Berita Geothermal –Di tengah dinamika industri energi yang makin menuntut inovasi dan keberlanjutan, nama Lia Ayu Paramita mencuat sebagai sosok perempuan yang mampu menembus level management di industri panas bumi.
Saat ini, Lia Ayu Paramita menjabat sebagai Vice President Strategic Planning & Sustainability di PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), salah satu pemain utama dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia, khususnya panas bumi.
Kiprah Lia kembali mendapat sorotan saat ia menjadi pembicara dalam sesi Sustainability Leadership pada ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2025, yang digelar di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center pada Kamis, 10 Juli 2025.
Dalam forum bergengsi ini, Lia Ayu Paramita memaparkan strategi bagaimana perusahaan energi bisa merancang arah bisnis yang selaras dengan tujuan keberlanjutan global. Ia menekankan pentingnya integrasi perencanaan jangka panjang dengan aksi nyata di sektor energi bersih.
ISRA sendiri merupakan ajang apresiasi nasional yang mengakui individu dan organisasi atas keberhasilan implementasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Ajang ini menegaskan pentingnya komitmen terhadap praktik bisnis yang inklusif, berkelanjutan, dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Lia bukan nama baru dalam lingkup kepemimpinan strategis di PGE. Sebelum menduduki jabatan saat ini, ia menempati berbagai posisi penting di tubuh perusahaan.
Ia menjabat sebagai Vice President Planning & Risk Management dari Februari 2023 hingga Maret 2025, serta sempat dipercaya sebagai Vice President Partnership (2021–2023).
Kariernya di PGE dimulai sejak 2012 sebagai Internal Auditor, menjadikannya sosok yang meniti karier dari akar operasional hingga ke jajaran manajemen puncak.
Keberadaan Lia di top level management tidak hanya menegaskan kiprah perempuan dalam industri panas bumi yang selama ini didominasi laki-laki, tetapi juga membuka peluang karier bagi perempuan lain.
Komitmennya terhadap kesetaraan gender tercermin dari peran aktifnya sebagai anggota organisasi Women in Geothermal (WING)—organisasi global yang mendorong pendidikan, pengembangan diri, dan kemajuan perempuan di sektor panas bumi.
Dukungan terhadap pengembangan kapasitas karyawan perempuan juga terus ia gaungkan bersama PGE, yang aktif mendorong partisipasi perempuan dalam program manajerial dan organisasi profesional energi seperti WING.
Tak hanya vokal di forum, Lia juga menjadi wajah representatif PGE saat menerima penghargaan Gold Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2024, berkat Laporan Keberlanjutan PGE tahun 2023 yang dinilai unggul dalam transparansi dan dampak.
Lia Ayu Paramita adalah lulusan Universitas Brawijaya dan telah berkarier selama lebih dari 13 tahun di industri panas bumi. Dengan rekam jejaknya yang kuat, ia tidak hanya memberi warna dalam strategi keberlanjutan perusahaan, tetapi juga menjadi simbol hadirnya kepemimpinan perempuan yang membawa pengaruh luas di sektor energi bersih Indonesia.***
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















