Berita Geothermal — Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) menegaskan komitmennya mendorong percepatan pengembangan energi panas bumi di Tanah Air. Ketua API Julfi Hadi menegaskan API siap bergabung dengan pemerintah untuk percepatan panas bumi.
Hal itu disampaikan Julfi Hadi dalam pembukaan Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (17/9).
Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi, serta para pemangku kepentingan nasional dan internasional.
Julfi menegaskan, IIGCE merupakan momentum penting bagi API untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan panas bumi.
Dengan bangga Julfi pun melaporkan bahwa IIGCE 2025 ini diikuti lebih dari 1.500 peserta dari 22 negara, menghadirkan 229 makalah akademisi dan profesional, serta diikuti 65 perusahaan panas bumi, termasuk delegasi dari Tiongkok, Taiwan, dan Kenya.
Julfi menekankan, hingga tahun 2030 API menargetkan tambahan kapasitas panas bumi sebesar 4 GW.
“Pak Menteri, Bapak bapak dan ibu-ibu sekalian, Indonesia memiliki indigenious resources terbesar di dunia berupa panas bumi, 24 GW, baseload yang bisa digunakan 24 jam, handal, 99 persen air dan renewable, bisa beroperasi lebih dari 100 tahun yang bisa mendukung swasembada energi,’tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut Julfi Hadi menyampaikan lima usulan utama API kepada pemerintah untuk mempercepat pengembangan panas bumi:
- Terobosan teknologi modular power plant agar realisasi proyek lebih cepat dan efisien.
- Industri manufaktur dalam negeri, termasuk produksi pembangkit panas bumi di Indonesia yang selama ini masih bergantung pada luar negeri.
- Revisi skema tarif listrik panas bumi, guna meningkatkan keekonomian proyek sekaligus memastikan daya saing investasi.
- Akselerasi beyond elektrifikasi, yakni pemanfaatan panas bumi untuk sektor lain di luar ketenagalistrikan.
- Percepatan komersialisasi green hydrogen sebagai sumber pertumbuhan energi baru di Indonesia.
“Dengan dukungan penuh pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, kita yakin percepatan pengembangan panas bumi akan menjadi warisan penting menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
API menegaskan siap mendukung pemerintah melalui pembentukan Satgas Geothermal, sebagai wujud kolaborasi bersama untuk mempercepat transisi energi dan menjadikan panas bumi sebagai pilar kemandirian energi nasional.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















