Berita Geothermal — Gelaran International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025 menjadi momentum penting bagi sektor energi terbarukan nasional panas bumi. Pada ajang tersebut, dilakukan tujuh penandatanganan nota kesepahaman (MoU) proyek panas bumi dengan total investasi mencapai USD 1,5 miliar atau setara Rp25 triliun.
Penandatanganan disaksikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Selain itu, Bahlil juga mengumumkan bahwa pada 2025 pemerintah akan membuka lelang tiga Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan tujuh Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) dengan kapasitas gabungan mencapai 350 Megawatt (MW).
Total nilai investasi dari proyek ini diperkirakan mencapai USD 1,99 miliar, dengan potensi menyerap 1.533 tenaga kerja. Ia menegaskan bahwa seluruh proses lelang akan dilakukan secara transparan.
“Salah satu yang tidak disukai investor adalah aturan yang berbelit-belit. Maka, kami memangkas berbagai regulasi yang menghambat percepatan pengembangan panas bumi. Semua kini lebih sederhana,” ujar Bahlil Rabu (17/9).
Tujuh Nota Kesepahaman IIGCE 2025
Dalam IIGCE 2025, penandatanganan nota kesepahaman meliputi kerja sama di bidang pendidikan, pengembangan kapasitas, serta investasi teknologi panas bumi. Secara keseluruhan, proyek-proyek ini memiliki kapasitas 265 MW dengan nilai investasi mencapai USD 1,5 miliar.
Rinciannya sebagai berikut:
- Nota Kesepahaman Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM – Universitas Nusa Cendana, terkait penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi dan dukungan pengembangan energi baru terbarukan dan konservasi energi.
- Perjanjian Kerja Sama Direktorat Panas Bumi EBTKE – Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana, mengenai pengembangan panas bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
- Komitmen Kolaborasi Studi Pengembangan Ekosistem Green Hydrogen di Indonesia.
- Notification of Award (NoA) EPC Geothermal Power Plant Dieng Unit 2 (55 MW), antara PT Geo Dipa Energi (Persero) dan PT Timas Suplindo – PT Rekayasa Engineering Joint Operation, didukung pembiayaan ADB.
- Kerja sama GEECA antara PLN dan mitra dengan kapasitas hingga 150 MW, meliputi:
o Kontrak PLN – Ormat untuk WKP Soya Wayaua (20 MW).
o Kontrak PLN – Ormat untuk WKP Atedei (20 MW).
o Kesepakatan harga PLN – MCI untuk WKP Kapahiang (110 MW). - MoU Penjajakan Pembiayaan Eksplorasi antara PT SMI dan Ormat Indonesia untuk WKP Wapsalit (20 MW) dan Toka Tindung (40 MW).
- Peresmian COD PLTP Lumut Balai Unit 2 (55 MW).
Daftar WKP dan PSPE yang Akan Dilelang 2025
Kementerian ESDM merinci tiga WKP dan tujuh PSPE panas bumi yang akan dilelang melalui mekanisme beauty contest dengan status penugasan. Hasil lelang diperkirakan diumumkan dalam waktu sekitar satu bulan setelah proses berlangsung.
Tiga WKP:
- Telaga Ranau – Maluku Utara (40 MW)
- Songgoriti – Jawa Timur (40 MW)
- Danau Ranau Lampung – Sumatera Selatan (40 MW)
Tujuh PSPE:
- Bandar Barusepa – Maluku (25–40 MW)
- Jenawi – Jawa Tengah (86 MW, tahap awal ±55 MW)
- Gunung Tampomas – Jawa Barat (30 MW)
- Kadida – Sulawesi Tengah (40 MW)
- Cubudak-Panti – Sumatera Barat (40 MW)
- Cisurupan Kertasari – Jawa Barat (20 MW)
- Tuang – Sulawesi Selatan (20 MW)
Percepatan Investasi Panas Bumi
Bahlil menegaskan bahwa langkah penyederhanaan regulasi dan perizinan yang telah dilakukan pemerintah bertujuan menciptakan iklim investasi yang lebih sehat.
Melalui kombinasi antara penyederhanaan regulasi, platform digital Genesis, serta keterbukaan dalam proses lelang, pemerintah berharap pemanfaatan energi panas bumi dapat dipercepat sekaligus menarik lebih banyak investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Dengan adanya tujuh nota kesepahaman strategis dan rencana lelang proyek baru panas bumi, IIGCE 2025 menandai babak baru percepatan pengembangan energi hijau di Indonesia untuk mendorong pencapaian target transisi energi nasional.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini




















