Jakarta, Berita Geothermal – Dua raksasa energi nasional, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), mempercepat ekspansi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) untuk memperkuat transisi menuju energi bersih. Kedua emiten ini menargetkan peningkatan kapasitas terpasang hingga 3,8 gigawatt (GW) dalam delapan tahun ke depan.
Langkah agresif itu mencerminkan optimisme sektor energi nasional dalam mengejar target net zero emission 2060, sekaligus memperluas kontribusi Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia.
Barito Renewables Siapkan Investasi Jumbo
Presiden Direktur BREN Hendra Soetjipto mengatakan perusahaan menargetkan kapasitas pembangkit panas bumi mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2026, yang kemudian akan meningkat menjadi 1,9 GW pada 2030.
“Dalam jangka panjang, kami menyiapkan tambahan proyek geothermal hingga 900 MW untuk mencapai total kapasitas 1.900 MW pada 2030,” ujar Hendra dalam paparan publik daring, Selasa (11/11/2025).
Untuk mewujudkan rencana tersebut, BREN menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$250 juta atau sekitar Rp4,17 triliun pada 2026, naik dua setengah kali lipat dari capex 2025 yang sebesar US$100 juta.
Direktur BREN Chiam Hsing Chee menambahkan, lonjakan investasi itu sejalan dengan pembangunan Wayang Windu Unit 3 (30 MW) dan Salak Unit 7 (40 MW) yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026, serta proyek retrofit Wayang Windu Unit 1 dan 2 yang akan menambah 18,4 MW pada akhir 2025.
“Kami memperkirakan 2026 menjadi tahun yang kuat bagi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih,” kata Chiam.
Saat ini, BREN memiliki portofolio energi bersih dengan kapasitas 910 MW dari panas bumi dan 79 MW dari tenaga angin. Perusahaan menargetkan kapasitas 398 MW energi angin pada 2032 melalui proyek baru yang tersebar di beberapa wilayah potensial.
PGE Mantapkan Langkah Menuju Swasembada Energi Panas Bumi
Sementara itu, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menegaskan komitmennya memperkuat kapasitas energi panas bumi nasional. Direktur Utama PGEO Julfi Hadi menyebut, dalam dua hingga tiga tahun ke depan, perusahaan menargetkan pengelolaan kapasitas 1 GW secara mandiri sebelum naik menjadi 1,8 GW pada 2033.
“Pencapaian 1 GW akan menjadi awal dari perjalanan lebih jauh menuju swasembada energi. Kami ingin menunjukkan bahwa energi bersih mampu menopang kemandirian nasional,” ujar Julfi dalam keterangan tertulis, Rabu (29/10/2025).
Hingga kini, PGE mengelola 727 MW kapasitas terpasang dari enam wilayah operasi, termasuk tambahan 55 MW dari PLTP Lumut Balai Unit 2 yang beroperasi pertengahan tahun ini.
Perusahaan juga tengah mengembangkan proyek Hululais Unit 1 dan 2 (110 MW), proyek co-generation (230 MW), serta kegiatan eksplorasi di WKP Gunung Tiga, yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Juni lalu.
Julfi menegaskan, perluasan kapasitas ini bukan semata ekspansi bisnis, melainkan juga bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan.
“Kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui energi panas bumi yang bersih, andal, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Kinerja Keuangan Menguat
Kinerja keuangan PGEO juga menunjukkan tren positif. Direktur Keuangan Yurizki Rio melaporkan pendapatan perseroan naik 4,19 persen (year-on-year) menjadi US$318,86 juta hingga kuartal III/2025, melampaui target US$314,30 juta.
“Capaian ini menjadi bukti kemampuan kami memperkuat kinerja operasional sekaligus mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Yurizki.
Pada 2026, PGE menargetkan produksi meningkat 2,5 persen menjadi 5.103 gigawatt hour (GWh) dengan proyeksi pendapatan mencapai US$450 juta. Perseroan juga berkomitmen menjaga EBITDA margin di kisaran 78–80 persen dan net profit margin 33–35 persen.
Masa Depan Energi Hijau Indonesia
Upaya ekspansi BREN dan PGE menegaskan arah baru perekonomian nasional yang bertumpu pada energi terbarukan. Kedua perusahaan dipandang menjadi penggerak utama pengembangan panas bumi di Tanah Air, sekaligus simbol sinergi antara BUMN dan swasta menuju masa depan energi hijau Indonesia.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini



















