalah valve atau katup yang berfungsi mengatur aliran fluida panas bumi dalam proses pembangkitan listrik.
Meski jarang disorot, komponen ini memiliki peran vital dalam menjaga kestabilan operasi pembangkit. Tanpa sistem pengendalian aliran yang baik, proses konversi energi panas bumi menjadi listrik dapat terganggu.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, SS Valve mengembangkan katup berbahan baja paduan yang dilengkapi lapisan pelindung antikorosi. Teknologi ini dirancang agar mampu bertahan dalam kondisi operasional ekstrem, termasuk paparan uap panas, cairan brine, serta tekanan tinggi yang umum ditemukan pada proyek geothermal.
Produk valve yang diproduksi perusahaan ini juga melalui proses pengujian ketat sebelum digunakan di proyek pembangkit listrik, guna memastikan daya tahan dan kinerja jangka panjang.
Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di industri manufaktur katup, SS Valve telah memasok produknya untuk berbagai sektor energi di sejumlah negara, termasuk pembangkit listrik dan industri petrokimia.
“Kami merancang valve sesuai kebutuhan spesifik proyek geothermal. Pendekatan desain khusus ini menjadi kekuatan utama kami,” kata Lee.
Mulai dari Industri Maritim
Langkah awal SS Valve di Indonesia dimulai pada 2006 saat Lee pertama kali datang ke Tanah Air. Saat itu perusahaan menjalin kerja sama dengan PT PAL Indonesia untuk penyediaan marine valve.
Kerja sama tersebut menjadi pintu masuk bagi perusahaan untuk memperluas bisnisnya di sektor energi nasional. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2013, SS Valve kembali dipercaya menyediakan API valve untuk proyek energi yang dikelola Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Sejak saat itu perusahaan mulai terlibat dalam berbagai proyek panas bumi di Indonesia, seperti Muara Laboh, Antardipa, hingga Wayang Windu.
Salah satu proyek yang cukup menantang terjadi pada 2016 ketika SS Valve diminta menyediakan V-notch gate valve untuk proyek geothermal milik Supreme Energy.
Lee menjelaskan bahwa karakteristik proyek panas bumi berbeda dengan pembangkit LNG maupun batubara. Kondisi operasional seperti tekanan tinggi, korosi, serta keberadaan material abrasif seperti pasir dan batu membuat peralatan harus memiliki standar ketahanan yang lebih tinggi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, SS Valve mengembangkan V-notch gate valve, yaitu katup dengan desain bukaan berbentuk huruf “V” yang memungkinkan pengaturan aliran fluida menjadi lebih presisi.
Menjaga Kualitas di Tengah Persaingan
Dalam industri peralatan energi, persaingan tidak hanya datang dari teknologi tetapi juga dari harga produk yang lebih murah. Namun SS Valve memilih tetap menempatkan kualitas dan keandalan sebagai prioritas utama.
Perusahaan bahkan menyimpan seluruh data teknis dari valve yang pernah dipasok ke berbagai proyek di Indonesia. Data tersebut digunakan untuk mempermudah proses pemeliharaan maupun penggantian komponen jika dibutuhkan.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat komunikasi langsung dengan pengguna akhir agar setiap kendala teknis di lapangan dapat segera ditangani.
“Ini bukan sekadar soal harga produk, tetapi tentang keandalan sistem dan keselamatan operasi jangka panjang,” tegas Lee.
Bidik Proyek Geothermal Baru
Saat ini SS Valve juga terlibat dalam sejumlah proyek panas bumi yang tengah dikembangkan di Indonesia, di antaranya Muara Laboh 2, Patuha 2, dan Wayang Windu 3.
Lee berharap perusahaan yang dipimpinnya dapat terus menjadi bagian dari pengembangan energi geothermal di Indonesia dalam jangka panjang.
“Saya berharap SS Valve dapat terus berkontribusi dalam proyek geothermal Indonesia hingga 2034 dan seterusnya,” ujarnya.
Meski belum memiliki fasilitas produksi di Indonesia, perusahaan tetap memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra lokal untuk memastikan layanan yang diberikan tetap memenuhi standar industri internasional.
Lee menilai pengembangan energi terbarukan bukan hanya terkait peluang bisnis, tetapi juga menyangkut masa depan energi global.
“Energi terbarukan mungkin belum selalu paling efisien secara ekonomi saat ini, tetapi ini adalah investasi untuk masa depan umat manusia. Indonesia memiliki potensi luar biasa, dan kami ingin menjadi bagian dari perjalanan itu,” pungkasnya.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini





















