• About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy
Senin, April 20, 2026
  • Login
Berita Geothermal
No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
No Result
View All Result
Berita Geothermal
  • Geothermal
  • Berita
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini
Home Geothermal

Pemanfaatan Panas Bumi RI Baru 11,5 Persen, ReforMiner Soroti Target PLTP 5,2 GW di RUPTL

Irfan Ardhiyanto by Irfan Ardhiyanto
9 Desember 2025
in Geothermal
A A
0
Pemanfaatan Panas Bumi RI Baru 11,5 Persen, ReforMiner Soroti Target PLTP 5,2 GW di RUPTL

Pemanfaatan panas bumi RI baru 11,5 persen, sementara target PLTP ditetapkan 5,2 GW dalam RUPTL.(Istimewa)

Share Share ShareShareShare

Jakarta, Berita Geothermal – Industri panas bumi nasional dinilai belum bergerak optimal. Hingga kini, pemanfaatan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Indonesia baru mencapai 11,5 persen dari total potensi yang ada, meski kapasitas terpasangnya sudah menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia setelah Amerika Serikat.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menilai capaian tersebut masih jauh dari ideal. Dalam paparan yang disampaikan Senin (8/12/2025), ia membandingkan kinerja Indonesia dengan Filipina yang telah memanfaatkan hampir separuh potensi panas buminya. “Filipina mampu memanfaatkan sekitar 48,07 persen dari total potensi panas buminya,” ujar Komaidi.

Ia juga menyoroti pesatnya pertumbuhan kapasitas PLTP Turki, yang dalam kurun 2014–2024 meningkat hingga 328,23 persen dan menjadi salah satu perkembangan tercepat di dunia.

RelatedPosts

Ketum ADPPI, Hasanuddin Dorong Presiden Prabowo Subianto Segera Terbitkan PP Pemanfaatan Langsung Panas Bumi untuk Integrasi Energi dan Wisata

JICA Biayai Proyek Hululais di Bengkulu Rp3 Triliun, Target Selesai 2030

Kapasitas Panas Bumi Dunia Tembus 17.173 MW pada 2025, Indonesia Melesat di Posisi Kedua

Dalam dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pemerintah menetapkan porsi energi baru terbarukan (EBT) sebesar 51–61,3 persen dari tambahan kapasitas pembangkit listrik nasional. Dari angka tersebut, panas bumi diharapkan memberikan kontribusi penambahan kapasitas sebesar 5,2 gigawatt.

Komaidi menjelaskan panas bumi memiliki sejumlah keunggulan yang seharusnya mendorong pengembangan lebih cepat. Dengan faktor kapasitas 90–95 persen dan kemampuan beroperasi sebagai beban dasar, PLTP dinilai memiliki kestabilan yang tidak dimiliki sumber EBT lain. “Panas bumi tidak bergantung cuaca dan menjadi satu-satunya pembangkit EBT yang dapat berfungsi sebagai baseload,” ujarnya.

Namun, ia menilai pertumbuhan sektor ini tersendat akibat struktur pasar listrik yang masih monopsoni. Banyak pengembang, katanya, terhambat pada tahap negosiasi karena belum memperoleh kepastian perjanjian jual beli listrik (PJBL) maupun perjanjian jual beli uap (PJBU). “Masih banyak proyek yang menunggu kepastian PJBL dan PJBU, sementara kewajiban eksplorasi harus dipenuhi terlebih dulu,” kata Komaidi.

Kajian ReforMiner menunjukkan beberapa negara berhasil melesat karena dukungan regulasi yang kuat. Filipina dipandang unggul karena regulasi yang membuka akses data, perizinan yang lebih sederhana, dan insentif fiskal yang berkelanjutan. Di Turki, pertumbuhan PLTP dipercepat dengan feed-in tariff, perizinan dipersingkat, serta pemberian kompensasi bagi investor apabila terjadi perubahan kebijakan.

Rekomendasi Kebijakan

ReforMiner mengusulkan sejumlah langkah penyempurnaan untuk mengejar target RUPTL, yakni:

• Pembaruan regulasi panas bumi dan penguatan posisi panas bumi dalam sistem ketenagalistrikan nasional.

• Penyederhanaan izin dengan batas waktu yang jelas.

• Penguatan pelaksanaan Perpres 112/2022 melalui koordinasi lintas instansi.

• Kepastian jadwal penandatanganan PJBL dan PJBU di pasar monopsoni.

• Penyederhanaan skema negosiasi tarif, cukup mencakup harga dasar dan eskalasi.

• Intervensi pemerintah jika negosiasi listrik maupun uap menemui jalan buntu.

• Revisi skema pembelian listrik mengingat ketentuan Harga Patokan Tertinggi (HPT) masih bertumpu pada dukungan government drilling atau fasilitas pembiayaan eksplorasi—yang dalam praktiknya belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan pelaku usaha.

“Jika akses terhadap fasilitas pendanaan dan dukungan pemerintah masih terbatas, maka ketentuan harga tidak akan sejalan dengan struktur biaya di lapangan,” tegas Komaidi.

Ia menambahkan, perbaikan regulasi menjadi langkah kunci agar PLTP dapat berkembang sesuai target dan memberikan kontribusi signifikan pada agenda transisi energi nasional.

Jika Anda ingin, saya bisa buatkan judul ala Antara, versi singkat, atau versi untuk SEO maksimal.

Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini

Tags: Energi Terbarukangeothermal Indonesiapanas bumi IndonesiaPLTP 5.2 GWReforMiner Institute
ShareSendSharePinSend
Previous Post

Menkeu Purbaya Dorong Perluasan PLTP Geo Dipa untuk Tingkatkan Pasokan Energi Hijau Nasional

Next Post

Hitachi High-Tech America Jalin Pembahasan Awal Kerja Sama dengan Program Magister Panas Bumi ITB

Related Posts

Ketum ADPPI, Hasanuddin Dorong Presiden Prabowo Subianto Segera Terbitkan PP Pemanfaatan Langsung Panas Bumi untuk Integrasi Energi dan Wisata

Ketum ADPPI, Hasanuddin Dorong Presiden Prabowo Subianto Segera Terbitkan PP Pemanfaatan Langsung Panas Bumi untuk Integrasi Energi dan Wisata

16 April 2026
JICA Biayai Proyek Hululais di Bengkulu Rp3 Triliun, Target Selesai 2030

JICA Biayai Proyek Hululais di Bengkulu Rp3 Triliun, Target Selesai 2030

31 Maret 2026
Kapasitas Panas Bumi Dunia Tembus 17.173 MW pada 2025, Indonesia Melesat di Posisi Kedua

Kapasitas Panas Bumi Dunia Tembus 17.173 MW pada 2025, Indonesia Melesat di Posisi Kedua

27 Maret 2026
Menelusuri Jejak INAGA: Evolusi Organisasi dalam Mendorong Energi Panas Bumi Nasional

Menelusuri Jejak INAGA: Evolusi Organisasi dalam Mendorong Energi Panas Bumi Nasional

20 Maret 2026
Menelusuri Jejak Pertamina Drilling: Dari Hulu Migas hingga Penguatan Panas Bumi Indonesia

Menelusuri Jejak Pertamina Drilling: Dari Hulu Migas hingga Penguatan Panas Bumi Indonesia

17 Maret 2026
Aktivis Lingkungan Deli Ingatkan Pentingnya Panas Bumi dan Energi Terbarukan untuk Masa Depan Lingkungan

Aktivis Lingkungan Deli Ingatkan Pentingnya Panas Bumi dan Energi Terbarukan untuk Masa Depan Lingkungan

17 Maret 2026
Next Post
Hitachi High-Tech America Jalin Pembahasan Awal Kerja Sama dengan Program Magister Panas Bumi ITB

Hitachi High-Tech America Jalin Pembahasan Awal Kerja Sama dengan Program Magister Panas Bumi ITB

PT Supreme Energy Muara Laboh Dorong Pasokan Listrik hingga 226 MW dan Ciptakan 1.000 Lapangan Kerja Baru

PT Supreme Energy Muara Laboh Dorong Pasokan Listrik hingga 226 MW dan Ciptakan 1.000 Lapangan Kerja Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Babak Baru Proyek Panas Bumi Baturaden, Futura Energi Masuk Lewat Ardhantara

Babak Baru Proyek Panas Bumi Baturaden, Futura Energi Masuk Lewat Ardhantara

22 Agustus 2025
Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

Profil Fifi Setiawaty Pangestu, Menantu Taipan Prajogo Pangestu dan Bos Bakti Barito Foundation

16 Februari 2025
Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

Tujuh Perusahaan Operator Panas Bumi di Indonesia Beserta Daftar Pembangkit dan Kapasitasnya

7 Februari 2025
PLTP Patuha Membangun Indonesia dengan Energi Hijau

Daftar Lengkap 11 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Jawa Barat Serta Detilnya

5 Maret 2025
PT Supreme Energy

PT Supreme Energy Genjot Pengembangan PLTP Muara Laboh di Lampung Selatan

Pertamina Geothermal Energi berhasil optimalkan panas bumi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

PGE Berhasil Optimalkan Energi Panas Bumi, Menjaga Ekosistem dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Lima Perusahaan Panas Bumi Peroleh Proper Emas 2024 KLH, Berikut Ini Daftarnya

Lima Perusahaan Panas Bumi Peroleh Proper Emas 2024 KLH, Berikut Ini Daftarnya

Direktur Utama PGE, Julfi Hadi saat menerima Penghargaan Proper Emas dari KLH untuk PGE Area Kamojang dan Ulubelu

PGE Raih PROPER Emas ke-14 Berturut-turut, Pengelolaan Green Ecosystem Berdampak Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat

Kawah Kareta (KMJ 3) di Dusun Kamojang Desa Laksana Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung Jawa Barat

Pandangan ADPPI atas Gagasan Menteri Keuangan Purbaya terkait Penataan Geo Dipa dan PNM dalam Ekosistem BUMN Panas Bumi dan Transisi Energi Nasional

18 April 2026
Tak Sekadar Listrik, Geo Dipa dan BRIN Dorong Pemanfaatan Panas Bumi untuk Industri dan Pariwisata

Tak Sekadar Listrik, Geo Dipa dan BRIN Dorong Pemanfaatan Panas Bumi untuk Industri dan Pariwisata

17 April 2026
Undana Kirim Dosen ke Selandia Baru, Satu-satunya Wakil RI di Program Geothermal Dunia

Undana Kirim Dosen ke Selandia Baru, Satu-satunya Wakil RI di Program Geothermal Dunia

17 April 2026
Ketum ADPPI, Hasanuddin Dorong Presiden Prabowo Subianto Segera Terbitkan PP Pemanfaatan Langsung Panas Bumi untuk Integrasi Energi dan Wisata

Ketum ADPPI, Hasanuddin Dorong Presiden Prabowo Subianto Segera Terbitkan PP Pemanfaatan Langsung Panas Bumi untuk Integrasi Energi dan Wisata

16 April 2026

Recent News

Kawah Kareta (KMJ 3) di Dusun Kamojang Desa Laksana Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung Jawa Barat

Pandangan ADPPI atas Gagasan Menteri Keuangan Purbaya terkait Penataan Geo Dipa dan PNM dalam Ekosistem BUMN Panas Bumi dan Transisi Energi Nasional

18 April 2026
Tak Sekadar Listrik, Geo Dipa dan BRIN Dorong Pemanfaatan Panas Bumi untuk Industri dan Pariwisata

Tak Sekadar Listrik, Geo Dipa dan BRIN Dorong Pemanfaatan Panas Bumi untuk Industri dan Pariwisata

17 April 2026
Undana Kirim Dosen ke Selandia Baru, Satu-satunya Wakil RI di Program Geothermal Dunia

Undana Kirim Dosen ke Selandia Baru, Satu-satunya Wakil RI di Program Geothermal Dunia

17 April 2026
Ketum ADPPI, Hasanuddin Dorong Presiden Prabowo Subianto Segera Terbitkan PP Pemanfaatan Langsung Panas Bumi untuk Integrasi Energi dan Wisata

Ketum ADPPI, Hasanuddin Dorong Presiden Prabowo Subianto Segera Terbitkan PP Pemanfaatan Langsung Panas Bumi untuk Integrasi Energi dan Wisata

16 April 2026
Berita Geothermal

beritageothermal.com merupakan media yang berfokus pada peliputan, analisis, dan kajian potensi panas bumi (geothermal) berbasis data dan kebijakan.

Alamat:
Jalan Proklamasi No. 68 2 Pegangsaan, Menteng Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320 | Email: redaksi@beritageothermal.com

Follow Us

Berita Geothermal

kabariku.com | sorotmerahputih.com

  • About
  • Redaksi
  • Contact
  • Privacy & Policy

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

No Result
View All Result
  • Geothermal
  • Berita
    • Pemerintahan
    • Nasional
    • Internasional
    • Lingkungan
      • Kehutanan
      • Satwa
      • Puspa
  • Info Daerah Penghasil
  • Liputan Khusus
  • Regulasi
  • Siaran Pers
  • Teknologi
  • Opini

© 2025 Berita Geothermal - Kumpulan Berita Geothermal | Crafted with power by WebIndoStudio

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In