Berita Geothermal — Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen berkapasitas 34,5 MW di Jawa Timur pada Kamis 26 Juni 2025 menjadi tonggak baru bagi Medco Group. PLTP ini menegaskan arah baru perusahaan warisan Arifin Panigoro: dari raksasa migas Asia Tenggara menjadi pemain besar dalam transisi energi subsektor panas bumi.
PLTP Ijen sendiri masih akan dikembangkan hingga mencapai kapasitas 110 MW.
Sebelumnya, Medco telah sukses mengelola PLTP Sarulla di Sumatera Utara—pembangkit panas bumi terbesar di dunia dengan kapasitas 330 MW. Bersama proyek-proyek panas bumi lainnya yang tengah digarap di berbagai wilayah Sumatera, Medco kini menunjukkan keseriusannya dalam menggarap energi masa depan untuk mendorong proses transisi energi Indonesia .
Dari Jasa Pengeboran ke Raksasa Energi
Medco berdiri berawal dari keberanian seorang pemuda lulusan Teknik Elektro ITB bernama Arifin Panigoro. Pada 1980, ia mendirikan Meta Epsi Drilling Company—kemudian dikenal sebagai Medco—di tengah dominasi perusahaan asing di industri pengeboran minyak.
Berawal dari jasa pengeboran, Arifin mengambil langkah besar dengan mengakuisisi saham PT Tesoro Indonesia Petroleum di Kalimantan, menandai masuknya Medco ke bisnis eksplorasi dan produksi migas.
Dengan tangan dinginnya, Medco berkembang menjadi kekuatan energi kelas dunia. Portofolio Medco hari ini mencakup blok-blok penting seperti South Natuna Sea Block B dan akuisisi strategis terhadap Ophir Energy yang memperluas jejaknya ke Asia Tenggara dan Afrika. Operasi Medco kini tersebar dari Aceh hingga Sulawesi, dari Tarakan hingga Bawean.
Visi besar Arifin Panigoro membangun kemandirian energi nasional lewat kekuatan swasta nasional memang terwujud. Arifin sendiri lekat dengan julukan “Raja Minyak Indonesia”. Sosoknya tak cuma seorang pengusaha sukses, tapi menjadi simbol keberanian anak Indonesia melawan dominasi asing di industri vital.
Arifin adalah anak pertama dari sebelas bersaudara dalam keluarga pedagang di Bandung. Ayahnya seorang pedagang yang memiliki toko di Jl. Braga.
Semasa kuliah, Arifin sudah mendirikan CV Corona Electric. Usaha demi usaha terus ia bangun, hingga akhirnya Medco berdiri, dan terus bertumbuh. Tak hanya migas, Medco Group merambah ke agribisnis, perbankan, teknologi, hingga perhotelan.
Sejak wafatnya Arifin di AS pada 27 Februari 2022 karena kanker paru-paru, tongkat estafet kepemimpinan Medco berada di tangan keluarga Panigoro.
Beberapa adiknya, termasuk Hilmi Panigoro, turut serta mengelola arah strategis grup ini. Putra-putrinya, Maera dan Yaser, pun tercatat aktif di berbagai lini perusahaan.
Arifin Panigoro memang telah tiada, namun warisan yang ditinggalkannya terus menyala—bukan hanya di ladang minyak, tetapi juga di kedalaman yang menghasilkan energi hijau panas bumi***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















