Berita Geothermal – PT Geo Dipa Energi (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan yang bergerak di sektor panas bumi, merayakan hari jadinya yang ke-23 pada Juli 2025. Di momen istimewa ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap kiprah Geo Dipa dalam mendukung transisi energi nasional.
“Selamat ulang tahun ke-23 kepada PT Geo Dipa Energi. Selama lebih dari dua dekade, Geo Dipa telah berkontribusi mendukung transisi energi Indonesia melalui pengembangan panas bumi yang berkelanjutan,” ujar Sri Mulyani dalam sambutannya.
Menurutnya, Geo Dipa merupakan bagian penting dalam upaya mewujudkan penyediaan energi bersih sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional. Ia menegaskan pentingnya komitmen Geo Dipa untuk terus mendorong transformasi energi sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan hijau.
“Indonesia akan terus maju, dan kebutuhan energinya semakin besar. Transformasi energi adalah sebuah keharusan. Komitmen Geo Dipa untuk terus menjalankan rencana jangka panjang menuju kapasitas pembangkit 1 GW harus diwujudkan dengan profesionalisme, kompetensi, dan integritas tinggi,” tambahnya.
Sri Mulyani juga menyoroti bahwa tantangan yang dihadapi Geo Dipa bukan hanya teknis, melainkan juga mencakup penciptaan nilai tambah yang nyata, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan dalam satu kesatuan yang berkelanjutan.
“Mari kita bersama-sama menjaga semangat, menjunjung profesionalisme, meningkatkan kompetensi, dan menjaga integritas untuk mewujudkan energi panas bumi Indonesia yang optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dari Satu Unit ke Rencana 1 GW: Jejak Panjang Geo Dipa
Geo Dipa Energi memulai perjalanannya dengan mengoperasikan satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), yaitu Dieng Unit 1 berkapasitas 60 MW. Dengan dukungan pemerintah, perusahaan ini kemudian berhasil membangun PLTP Patuha Unit 1 (60 MW) dengan kontrak jual beli listrik (PPA) sebesar 55 MW, yang menjadi titik balik menuju kinerja yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Perkembangan positif ini membuka jalan bagi proyek lanjutan. Pada Agustus 2020, Geo Dipa berhasil melakukan financial closing bersama Asian Development Bank (ADB) untuk pembangunan PLTP Dieng Unit 2 dan PLTP Patuha Unit 2, masing-masing berkapasitas 60 MW.
Selain dua lokasi tersebut, Geo Dipa juga mendapat kepercayaan pemerintah untuk mengembangkan wilayah kerja panas bumi (WKP) Candi Umbul-Telomoyo di Jawa Tengah dan WKP Arjuno-Welirang di Jawa Timur.
Geo Dipa resmi menjadi BUMN pada tahun 2011 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2011, setelah sebelumnya merupakan perusahaan patungan antara PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero).
Kini di usia ke-23, Geo Dipa diharapkan terus menjadi motor penggerak energi terbarukan Indonesia dan berkontribusi nyata dalam pencapaian target net zero emission.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini


















