Berita Geothermal – Di lembah tenang di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kuantan Singingi, Provinsi Riau, tersimpan sebuah fenomena alam yang tak hanya menenangkan, tapi juga ajaib. Dia adalah pemandian Air Panas Sungai Pinang.
Pemandian Air Panas Sungai Pinang bukan sekadar tempat berendam untuk melepas lelah, tapi juga menyimpan misteri suhu yang melonjak tinggi khusus setiap hari Selasa dan Sabtu. Konon, bisa mencapai lebih dari 50°C, sebuah suhu yang bahkan mampu “mengusir” para pengunjung dari kolam!
Berjarak sekitar 35 kilometer atau 25 menit dari Kota Teluk Kuantan dan sekitar 4 jam perjalanan dari Pekanbaru, Pemandian Air Panas Sungai Pinang memiliki suasana alami khas perbukitan.
Kolam air panas yang dibangun di atas tanah pusaka suku Pakomo ini telah direnovasi pada tahun 2020 menggunakan dana APBD Kuantan Singingi. Kini, tempat ini dilengkapi fasilitas umum seperti toilet, gazebo, dan area parkir, serta dua kolam: satu untuk dewasa berukuran 7×10 meter, dan satu kolam anak-anak berbentuk lingkaran dengan diameter 6 meter.
Namun, bukan fasilitasnya yang jadi magnet utama, melainkan fenomena alam yang belum terpecahkan: suhu air panas yang naik secara drastis tiap Selasa dan Sabtu tersebut.
Terkait hal tersebut, warga setempat ada yang menyebut bahwaSelasa dan Sabtu merupakan “hari mendidih”. Bukan tanpa alasan: pada hari-hari itu, air terasa jauh lebih panas dari biasanya.
“Kalau hari Selasa atau Sabtu, airnya bisa bikin kulit merah. Tapi anehnya, hari lain terasa lebih bersahabat,” ujar Soni warga setempat kepada seorang pengunjung.
Belum ada studi geothermal yang resmi menjelaskan fenomena unik ini. Namun ada kemungkinan terkait dengan fluktuasi tekanan panas dalam tanah atau variasi alami geothermal di perut bumi Hulu Kuantan. Mungkin.
Lepas dari dugaan tersebut, sebagian warga percaya fenomena tersebut hanyalah keunikan alam yang memang tidak selalu bisa dijelaskan secara ilmiah.
Menuju Sungai Pinang
Untuk mencapai lokasi, pengunjung bisa menempuh jalan darat hingga Kecamatan Hulu Kuantan, lalu melanjutkan perjalanan dengan menyewa pompong (perahu kecil) dari Desa Lubuk Ambacang, menelusuri Sungai Batang Kuantan. Sensasi petualangan ini justru menambah daya tarik tempat ini sebagai wisata alam.
Air panas Sungai Pinang mengandung belerang, yang sejak lama dipercaya memiliki manfaat menyembuhkan berbagai masalah kulit, melancarkan peredaran darah, hingga mengobati pegal linu. Maka tak heran, wisatawan lokal dan dari luar daerah ramai berdatangan, terutama di akhir pekan dan masa liburan. Ada yang sekadar ingin bersantai, ada pula yang datang demi terapi tradisional.
Kehadiran pemandian air panas ini juga membawa angin segar bagi perekonomian warga. Banyak yang membuka warung, menyewakan tikar, hingga menjual suvenir khas daerah. Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi sendiri terus mendorong pengembangan kawasan ini dengan membuka akses jalan tambahan, termasuk dari Desa Saik dan Koto Kombu.
Uniknya lagi, dari kejauhan, struktur pembatas kolam terlihat seperti miniatur Tembok Cina, membingkai lokasi dengan sentuhan estetika yang tak kalah menarik untuk difoto.
Sampai hari ini, air panas Sungai Pinang tetap menyimpan misteri suhu yang berubah drastis tiap dua kali seminggu. Apakah ini sekadar fenomena acak, atau ada pola geothermal yang belum terungkap?***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini





















