Solok Selatan, Beritageothermal.com – PT PLN (Persero) terus memperkuat dukungannya terhadap percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) melalui penyediaan infrastruktur kelistrikan yang andal. Salah satu langkah nyata dilakukan dengan menggandeng PT Supreme Energy Muara Labuh (SEML) guna memastikan kesiapan pasokan listrik untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Labuh Unit 2 di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.
Melalui rapat koordinasi yang melibatkan PLN Group dan manajemen PT SEML, kedua belah pihak menyusun strategi penyediaan pasokan listrik yang diproyeksikan mencapai 7,4 MVA. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur energi hijau sekaligus mendukung investasi sektor panas bumi di Indonesia.
Rapat koordinasi yang digelar pada Senin (20/7) dihadiri sekitar 20 peserta dari PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Solok, PLN Electricity Services (PLN ES), serta jajaran manajemen PT Supreme Energy Muara Labuh.
Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Manajer PLN ES UP4 Sumatera Barat Gusrianto, Asisten Manager Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Solok Dito Nusa Putra, Manajer PLN ULP Muaralabuh Beni Oktavian beserta tim, serta Site Support Manager PT SEML Erwin bersama jajaran.
Pasokan Listrik Disiapkan Bertahap Sesuai Tahapan Proyek
Dalam pertemuan itu, PLN dan PT SEML membahas kebutuhan pasokan listrik untuk seluruh tahapan pembangunan PLTP Muara Labuh Unit 2, mulai dari fase konstruksi, pengujian pembangkit, hingga memasuki tahap operasi komersial.
Koordinasi juga mencakup penyelarasan aspek teknis, perencanaan jaringan distribusi, jadwal pembangunan, hingga peluang pengembangan layanan kelistrikan terintegrasi agar seluruh kebutuhan proyek dapat terpenuhi secara optimal.
Berdasarkan hasil pembahasan, kebutuhan daya akan dipenuhi secara bertahap mengikuti progres pembangunan pembangkit.
Pada tahap konstruksi yang dijadwalkan dimulai pada akhir September 2026, PT SEML membutuhkan pasokan listrik sebesar 400 kVA hingga 555 kVA untuk mendukung aktivitas pembangunan di lokasi proyek.
Selanjutnya, ketika proyek memasuki tahap pre-commissioning pada periode Mei hingga September 2027, kebutuhan listrik diperkirakan meningkat signifikan menjadi sekitar 6,3 MVA. Pasokan tersebut akan digunakan untuk mendukung proses pengujian awal generator PLTP Unit 2 sebelum pembangkit mulai beroperasi secara komersial.
Secara keseluruhan, kebutuhan listrik proyek diproyeksikan mencapai sekitar 7,4 MVA, sehingga menjadi salah satu proyek strategis bagi PLN dalam mendukung pengembangan investasi energi panas bumi di Sumatera Barat.
PLN Cek Kesiapan Jaringan dan Infrastruktur Kelistrikan
Sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi, tim gabungan PLN UP3 Solok, PLN ULP Muaralabuh, dan PLN Electricity Services melakukan inspeksi teknis langsung ke lokasi proyek.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan jaringan distribusi, titik penyambungan listrik, hingga skema pelayanan kelistrikan agar seluruh kebutuhan proyek dapat dipenuhi secara aman, andal, dan tepat waktu.
Selain itu, PLN Electricity Services juga menyatakan kesiapan mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan melalui layanan konstruksi terintegrasi.
Dalam kesempatan tersebut, PT Supreme Energy Muara Labuh juga mengusulkan penggunaan jaringan underground cable sebagai jalur penyaluran listrik menuju transformator dan panel utama pembangkit. Skema tersebut dinilai dapat meningkatkan keandalan sistem sekaligus menjaga estetika kawasan PLTP.
PLN Tegaskan Komitmen Dukung Transisi Energi Nasional
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, menegaskan PLN berkomitmen mendukung berbagai proyek strategis nasional, terutama pengembangan energi baru terbarukan melalui penyediaan pasokan listrik yang andal dan berkualitas.
“PLN siap mendukung pengembangan sektor energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih. Sinergi yang terjalin bersama PT Supreme Energy Muara Labuh menjadi wujud komitmen PLN dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal, tepat waktu, dan sesuai kebutuhan pelanggan. Dengan perencanaan yang matang serta kolaborasi yang solid di seluruh lini PLN Group, kami optimistis proyek PLTP Unit 2 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, serta pencapaian target bauran energi nasional,” ujar Ririn.
Kolaborasi antara PLN dan PT Supreme Energy Muara Labuh menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat ekosistem investasi energi bersih di Sumatera Barat. Dukungan infrastruktur kelistrikan yang andal diharapkan mampu mempercepat pembangunan PLTP Muara Labuh Unit 2 sekaligus mendukung target pemerintah dalam meningkatkan bauran energi baru terbarukan dan mewujudkan transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Ikuti Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritageothermal.com klik di sini
















