Berita Geothermal — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menggelar pertemuan dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, pada pekan depan membahas panas bumi Flores.
Agenda utama pertemuan ini adalah membahas hasil uji petik dari enam lokasi panas bumi di Pulau Flores yang telah disurvei tim kementerian.
“Tim sudah ke lapangan, ke enam lokasi, laporannya sudah saya terima. Saya akan bertemu Pak Gubernur mungkin minggu depan,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi di Jakarta, Kamis (19/6).
Menurutnya, hasil uji petik akan menjadi bahan diskusi utama dalam pertemuan tersebut, termasuk evaluasi terhadap respons masyarakat yang menunjukkan penolakan terhadap sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Flores.
Salah satu pemicu penolakan, lanjutnya, adalah jalan rusak. Terkait hal ini pihak Kementerian ESDM akan berkomunikasi dengan pengembang untuk memperbaikinya.
Sementara penolakan karena ada manifestasi seperti lumpur panas bumi, hal ini malah bisa dikembangan menjadi ekowisata.
“Atau bahkan sekaligus dikelola dalam skala besar sebagai bagian dari investasi,” jelas Eniya.
Eniya menyampaikan bahwa tenaga panas bumi menjadi satu-satunya energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan oleh Flores sebagai pengganti diesel. Untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), kawasan tersebut terlampau panas dan tandus. Kemudian untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dibutuhkan lahan sangat luas untuk pemasangan panel, apalagi dengan kapasitas yang bisa menggantikan listrik diesel saat ini.
Terkait penolakan masyarakat tersebut, Eniya mengatakan, pihaknya terus berkomunikasi intens dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.
“Mudah-mudahan nanti bisa cair di Flores,” kata Eniya.
Pemerintah juga secara intens berkomunikasi dengan Keuskupan Ende yang menolak pengembangan panas bumi, kemudian bersama badan usaha yang terkait, yaitu PT Sokoria Geothermal Indonesia, PT PLN, dan PT Daya Mas Geopatra Energi yang memiliki izin pengembangan panas bumi di Flores.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















