Manggarai, Berita Geothermal – Proses pengadaan lahan untuk pengembangan proyek panas bumi di Kabupaten Manggarai mulai memasuki tahap realisasi. Sekitar 300 warga Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, menerima pembayaran ganti kerugian atas tanah yang digunakan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5–6 berkapasitas 2 x 20 Mega Watt, Kamis (12/3/2026).
Proses pembayaran dilakukan bersamaan dengan kegiatan pelepasan hak atas tanah yang digelar di Natas Gendang Wewo. Lahan yang dilepas warga itu akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur penunjang proyek, mulai dari akses menuju Wellpad J dan Wellpad G hingga pembangunan jalur jalan akses dengan titik STA 0+000 sampai STA 7+200.
Pengadaan tanah tersebut merupakan bagian dari tahapan pengembangan proyek panas bumi yang dikelola oleh PLN Nusantara Power wilayah Nusa Tenggara. Proyek ini diproyeksikan dapat memperkuat pasokan listrik di Flores sekaligus mendukung pengembangan energi baru terbarukan di kawasan timur Indonesia.
Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Manggarai, unsur pemerintah daerah, aparat kepolisian dan kejaksaan, pemerintah kecamatan, hingga tokoh masyarakat. Kehadiran mereka bertujuan memastikan proses pelepasan hak tanah berjalan sesuai prosedur dan transparan bagi masyarakat.
Kasdim 1612/Manggarai Mayor Inf. Roberto Carlos mengatakan keterlibatan TNI dalam kegiatan ini lebih kepada mendukung kelancaran proses di lapangan serta menjaga kondisi tetap aman selama kegiatan berlangsung.
“Kami berharap proses pengadaan tanah ini berjalan transparan dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5–6 menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan energi panas bumi di Manggarai. Dengan tambahan kapasitas pembangkit tersebut, diharapkan pasokan listrik di wilayah Flores semakin stabil sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di daerah sekitar proyek.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















