Jakarta, Berita Geothermal – Nama Prijandaru Effendi dikenal luas di kalangan industri energi nasional, terutama pada sektor panas bumi (geothermal). Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang minyak, gas, dan energi terbarukan, ia menjadi salah satu figur yang aktif mendorong percepatan pengembangan energi bersih di Indonesia.
Dikutip dari berbagai sumber termasuk Linkedln, Saat ini Prijandaru menjabat sebagai Executive Vice President di Supreme Energy, perusahaan yang fokus pada pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia. Dalam posisinya tersebut, ia bertanggung jawab atas hubungan eksternal perusahaan, layanan pendukung operasional, serta aspek keselamatan dan lingkungan.
Memulai Karier dari Industri Migas
Perjalanan karier Prijandaru Effendi di sektor energi dimulai pada awal 1990-an setelah menyelesaikan pendidikan magister di bidang Petroleum Engineering di The University of Tulsa, Amerika Serikat, pada periode 1990–1992.
Karier profesionalnya dimulai sebagai petroleum engineer di perusahaan migas Asamera Oil pada 1993 hingga 1997. Di perusahaan tersebut, ia terlibat dalam berbagai pekerjaan teknis di sektor hulu minyak dan gas.
Setelah itu, ia melanjutkan karier di Gulf Resources Ltd pada 1997. Di perusahaan ini, Prijandaru memegang beberapa posisi penting, di antaranya sebagai International Business Development Manager pada periode 1997 hingga 2002. Dalam peran tersebut ia menangani pengembangan bisnis energi di tingkat internasional.
Pada periode 2002 hingga 2007, ia dipercaya menjabat sebagai Gas Marketing Manager di perusahaan yang sama. Jabatan ini membuatnya banyak terlibat dalam pengembangan strategi pemasaran gas bumi serta negosiasi kontrak energi dengan berbagai mitra bisnis.
Bergabung dengan Supreme Energy
Pada 2007, Prijandaru Effendi bergabung dengan Supreme Energy, salah satu perusahaan pengembang panas bumi terbesar di Indonesia. Sejak bergabung dengan perusahaan tersebut, ia terlibat dalam berbagai proyek strategis pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi.
Saat ini ia menjabat sebagai Executive Vice President of Relations & Support Services. Dalam posisi ini, ia bertanggung jawab dalam pengelolaan hubungan eksternal perusahaan, koordinasi dengan pemerintah, pengembangan program tanggung jawab sosial perusahaan, serta pengawasan aspek keselamatan kerja dan lingkungan.
Perannya juga mencakup dukungan terhadap pengembangan proyek geothermal serta penguatan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.
Terlibat dalam Proyek Geothermal Strategis
Selama berkarier di Supreme Energy, Prijandaru terlibat dalam sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi yang menjadi bagian penting dari pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Salah satunya adalah proyek PLTP Muara Laboh yang berlokasi di Solok Selatan, Sumatera Barat. Dalam proyek ini, ia berperan dalam koordinasi dengan pemerintah daerah serta menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Selain itu, ia juga terlibat dalam proyek PLTP Rantau Dedap di Sumatera Selatan. Proyek ini merupakan salah satu proyek geothermal terbesar di Indonesia dengan nilai investasi sekitar 1,3 miliar dolar Amerika Serikat.
Pada tahun 2018, proyek tersebut berhasil mencapai tahap financial close melalui dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan internasional. Proyek ini juga dikenal sebagai salah satu proyek energi terbarukan terbesar di Indonesia yang melibatkan pembiayaan dari berbagai institusi global.
Selain Muara Laboh dan Rantau Dedap, Prijandaru juga terlibat dalam pengembangan proyek geothermal Gunung Rajabasa di Lampung. Dalam proyek ini, ia berperan dalam proses pengurusan berbagai izin strategis, termasuk izin penggunaan kawasan hutan untuk kegiatan eksplorasi panas bumi.
Pernah Pimpin Asosiasi Panasbumi Indonesia
Di luar aktivitasnya di perusahaan, Prijandaru Effendi juga aktif dalam organisasi industri panas bumi nasional. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) selama dua periode.
Pada November 2020, ia kembali terpilih untuk memimpin organisasi tersebut. Dalam perannya sebagai ketua asosiasi, Prijandaru dikenal aktif menyuarakan berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pengembangan energi panas bumi di Indonesia.
Beberapa isu yang sering ia soroti antara lain perlunya skema harga listrik geothermal yang lebih kompetitif dan berkeadilan agar proyek panas bumi dapat berjalan secara ekonomis namun tetap terjangkau oleh PLN.
Selain itu, ia juga mendorong harmonisasi berbagai regulasi energi baru dan terbarukan serta memberikan masukan kepada pemerintah terkait penyusunan kebijakan energi.
Dorong Percepatan Investasi Geothermal
Prijandaru juga dikenal sebagai salah satu tokoh industri yang mendorong penyederhanaan proses perizinan dalam pengembangan proyek panas bumi. Menurutnya, proses perizinan yang lebih sederhana dan terintegrasi akan mempercepat pengembangan pembangkit listrik panas bumi di Indonesia.
Ia juga aktif memberikan masukan terkait lelang wilayah kerja panas bumi serta berbagai kebijakan yang berkaitan dengan investasi energi terbarukan di Tanah Air.
Perannya dalam menjembatani kepentingan industri dengan kebijakan pemerintah membuatnya dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam pengembangan geothermal nasional.
Kepemimpinan dan Reputasi di Industri Energi
Di kalangan profesional energi, Prijandaru dikenal sebagai sosok pemimpin yang memiliki kemampuan negosiasi kuat serta jaringan luas di sektor pemerintahan maupun industri energi.
Ia juga dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang komunikatif dan mampu mencairkan suasana dalam berbagai forum diskusi maupun pertemuan bisnis.
Dengan pengalaman panjang di sektor energi serta keterlibatan dalam berbagai proyek strategis, Prijandaru Effendi menjadi salah satu figur penting dalam upaya mendorong optimalisasi potensi panas bumi Indonesia sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini





















